<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582</id><updated>2012-02-16T05:55:03.783-08:00</updated><category term='Ucapan Selamat'/><category term='Teologi'/><category term='Sajak Santri'/><category term='Psikologi'/><category term='Ke-Bata-Bata-an'/><category term='Keorganisasian'/><category term='Leadership'/><category term='Makalah'/><category term='Opini'/><category term='AD-ART IMABA'/><category term='Essay'/><category term='Catatan Santri'/><category term='About IMABA'/><category term='Artikel'/><category term='Gagasan'/><category term='Kolom'/><category term='Review Film'/><title type='text'>IMABA Pamekasan</title><subtitle type='html'>Head Office ; Jl. Segara No. 81 Pamekasan, Phone [0324] 333716</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-3637656202374482070</id><published>2009-10-20T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T23:14:13.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapan Selamat'/><title type='text'>Ucapan Selamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/St6mhVSZMqI/AAAAAAAAAFU/sFZ6CrJON78/s1600-h/21102009227-001.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/St6mhVSZMqI/AAAAAAAAAFU/sFZ6CrJON78/s200/21102009227-001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394932495216620194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat &amp; Sukses atas dilantiknya Ketua Umum &amp; Sekretaris Umum IKABA 2009-2014&lt;br /&gt;Ach. Ruslan Dimyathi &amp; R. Abdullah Faqih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga senantiasa mampu mengemban amanah dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a/n ; Pengurus IMABA Pusat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-3637656202374482070?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/3637656202374482070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/10/ucapan-selamat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3637656202374482070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3637656202374482070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/10/ucapan-selamat.html' title='Ucapan Selamat'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/St6mhVSZMqI/AAAAAAAAAFU/sFZ6CrJON78/s72-c/21102009227-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-5328721846220797571</id><published>2009-08-23T07:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T07:40:09.827-07:00</updated><title type='text'>RAHASIA PUASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SpFUtFKEMbI/AAAAAAAAAFM/kgQpLRHYZ7k/s1600-h/Bangunan+Batu1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SpFUtFKEMbI/AAAAAAAAAFM/kgQpLRHYZ7k/s200/Bangunan+Batu1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373168963884954034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh ; Coel Ipins&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat &lt;br /&gt;kelak.&lt;br /&gt;Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.&lt;br /&gt;1. Menguatkan Jiwa&lt;br /&gt;Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan.&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya. (QS 45:23)&lt;br /&gt;Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala doanya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendidik Kemauan&lt;br /&gt;Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. &lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyehatkan Badan&lt;br /&gt;Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengenal Nilai Kenikmatan&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.&lt;br /&gt;Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS 14:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain&lt;br /&gt;Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo&amp;#8217;alah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 9:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambut dengan Gembira&lt;br /&gt;Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita &lt;br /&gt;bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.&lt;br /&gt;, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita &lt;br /&gt;dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-5328721846220797571?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/5328721846220797571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/08/rahasia-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5328721846220797571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5328721846220797571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/08/rahasia-puasa.html' title='RAHASIA PUASA'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SpFUtFKEMbI/AAAAAAAAAFM/kgQpLRHYZ7k/s72-c/Bangunan+Batu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-8019471595875106144</id><published>2009-08-07T10:04:00.001-07:00</published><updated>2009-08-07T10:05:30.631-07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Nisfu Sya’ban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SnxezcWSWFI/AAAAAAAAAFE/cU02EXM3hr0/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SnxezcWSWFI/AAAAAAAAAFE/cU02EXM3hr0/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367269093794797650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By; coel zlamboe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban). Nisfu artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan kedelapan dalam perhitungan tahun Hijriyah. Kata Syakban berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung). Dikatakan Syakban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Nisfu Syakban dimuliakan karena pada malam itu, dua malaikat yakni Raqib dan Atid, yang mencatat amal perbuatan manusia sehari-hari, menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Bulan Syakban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang diangkatkan Tuhan amal-amal. Saya ingin diangkatkan amal saya ketika sedang berpuasa.” (HR An-Nasa’i dari Usamah, sahabat Nabi SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, pada malam Nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), pembebasan dari azab dan sebagainya. Dengan demikian, malam Nisfu Syakban antara lain dinamakan juga malam syafaat, malam maghfirah, dan malam pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan malam Nisfu Syakban yang dinamakan juga malam syafaat, Al-Ghazali mengatakan, “Pada malam ke-13 Syakban, Allah SWT memberikan kepada hamba-hamba-Nya sepertiga syafaat, pada malam ke-14 diberikan-Nya pula dua pertiga syafaat, dan pada malam ke-15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya yang tidak memperoleh syafaat itu ialah orang-orang yang sengaja hendak lari dari pada-Nya sambil berbuat keburukan seperti unta yang lari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga disebut malam maghfirah karena pada malam itu Allah SWT menurunkan ampunan-Nya kepada segenap penduduk bumi. Di dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, “Tatkala datang malam Nisfu Syakban, Allah memberikan ampunan-Nya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling pada-Nya.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu malam Nisfu Syakban disebut malam pembebasan karena pada malam itu Allah SWT membebaskan manusia dari siksa neraka. Sabda Nabi SAW di dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Ishak dari Anas bin Malik, “Wahai Humaira (Asiyah RA) apa yang engkau perbuat pada malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, di mana Allah memberikan kebebasan dari neraka laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali (yang tidak dibebaskan) enam, yaitu; orang yang tidak berhenti minum khamr, orang yang mencerca kedua orangtuanya, orang yang membangun tempat zina, orang yang suka menaikkan harga (secara aniaya), petugas cukai (yang tidak jujur), dan tukang fitnah.” Dalam riwayat lain disebutkan tukang pembuat patung atau gambar sebagai ganti petugas cukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amal yang biasa dilakukan sebagian orang pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunah Nisfu Syakban sebanyak 100 rakaat. Shalat sunah tersebut ditentang keras oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab (Kumpulan Penjelasan tentang Buku Al-Muhazzab). An-Nawawi memandang hadis-hadis yang menerangkan shalat tersebut adalah hadis maudu’ (hadis palsu). Oleh karenanya, melaksanakan shalat tersebut adalah bidah. Apa yang diungkapkan Imam Nawawi diikuti pula oleh Sayid Abu Bakar Syata ad-Dimyati (ahli tasawuf) dalam kitabnya, I’anat At-Talibin (Panduan bagi Siswa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Masjid Istiqlal/rakyataceh.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-8019471595875106144?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/8019471595875106144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/08/nikmatnya-nisfu-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8019471595875106144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8019471595875106144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/08/nikmatnya-nisfu-syaban.html' title='Nikmatnya Nisfu Sya’ban'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SnxezcWSWFI/AAAAAAAAAFE/cU02EXM3hr0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-4989530905296818217</id><published>2009-06-03T08:38:00.001-07:00</published><updated>2009-06-03T08:42:48.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>Aliran-Aliran Psikologi</title><content type='html'>Oleh: Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;A. Latar Belakang &lt;br /&gt;Psikologi sebagai satu ilmu pengetahuan sudah berdiri sendiri sekitar abad ke 18. dari berbagai tokoh kemudian terbentuk aliran-aliran psikologi dengan berbagai teorinya masing-masing. Tujuan dari berbagai aliran tersebut tiada lain hanyalah ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang ilmu yang mempelajari tentang jiwa ini. &lt;br /&gt;Dari masa-kemasa aliran-aliran tersebut semakin meluas dan semakin banyak, bukan hanya tokohnya, akan tetapi para pengikut dari tokoh-tokoh itu pun mungkin sudah tak terhitung, nah untuk mengetahui lebih dalam tentang hal tersebut maka penulis mencoba untuk memaparkan sebagian dari hal-hal tersebut. &lt;br /&gt;Untuk lebih spesifiknya penulis akan mencoba memaparkan tentang empat aliran Psikologi yang banyak digunakan oleh sebagian besar tokoh Psikologi modren, diantaranya; aliran Humanistik, Analisis, Gestalt dan Behavourisme serta teori yang dikemukakan oleh empat aliran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah &lt;br /&gt;Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan beberapa masalah &lt;br /&gt;1. Siapa yang mencetuskan empat aliran psikologi tersebut diatas?&lt;br /&gt;2. Teori apa saja yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh aliran tersebut?&lt;br /&gt;3. Tahun berapakah aliran tersebut pertama kali muncul? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan &lt;br /&gt;Setiap sesuatu yang ada didunia ini pasti mempunyai tujuan tersendiri tak terkecuali makalah ini, yang pastinya juga mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh penulis, diantaranya adalah: &lt;br /&gt;1. Mengetahui tokoh-tokoh yang mencetuskan empat macam aliaran tersebut diatas &lt;br /&gt;2. Mengetahui teori-teori yang dikemukakan oleh tokoh utama aliran-aliran tersebut&lt;br /&gt;3. Mengetahui tahun berdiri aliran-aliran tersebut &lt;br /&gt;4. Sebagai pengalaman dalam dunia kepenulisan yang dituntut untuk selalu memberikan asupan terhadap perkembangan kehidupan &lt;br /&gt;5. Sebagai tugas kelompok untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi Umum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah psikologi berdiri sendiri, lambat laun para ahli psikologi mengembangkan sistematika dan metode-metodenya sendiri, yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dengan demikian timbul apa yang disebut aliran-aliran dalam psikologi &lt;br /&gt;Sejak jaman dahulu aliran-aliran dalam satu bidang ilmu sangat penting artinya untuk membina semangat para ahli dalam berkompetisi menermukan kebenaran, dan tak kalah pentingnya dengan adanya aliran-aliran ini, para ahli dapat saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain. Untuk lebih memahami aliran tersebut berikut akan penulis sajikan beberapa aliran dalam ilmu psikologi; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aliran Psikoanalisis &lt;br /&gt;Aliran ini pertama kali muncul pada sekitar abad 19, yang dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939) ketika dia sedang menangani seorang pasien Neorotik atau pasien yang mempunyai ciri mudah cemas, disebabkan oleh konplik yang terjadi pada saat seoarng masih amat kecil, kemudian direpresi/ditekan (didorong masuk dari kesadaran ke alam tak sadar) seorang tokoh yang mungkin lebih tepat dikatakan sebgai pencetus psikodinamik. Namun demikian konsep pemikirannya tentang ketidak sadaran telah banyak meng-ilhami para ahli psikologi Analisis yang hidup setelahnya. Freud adalah seoarang psikiatris yang menaruh perhatian besar pada pengertian dan pengobatan gangguan mental. ia sedikit sekali menaruh minat terhadap problem-problem tradisional Psikologi Akademis seperti; Sensasi, Persepsi, Berfikir dan Kecerdasan karena itu ia mengabaikan problem kecerdasan dan mengrahkan usahanya untuk memahami dan menerangkan apa yang diistilahkannya sebagai ketidak sadaran. &lt;br /&gt;Teori yang dicetuskan oleh Freud tentang kepribadian, mencoba menjelaskan tentang Normaliats dan Abnormalitas psikolgis dan perawatan terhadap orang-orang yang tidak normal Menurrut teori ini sumber utama konflik dan gangguan mental terletak pada ketidak sadaran, karena itu untuk mempelajari gejala-gejala ini, Freud mengembangkan teori Psikoanalisis yang sebagian besar di dasarkan pada interpretasi “arus pikiran pasien yang diasosiasikan secara bebas” dan analisis mimpi &lt;br /&gt;Menurut Freud “Dorongan-dorongan, komponen-komponen kepribadian, ingatan akan pengalaman masa kanak-kanak dan konflik psikologis yang mengerikan cenderung tidak disadari” &lt;br /&gt;Dalam formolasi-formolasi Freud “dorongan seksual” memainkan peranan penting secara khusus. Kenapa demikian? Karena, menurut Freud “Dorongan seksual melahirkan sejumlah energi psikis yang disebut libido untuk perilaku dan aktivitas jiwa” energi psikis tersebut sejajar dengan fisik walupun berbeda diantara keduanya. bila dorongan seksual dipuaskan, maka energi psikis membentuk kekuatan yang menekan, seperti air dalam selang yang tersumbat. Konflik-konflik yang terjadi pada seseorang akan meningkatkan ketegangan, bila seseorang ingin hidup normal, maka ketegangan tersebut harus dikurangi atu dihilangkan &lt;br /&gt;Menurut Freud Kepribadian manusia berisi tiga komponen penting: id, ego, super-ego. Ketiga komponen ini salalu bersaing memperebutkan energi psikis, Id terletak pada inti kepribadian yang primitif, tempat tinggal dorongan-dorongan yang oleh Freud disebut “kekacauan, kancah kenikmatan yang meluap” Id tidak mempunyai organisasi yang logis sehingga dorongan yang saling bertentangan dapat hidup berdampingan secara terus menerus, pun demikian Id juga tidak memiliki nilai-nilai moral dan gantinya itu sangat dikuasai oleh prinsip-prinsip kenikmatan. sedangkan &lt;br /&gt;Ego timbul pada diri anak- anak yang sedang berkembang, sebenarnya Ego ini adalah bagian dari Id namun sudah dimodifikasi sedemikian rupa, karena sudah sedemikian dekat dengan dunia luar individu. Salah satu tugas penting Ego adalah mencari dan menemukan objek yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan Id. Selain itu Ego juga berfungsi menurut prinsip-prinsip realitas, mendahulukan pemuasan keinginan Id sampai suatu situasi atau obyek yang tepat telah ditemukan. Perbedaannya Ego sangat terkendali, realistic, logis, dan berfikir proses skunder. misalnya saat kita lapar maka yang bertindak untuk berfikir bagaimana rasa lapar itu hilang adalah Ego sedang yang menimbulkan rasa lapar itu sendiri adalah Id &lt;br /&gt;Sedangkan Superego menurut Freud terbentuk dari ego saat anak-anak mengidentifikasi dirinya dengan orang tua dan menginternalisasi kedalam dirinya segala aturan, nilai dan adat-istiadat lingkungannya. Meskipun superego adalah bagian dari ego namun fungsinya sangat berbeda sekali dengan ego, dan berfungsi independen. Superego sangat mendambakan kesempurnaan, idealisme, pengorbanan diri dan kepahlawanan &lt;br /&gt;Kemudian Freud merumuskan tentang teori perkembangan kepribadian, bahwa perkembangan kepribadian seorang anak dibentuk dari pengalaman-pengalaman ketika anak-anak menjalani seperangkat urutan perkembangan psikoseksual yang menurut Freud pada tahap-tahap ini seringkali terjadi konflik yang harus diatasi. Bila anak terlalu dituruti, terlalu kekurangan, atu terlalu dikecewakan pada salah satu perkembangan, maka Fiksasi secara permanen akan tertinggal dalam tahap perkembangan tersebut. Freud menguraikan empat tahap pekembangan psikoseksual: tahap oral (mulut), tahap anal (dubur/anus), tahap phallik, dan tahap genital &lt;br /&gt;Tahap Oral (mulut) terjadi pada tahun pertama anak-anak, seperti makan, menggigit dan lain sebagainya. Penyapihan merupakan konflik uatama pada tahap ini. bila anak terlalu dalam menikmati ASI ibu atau susu botol sehingga menimbulkan rasa tidak ingin melepaskannya, maka saat dewasa anak tertsebut akan memperlihatkan pola perilaku oral (seperti ketergantungan, pasif dan kerakusan) dan sangat dikuasai oleh bagian oral (seperti, makan, mengunyah permen karet, merokok dan kemampuan bicara yang sangat berlebihan). &lt;br /&gt;Tahap Anal terjadi pada tahun kedua dimana seorang anak mendapatkan kenikmatan dari duburnya, seperti saat buang air besar, kemudian penahanan kotoran. Untuk memperoleh knikmatan pertentangan dengan masyarakat mulai menghambat-nya. Akibatnya anak akan di minta untuk mengendalikan dorongna alamiyahnya, kemudian hal itu akan menimbulkan konflik pada tahap anal beberapa anak akan melakukan “pembalasan”, misalnya buang air besar tidak tepat waktu dan tempatnya. &lt;br /&gt;Tahap Phallik biasanya terjadi diusia 3-5 tahun, menurut Freud anak-anak menyadari bahwa ia dapat mempeperoleh kenikmatan melalui alat kelaminnya. Freud juga yakin bahwa semua anak kecil pernah melakukan masturbasi (merangsang alat kelaminnya sendiri agar tegang) dan hal ini juga diakui dan disetujui oleh psikolog modern. Menurut Frued khayalan yang terjadi ketika anak-anak masturbasi akan menentukan krisis yang universal &lt;br /&gt;Tahap Genital dimulai sejak anak masuk di usia remaja samapi akhir hayatnya. Dan pada saat ini minat seksual tampak seperti bangun kembali, orang akan memperhatikan orang lain ketika mereka bekerja sama dalam lingkup budayanya. Sampai pada tahap phallik orang terlalu terpusat pada tubuhnya sendiri dan kebutuhan mendadak. Bila energi terlalu ketat akibat adanya kepuasan yang berlebihan atau sangat mengecewakan pada tahap perkembangan sebelumnya maka remaja tidak mungkin dapat memenuhi tuntutan ini.&lt;br /&gt;Selain Sigmund Freud banyak tokoh-tokoh lain dalam aliran psikoanalisis ini yang seringkali disebut sebagai Neo Freudian . diantaranya Carl Gustav Jung (1875-1961) yang memisahkan diri Freud Karena tidak setuju dengan pendapat Freud bahwa libido itu sepenuhnya diwarnai oleh kenikmatan seksual dan juga penekanan terhadap perkembangan anak, tokoh ini seringkali dihubungkan dengan dengan pandangan manusia pada dasarnya mewarisi ketidak sadaran kolektif . &lt;br /&gt;Tokoh kedua adalah Alfred Adler (1870-1937) salah satu murid Freud yang memisahkan diri dari Freud. sama seperti Carl Gustav Jung, Adler juga perpendapat bahwa penekanan terhadap factor seksualitas agak berlebihan. Adler menekankan pentingnya peranan lingkungan terhadap prilaku seseorang. Dia berpendapat bahwa kepribadian pada dasarnaya adalah kepribadian social dan bahwa perasaan rendah diri itu sebetulnya pusat motivsi pada manusia.&lt;br /&gt;Tokoh selanjutnya adalah Karen Horney (1885- 1952) yang juga memisahkan diri dari Freud Karena tidak sependapat dengan Freud tentang teori energi. Horney berpendapat bahwa pengalaman yang bermacam-macam selama masa kanak-kanak memberikan pola/ciri kepribadian dan konflik-konflik yang berbeda pula. Dia sangat menekankan efek perasaan yang mengganggu dari keterasingan dan ketidak berdayaan &lt;br /&gt;Tokoh yang lain adalah Harry Stack Sullivan (1892-1949) tokoh ini berpendapat bahwa prilaku yang dapat diterima atau prilaku yang menyimpang sebetulnya dibentuk oleh pola interaksi yang terjadi antara anak dan orang tua &lt;br /&gt;Tokoh terakhir adalah Erik Erikson (lahir 1902) tokoh inilah yang mengembangkan teori Freud dalam hal perkembangan. Rumusan-rumusannya menekankan implikasi social dan psikologis serta meneropong masa dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aliran Gestalt &lt;br /&gt;Gestal berasal dari bahasa Jerman yang berarti “bentuk” atau “Konfigurasi”, “hal”, “peristiwa”, “pola”, “totalitas” atau “bentuk keseluruahan” &lt;br /&gt;Aliran ini pertama kali muncul pada tahun 1912 yang didirikan oleh Max Wertheimer (1880-1943) yang pernah menjadi murid Oswald Kulpe di Wurzburg dan mendapat gelar doktornya disana pada tahun 1904. dan pada waktu itulah ia mulai tertarik pada satu aliran filsafat yang terutama mempejari tentang fenomena (gejala) yang lebih dikenal dengan aliran fenomologi. kemudian aliran Gestalt ini dikembangkan oleh Kurt Koffka (1886-1941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967) . Aliran ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap teori-teori yang berlaku di Jerman sebelumnya terutama teori strukturalisme dari Wilhelm Wundt, yang khususnya mempelajari proses penginderaan dianggap terlalu elemenistik (terlalu mengutamakan elemen atau detail). Padahal persepsi manusia terjadi secara menyeluruh dan terorganissikan, tidak secara parsial atau sepotong-sepotong. Menurut Wertheimer ketika sebuah melodi terdengar (dipersepsi), sebuah kesatuan dinamis atau keutuhan muncul dalam persepsi, akan tetapi nada tersebut dalam dirinya sendiri menyebar dan saling bergantian dalam urutan waktu tertentu jadi menurut aliran ini yang utama bukanlah elemen akan tetapi keseluruhan. Kesadaran dan jiwa manusia tidak mungkin dianalisi kedalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipelajari sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Keseluruhan adalah lebih dari sekadar penjumlahan unsur-unsurnya, lebih dahulu diatanggapi dari bagian-bagiannya, dan bagian-bagian itu harus memperoleh makna dari keseluruhan. arti dari gestalt tergantung pada unsur-unsurnya, sebaliknya arti unsur-unsur tergantung pada gestalt &lt;br /&gt;Eksperimen gestalt peratama, menurut Atkinson dan kawan-kawan adalah mempelajari gerakan, terutam Fenomena Phi. Jika dua cahaya dinyalakan secara berurutan, subjek melihat cahaya tunggal bergerak dari posisi cahaya pertama kecahaya kedua. Fenomena gerakan ini telah banyak diketahui tetapi ahli psikologi gestalt menangkap kepentingan teoritis pola stimuli dalam menghasilkan efek. Pengalamn kita tergantung pada pola yang dibentuk oleh stimuli dan pada organisasi pengalaman, menurut mereka, apa yang kita lihat adalah relatif terhadap latar belakang, dengan aspek lain dari keseluruhan. Keseluruahn berbeda dengan penjumlahan bagian-bagiannya; keseluruahn terbagi atas bagian dari suatu hubungan. untuk lebih jelasnya lihatlah gambar berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keseluruahan Unsur-unsur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti unsur-unsur _ _ bergantung pada keseluruhan. Unsur-unsur dari gambar muka sama dengan unsur-unsur gambar buah tetapi karena keseluruhannya berbeda maka makna unsur tersebut berbeda pula. &lt;br /&gt;Tokoh-tokoh aliran ini terbagi dalam duia kelompok besar yaitu ahli-ahli psikologi Jerman dan Austria terbuka seperti; Rudolf Allers, Magda Arnold, Charlotte, Solomon Asch, Kurt Levin, serta Karl Buhler, Albin Gilbert, Hans Hahn, Fritz Heider, Martin Scheerer Wilhelm Stern, dan Heinz Werner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aliran Behaviorisme &lt;br /&gt;Behaviorisme adalah sebuah aliran yang didirikan John B Watson (1878-1958) pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa psikologi harus menjadi ilmu yang objektif dalam arti harus dipelajari sebagaimana ilmu pasti atau ilmu alam. oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya dapat diteliti melalui metode instrospeksi yang dianggap tidak objektif dan tidak ilmiyah. kemudian aliran ini digerakkan oleh Burrhus Frederic Skinner (1904-1968) yang terkenal dengan eksperimen operant conditioning dengan tikus . &lt;br /&gt;Menururut pandangan Skinner, kepribadian pada dasarnya adalah sebuah fiksi. Orang melihat hanya apa yang orang lain lakukan dan mengerti menyimpulkan sifat-sifat yang mendasari (motif, emosi, dan kemampuan) yang ada sebenarnya dalam fikiran pengamat tersebut. Dia amat yakin bahwa psikologi hanya memusatkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh orang lain. Sedangkan disposisi dalam diri seseorang tidak dapat dipakai sebagai penjelasan yang adekuat untuk menjelaskan perilaku orang lain &lt;br /&gt;Namun demikian, sebenarnya sebelum J.B Watson mengemukakan aliran psikologi ini, sejumlah filusuf dan ilmuan sudah mengajukan gagasan-gagasan mengenai pendekatan objektif dalam mempelajari manusia, berdasarkan pendekatan yang mekanistik, suatu pendekatan yang menjadi ciri utama dalam Behaviorisme. Diantaranya adalah Ivan Pavlov (1849-1936) yang dikenal dengan eksperimen mengenai refleks bersyartat atau refleks terkondisi yang dilakukan terhadap anjing dengan mengeluarkan air liurnya, dan W. Mc. Dougall (1871-1939) yang terkenal dengan teori instink-nya &lt;br /&gt;Aliran ini mengemukakan bahwa objek psikologi hanyalah perilaku yang kelihatan nyata dan menolak pendapat sarjana psikologi lain yang mempelajari tingkah laku yang tidak tampak dari luar atau tentang alam bawah sadar (Psikoanalisi) dan menentang aliran lain yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif (Introspeksionisme). &lt;br /&gt;Belakangan kaum behavioris lebih dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka, seluruh perilaku manusia -kecuali instink- adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lain dalam aliran ini adalah: &lt;br /&gt;a. Clark Hull (1943) yang mengemukakan konsep teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. Oleh karena itu, dalam teori Hull, kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. menurut Hull kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan (drive), seperti lapar, haus, tidur, hilangnya rasa nyeri dan sebagainya, &lt;br /&gt;b. Edwin Guthrie yang mengemukakn teori kontinguiti, memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respons tertentu. Selanjutnya ia berpendapat bahwa hubungan antar stimulus dan respon merupakan factor kritis dalam belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aliran Humanistic &lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1940-an munculah suatu prsepektif psikologi baru. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini misalnya ahli-ahli psikologi klinik, pekerja-pekerja social, dan konselor bukan merupakan hasil penelitian dalam proses belajar. Gerakan ini berkembang, dan kemudian dikenal sebagai humanistis, eksestransial, perceptual, atau fenomologikal. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut pandang si pelaku (behaver), bukan dari pengamat (obsrver). Lebih penting lagi aliran ini mempunyai pandangan bahwa tiap-tiap individu di pengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh yang menonjol dalam aliran ini antara lain;&lt;br /&gt;1. Combs dan kawan-kawan, yang menyatakan bahwa apabila kita ingin memahami perilaku seseorang, kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Apabila kita ingin mengubah keyakinan atau pandangan orang itu, perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari orang lain. Combs dan kawan-kawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidak mauan seseorang untuk melakukan sesuatu ynag tidak akan memberikan kepuasan baginya. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu, ini berarti siswa tersebut tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru tersebut. Mungkin dengan memberiakn aktivitas yang lain maka siswa tersebut akan memberikan respon positif. &lt;br /&gt;Para ahli humanistic melihat adanya dua bagian dalam pada tahap belajar; &lt;br /&gt;a. pemerolehan informasi baru;&lt;br /&gt;b. personalisasi informasi ini pada individu &lt;br /&gt;2. Bloom dan Kratwohl &lt;br /&gt;Dalam hal ini Bloom dan Kratwohl menunjukkan apa yang mungkin dikuasai oleh sesorang yang mencakup tiga kawasan berikut;&lt;br /&gt; Kognitif&lt;br /&gt;Kognitif terdiri dari enam tingkatan, yaitu; &lt;br /&gt;1. Pengetahuan (mengingat, menghafal);&lt;br /&gt;2. Pemahaman (menginterpretasikan);&lt;br /&gt;3. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan sesuatu);&lt;br /&gt;4. Analisis (menjabarkan suatu konsep);&lt;br /&gt;5. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep yang utuh);&lt;br /&gt;6. Evaluasi (membandingkan nilai, ide, metode, dan sebagainya).&lt;br /&gt; Psikomotor&lt;br /&gt;Psikomotor terdiri dari lima tingkatan&lt;br /&gt;1. Peniruan (menirukan gerak);&lt;br /&gt;2. Penggunaan (mengguanakan konsep untuk melakukan gerak);&lt;br /&gt;3. Ketepatan (melakukan gerak dengan benar);&lt;br /&gt;4. Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar);&lt;br /&gt;5. Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar).&lt;br /&gt; Afektif &lt;br /&gt;Terdiri dari lima tingkatan &lt;br /&gt;1. Pengenalan (ingin menerima, sadar kn adnya sesuatu);&lt;br /&gt;2. Merespons (aktif berpartisipasi);&lt;br /&gt;3. Penghargaan (menerima nilai-nilai. Setia kepada nilai-nilai tertentu);&lt;br /&gt;4. Pengorganissian (menghubungkan nilai-nilai yang dipercaya);&lt;br /&gt;5. Pengalaman ( menjadikan nilai-nilai sebagian dari bagian dari hidup); &lt;br /&gt;3. Kolb &lt;br /&gt;Tokoh ini berpendapat bahwa pengetahuan sesorang bertahap dari pengalaman konkret, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualissi, dan terakhir eksperimentasi aktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Dari pemaparan diatas dapat penulis simpulkan bahwa, psikologi sebagai suatu disiplin ilmu dari tahun ketahun semakin menampakkan kapasitasnya, terutama konstribusinya dalam menyikapi kejiwaan seseorang. &lt;br /&gt;Aliran-aliran psikologi dalam menyikapi kejiwaan seseorang cenderung berbeda. aliran psikoanlisis menyatakan dalam jiwa seseorang terdapat Id, Ego, dan Superego, dan lebih memfokuskan pada ketidak sadaran seseorang Lain lagi dengan aliran Gestalt yang menyatakan bahwa, persepsi manusia terjadi secara menyeluruh bukan spotong-sepotong atau parsial. Sedangkan behaviorisme menyatakan bahwa psikologi hanya memusatkan perhatian pada apa yang dilakuakn oleh orang lain. Dan untuk aliran terakhir (humanistik) menyatakan bahwa untuk memahami perilaku seseorang terletak pada si pelaku bukan si pengamat &lt;br /&gt;Saran-saran &lt;br /&gt;1. kita harus lebih bijak dalam menyikapi perilaku seseorang, ketika nampak lahir orang tersebut burtuk belum tentu batinnya juga demikian &lt;br /&gt;2. kita harus memformolasiakan pendapat-pendapat para pakar psikolgi dalam menyikapi orang lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و الله أعلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Linda L. Dafidoff, Mari Juniati Psikologi suatu Pengantar PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 1997&lt;br /&gt;2. Ahmad Fauzi, Drs., H. Psikologi Umum. Pustaka Setia. Bandung. Cetakan ke III 2004 &lt;br /&gt;3. Hamzah B. Uno, M.pd., Dr. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. PT. Bumi Aksara. Jakarata. Cetakan I 2006 &lt;br /&gt;4. M. Dalyono, Drs. Psikologi Pendidikan. Renika Cipta. 2001 &lt;br /&gt;5. Alex Sobur, M.Si., Drs. Psikologi Umum. Pustaka Setia. Bandung. 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-4989530905296818217?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/4989530905296818217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/06/aliran-aliran-psikologi_03.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/4989530905296818217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/4989530905296818217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/06/aliran-aliran-psikologi_03.html' title='Aliran-Aliran Psikologi'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-7611139247187126244</id><published>2009-05-31T08:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T08:59:51.218-07:00</updated><title type='text'>INFO TERKINI</title><content type='html'>jika anda pecinta kemajuan pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, kirimkan opini anda dengan cara ketik: MUBA (spasi) opini anda lalu kirimkan ke 085732374444, siapa tahu sumbangan opini anda dapat dijadikan sehbuah pertimbangan bagi jajaran pengelola Pon Pes Mambaul Ulum Bata-Bata untuk kemajuan pondok dimasa yang akan datang..... dan mungkin ketika anda menyumbangkan sedikit komentar anda Bata-Bata kedepan akan lebih baik......Amin....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-7611139247187126244?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/7611139247187126244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/info-terkini.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/7611139247187126244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/7611139247187126244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/info-terkini.html' title='&lt;strong&gt;INFO TERKINI&lt;/strong&gt;'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-3488743526438293103</id><published>2009-05-31T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T08:34:47.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>EKSISTENSI PERAN PESANTREN DALAM DUNIA POLITIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;By: Abullah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ketika anda melihat judul diatas, anda akan memberikan interpretasi bahwa tulisan ini sengaja ditulis untuk menopang legalisasi peran akrtif pesantren yang akhir-akhir ini secara samar (diantaranya) dan bahkan secara terang-terangan (mayoritas) menjadi juru kampanye partai politik, bahkan diantara pesantren-pesantren besar di madura (mungkin saja se-Indonesia) mempunyai ikatan kontrak kerja sama yang yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak terhadap perkembangan persantren kedepan, kendati demikian sebenarnya tulisan ini hanya bentuk uraian isi hati penulis demi melihat geliat politik di Madura kita tercinta ini&lt;br /&gt;Politik memilkiki banyak pengertian, tergantung siapa yang memberika pengertian akan kata ini, menurut para petani, politik adalah “racun yang terbungkus dengan roti tawar berselai stroberi” Sedangkan untuk kalangan yang lain istilah politik lebih dikenal dengan “cara seseorang mengelabui rival-rivalnya” untuk kalangan pembisnis politik adalah “lahan untuk meraup keuntungan” untuk kalangan santri politik biasa diartikan “cara mereka mengatasi keseretan masalah” dan lain-lain.&lt;br /&gt;Intinya politik sampai saat ini belum menjadi suatu istilah yang dikenal merata dikalangan masyarakat, jadi perlu kiranya penyuluhan-penyuluhan bagaimana politik itu sebenarnya, tujuan, manfaat dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kata politik ini, penyuluhan tidak perlu forum formal atau forum resmi yang membutuhkan biaya, akan tetapi cukup kiranya dari pertemuan-pertemuan kecil acara kemasyarakatan seperti cangkruan pasca tahlilan, pasca walimah dan acara-acara lainnya&lt;br /&gt;Dari itu mungkin ketakutan masyarakat akan monster yang namanya politik ini mungkin akan dapat berkurang, dan efeknya dapat dirasakan ketika proses demokrasi berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, dan dengan ini pula diharapkan angka GOLPUT yang sudah mancapai sekian puluh persen dapat diminimalisir&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau kita mau berpolitik sesuai dengan hakikat politik itu sendiri niscaya keutuhan bangsa akan dapat dipertahankan, persaingan antar kelompok yang sudah semakin memanas (lebih-lebih pra pesta demokrasi 2009) ini, pun demikian calon anggota legislative tidak akan hanya mengobral janji muluk realisasi melompong. &lt;br /&gt;Pesantren sebagai salah satu instansi yang bergerak dibidang pendidikan social dan budaya memungkinkannya untuk menjadi mediator dalam pembersihan citra politik dan sekaligus selaku pengawas para pemain politik agar mereka dapat terkontrol dengan baik dan dapat menjalankan amanah bangsa yang telah dimbankan pada mereka. Bahkan kalau perlu kiranya pesantren dapat mengutus salah satu kadernya untuk terjun langsung keranah ini, asal bukan pimpinannya saja yang berkecimpung aktif menjadi calon anggota legislatif&lt;br /&gt;Jika kemudian pesantren dikekang untuk berperan aktif dalam percaturan politik, maka siapa yang akan bertindak sebagai pengingat bahkan eksekutor bagi mereka yang mbalelo dari janji-janji yang telah mereka obral sebelumnya, sangat mungkin sekali -jika kemudian pesantren diberi batas dalam perannya- kursi legislative akan dijadikan sabagi lapangan pekerjaan, bukan sarana pembela dan memperjuangkan hak-hak rakyat. &lt;br /&gt;Jika kita ibaratkan, politik ini diibaratkan pada sebuah permainan, dimana dalam sebuah permainan pastinya ada dua atau lebih (orang atau kelompok) yang bertindak sebagai pemain, dan disitu juga tidak boleh dihilangkan yang namanya wasit atu penengah, demi sportifitas dalam sebuah permainan, mungkin criteria yang tepat  untuk seorang wasit adalah: Jujur Amanah, Menguasai jenis permaian yang sedang berlangsung,  Berada di zona bebas (Tidak fanatic golongan) Tegas, Lebih baik dan lebih segalanya dari para pemain&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan, apabila criteria tersebut sudah terpenuhi dalam diri wasit (pesantren yang berperang dalam dunia politik) maka pertandingan (dunia prpolitikan) sebuah Negara akan berjalan tertib, aman, tanpa adanya “pertumpahan darah”. &lt;br /&gt;Dilematis mungkin pesantren dihadapkan pada dunia “yang tidak jelas” ini, disatu sisi banyak bertebaran partai-partia politik yang mengatasnamanakan dirinya Islam -walaupun itu hanyalah polesan belaka- disatu sisi lain partai yang ia pilih justru menjadi tempat bercokolnya tikus-tikus Negara yang senantiasa menggerogoti lumbung-lumbung devisa Negara, belum lagi pertentangan antara pelaku pesantren dengan pelaku pesantren lainnya yang diakibatkan perbedaan partai dan idiologi, malah tidak jarang pesantren (para pelakunya) dengan pesantren yang lain bersaing habis-habisan untuk mendapatkan simpati masyarakat dalam bidang politik yang tidak jelas, hinggga hal ini mengakibatkan masyarakat bawah bimbang untuk menentukan siapa yang akan ia ikuti. Jika kemudian hal tersebut terus saja berlangsung, maka pesantren bukan lagi menjadi penengah dalam bidang ini, justru menjadi pemicu terpetaknya umat Islam. &lt;br /&gt;Langkah terbaik mungkin adalah bagaimana pesantren mampu menempatkan dirinya sebagai seorang wasit yang bertindak sebagai pengawas, penengah, “pemberi hukuman” bagi pelaku politik negeri ini, bukan malah menjadi orator penggerak masa, atau malah menjadi tim sukses dalam pemenangan satu kelompok yang ia dukung. &lt;br /&gt;Pada pemilihan presiden kali ini, pesantren mempunyai tugas besar untuk mengarahkan masyarakat pada calon yang diharapkan mampu menjadi pemimpin negeri ini, mampu menampung dan merespon segala kebutuhan dan keluhan rakyatnya, prinsipnya silahkan pesantren beda partai atau beda pilihan asalkan kemukakan alas an yang jelas kepada masyarakat tentang pilihannya, tanpa menafikan hak-hak orang lain apalagi mencaci dan mencerca lawan politiknya, karena bagaimanapun sampai saat ini masyarakat masih percaya penuh akan peran aktif pesantren dalam kehidupan social masyarakat. &lt;br /&gt;Mungkin cukup sekian apa yang dapat penulis katakana dalam tulisan ini, karena bagaimanapun ini adalah sumbangan pemikiran, terima atau tidaknya, itu terseah anda…….!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-3488743526438293103?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/3488743526438293103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/eksistensi-peran-pesantren-dalam-dunia.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3488743526438293103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3488743526438293103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/eksistensi-peran-pesantren-dalam-dunia.html' title='EKSISTENSI PERAN PESANTREN DALAM DUNIA POLITIK'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-6335915240444975516</id><published>2009-05-20T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:27:35.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ke-Bata-Bata-an'/><title type='text'>Sejarah Singkat &amp; Perkembangan PP. Mambaul Ulum Bata-Bata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShQgIIpznII/AAAAAAAAADA/ZQ_j9YHLjRQ/s1600-h/bata-bataclr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShQgIIpznII/AAAAAAAAADA/ZQ_j9YHLjRQ/s320/bata-bataclr.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337926782474755202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah panjang sudah dilalui oleh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. yang didirikan sebelum deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya pada tahun 1943 M. dan termasuk dari salah satu pesantren tertua di Pulau Madura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dimulai dari masa RKH. Abd. Madjid sampai pada periode RKH. Abd. Hamid AMZ [sekarang] selalu eksist dan terus berkembang dan mencetak santri dan alumni yang berobot dan berkualitas serta bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berikut sejarah singkat dan perkembangannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata didirikan oleh RKH Abd Majid bin Abd Hamid Bin RKH. Istbat Banyuanyar pada Tahun 1943 M./1363 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepemimpinan RKH. Abd. Majid berlangsung selama 14 Tahun terhitung mulai berdirinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata sampai dengan Tahun 1957 M. saat beliau wafat pada tanggal 6 Syawal 1364, dengan meninggalkan santri sebanyak 700 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selama dua tahun (1957-1959) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mengalami kekosongan pemimpin karena pada saat itu, putra pengasuh pertama RKH. Abd. Qodir masih menempuh pendidikan di Tanah Suci Makkah Dan menantu beliau RKH. Ahmad Mahfud Zayyadi (Ayahanda RKH. Abd. Hamid pengasuh sekaran) sudah menetap di Pondok Pesantren Nurul Abror Alas Buluh Banyuangi, oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan RKH. Abd. Hamid Bakir, (Putra RKH. Abd. Majid yang pada waktu itu memegang tampuk pimpinan Pondok Pesantren Bnyu Anyar) pulang pergi Banyu Anyar Bata-Bata untuk memberikan pembinaan pada dua pondok pesantren secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada tahun 1959 RKH. Abd. Qodir pulang ketanah air untuk melanjutkan kepemimpinan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, akan tetapi kepemimpinan beliau tidak berlangsung lama karena takdir berkehendak untuk menjemput beliau menghadap Allah SWT. tepatnya pada tanggal 5 Agustus 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk melanjutkan estapet kepemimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, keluarga besar pesantren meminta kesudian RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi untuk kembali ke Bata-Bata serta menyerahkan tampuk pempinan Pondok Pesantren kepada beliau yang sudah 12 tahun bermukim di Banyuangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selama kepemimpinan RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mengalami kemajuan cukup pesat, baik dari jumlah santri, manajemen kepesantrenan maupun manajemen kependidikan, hal ini terbukti, pada tahun 1962 M. beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), pada tahun 1970 M. beliau mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) dan pada tahun 1977 M. beliau mendirikan Madrasah Aliyah (MA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kepemimpinan RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi berlangsung selama + 26 Tahun (1959-1986M.) beliau wafat pada tanggal 12 Ramadhan 1407 H./1986.&lt;br /&gt;8. Kepemimpinan berikutnya (1987-sekarang) dilanjutkan oleh RKH. Abd. Hamid AM. Dimana sebelum memimpin Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata beliau sempat menimba ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan melanjutkan ke Tanah Suci Makkah selama 12 tahun dibawah bimbingan Syaikh Ismail Bin Zain Al-Yamani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya Dari Pada Kecerdasan”&lt;br /&gt;“Santreh Mon Terro Alèmmah Jek Papegge Wudhu”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-6335915240444975516?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/6335915240444975516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/sejarah-singkat-perkembangan-pp-mambaul.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6335915240444975516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6335915240444975516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/sejarah-singkat-perkembangan-pp-mambaul.html' title='Sejarah Singkat &amp; Perkembangan PP. Mambaul Ulum Bata-Bata'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShQgIIpznII/AAAAAAAAADA/ZQ_j9YHLjRQ/s72-c/bata-bataclr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-6487097070242896641</id><published>2009-05-15T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:12:35.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Analisi Pemahaman Qadariyah</title><content type='html'>By ; Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang &lt;br /&gt;Perkembangan pemikiran teologi dalam dunia Islam kian hari kian menjamur, tak pelak kadang hal ini menimbulkan berbagai pertentangan pemahaman antar kelompok, masing-masing kelompok mempertahankan pendapatnya masing-masing dengan dalil-dali yang begitu meyakinkan baik dalil tersebut bersumber dari nash-nash agama (Naqli) maupun yang bersumber dari pemikiran rasional (Aqli) semuanya mengklaim bahwa mereka yang paling benar diantara pemahaman kelompok yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pemahaman ini sudah terjadi dari sejak masa-masa keemasan islam, terutama pada tahun 70 Hijriyah dimana pada waktu itu muncul dua golongan besar yang mempertentangkan tentang takdir dan kekuasaan manusia dalam segala tindak tanduknya. Kedua golongan ini dikenal dengan istilah Qadariyah dan Jabariyah, dimana kedua golongan ini sama-sama mempertahankan pendapatnya masing-masing yang jauh bersimpangan diantara keduanya, bahkan kalau bisa dikatakan kedua golongan ini di ibaratkan langit dan bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kelompok yang satu mengatakan bahwa manusia tiada memilki daya dan upaya untuk menentukan nasibnya, semuanya tergantung pada takdir Tuhan, dan manusia tidak dituntut untuk mempertanggung jawabkannya, sedangkan kelompok lainnya berpendapat sebaliknya yaitu Tuhan tidak ikut campur dalam penentuan nasib manusia, melainkan tergantung sejauh mana usaha manusia itu untuk menentukan perjalanan hidupnya, namun demikian manusia dituntut untuk mempertanggung jawabkan segala apa yang telah ia perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pemikiran Islam dari jaman munculnya kedua kelompok ini sampai saat ini faham kedua kelompok ini terus saja menjadi perbincangan dikalangan ulama’ dan para pemikir kontenporer, hal ini kemungkinan besar adalah disebabkan kedua faham ini dianggap bertentangan dengan nash-nash syari’at walupun benar salahnya kedua pemahaman ini masih belum dapat dipastikan, hal ini diakibatkan karena perbedaan interpretasi dari teks-teks agama dan perbedaan teks-teks agama yang dijadikan dasar pijakan berfikir oleh masing-masing kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena hal tersebut penulis merasa tertarik untuk mendalami faham keduanya, namun dalam penulisan makalah ini penulis sengaja hanya memilih salah satu dari kedua aliran tersebut yaitu aliran Qadariyah, bagaiman latar belakang kemunculannya, faham-fahamnya dan penulis akan mencoba juga menganalisis pemikiran aliran ini, apakah faham-faham yang mereka cetuskan itu beriringan dengan nash-nash atau malah sebaliknya? Karena disadari ataupun tidak aliran Qadariyah sampai saat ini masih meringkuk dalam hati umat Islam yang hanya mengikuti kata akalnya saja, atau malah bersikap apatis terhadap faham-faham seperti ini.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berangkat dari hal tersebut diatas maka penulis memutuskan mengangkat judul “Analisis Kritis Terhadap Pokok-Pokok Pemikiran Qadariyah” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah &lt;br /&gt;Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan beberapa masalah yang akan dijadikan pokok pembahasan dalam penulisan makalah ini, diantaranya: &lt;br /&gt;1. Apa Yang dimaksud dengan Qadariyah &lt;br /&gt;2. Bagaimana latar belakang kemunculan aliran Qadariyah?&lt;br /&gt;3. Seperti apakah faham-faham qadriyah?&lt;br /&gt;4. Dapatkah kita menjadikan faham Qadariyah sebagai pijakan dalam kehidupan beragama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan &lt;br /&gt;Makalah ini adalah sebuah tulisan yang disusun dan direncanakan oleh penulis, hal ini menunjukkan bahwa ada tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penulisan makalah ini, tujuan-tujuan tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Mengetahui Esensi Qadariyah &lt;br /&gt;2. Mengetahui latar belakang kemunculan aliran Qadariyah &lt;br /&gt;3. Mengetahui Faham-Faham Qadariyah &lt;br /&gt;4. Menganalisis pokok-pokok pemikiran Qadariyah benar atau tidaknya pemahaman seperti ini menurut nash-nash agama atau malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Sekilas Tentang Qadariyah&lt;br /&gt;Secara etimologi kata Qadariyah berasal dari suku kata Qadara yang mempunyai arti kemampuan dan Kekuatan  adapun secra terminology “Qadariya” adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala perbuatan manusia tidak di intervensi oleh Tuhan  &lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa di sini penulis menggunakan istilah Qadariyah untuk orang-orang yang mendukung aliran “kebebasan kehendak manusia” demi mengikuti istilah yang dikenal di kalangan para ahli teologi Islam, seperti pada galibnya dimaksudkan dalam kebanyakan riwayat. Padahal kata Qadariyah ini kadang-kadang juga digunakan oleh sebagian ahli ilmul-kalam dan pada sebagian riwayat, guna menunjuk kepada kaum Jabariyah yang tidak mengakui kebebasan kehendak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling klaim ini mungkin diakibatkan oleh kata dasar yang digunakan dalam istilah Qadariyah, karena jika قدر yang dimaksud disini mempunyai arti berkuasa, maka Qadariyah adalah orang-orang yang percaya akan kebebasan manusia dalam menentukan jalan hidupnya, dan jika قدر  yang dimaksud disini adalah menentukan, maka Qadariyah berarti adalah orang-orang beranggapan bahwa manusia adalah makhluk pasif, semua yang dikerjakannya tergantung pada ketentuan Tuhan (takdir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, mereka semua, baik yang mendukung teori Jabariyah (determinisme takdir) yang menyatakan adanya kekuasaan takdir secara umum (menyeluruh), ataupun orang-orang yang mendukung teori kebebasan manusia dan penafian peran takdir dalam perbuatan-perbuatan manusia; menghindarkan diri dari sebutan Qadariyah ini, seraya menjuluki kelompok lainnya dengan nama tersebut. Rahasia sikap ini ialah adanya riwayat hadis Rasul saw. yang menyebutkan: “Kaum Qadariyah adalah Majusinya umat ini.” (H.R. Abu Daud)  Karena itu, kaum Jabariyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “kaum Qadariyah” ialah orang-orang yang mengingkari qadar (takdir) Ilahi, sementara lawan-lawan mereka berkata bahwa kaum Qadariyah ialah orang-orang yang mengembalikan segala sesuatu, harta perbuatan manusia, kepada qadha dan qadar. Namun penulis mengikuti kebanyakan ulama’ yang mengatakan, bahwa Qadariyah adalah kelompok yang menafikan keberadaan takdir akan setiap tindak tanduk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin penyebab lebih dikenalnya sebutan Qadariyah untuk para pengingkar takdir adalah :&lt;br /&gt;1. Tersebar luasnya mazhab Asy’ariyah, sehingga menjadikan kaum Mu’tazilah sebagai minoritas di hadapan kaum Asy’ariyah yang mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tuduhan adanya kesamaan antara kaum Qadariyah dengan penganut agama Majusi. Sebab, yang diketahui bahwa kaum Majusi membatasi takdir Ilahi hanya pada apa yang mereka namakan “kebaikan” saja, sedangkan “kejahatan” berada di luar takdir Ilahi, dan bahwa pelakunya adalah wujud setan pertama yang mereka namakan Ahriman .  &lt;br /&gt;Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Qadariyah. adalah orang-orang yang berpendapat menolak keberadaan takdir. Sehingga mereka meyakini bahwa hamba memiliki kehendak bebas dan kemampuan berbuat yang terlepas sama sekali dari kehendak dan kekuasaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mula-mula menfatwakan faham Qadariyah ini adalah Ma’bad al-Juhani dan Ghailan ad Dimasyqi. Ma’bad al-Juhani sendiri adalah seorang tabi’in generasi kedua sesudah nabi Muhammad yang pernah belajar bersama Wasil bin Atha (Imam kaum muktazilah) kepada Syaikh Hasan Basri di Basrah, sedangkan Ghailan Al-Damisyqi adalah penduduk kota Dimsyaq (Syiria), bapaknya adalah salah seorang yang pernah bekerja pada Khalifah Utsman Bin Affan. Ia datang ke Dimsyaq pada masa Khalifah Hisyam Bin Abdul Malik, salah seorang Khalifah Bani Umayyah yang berkuasa dari tahun 105 sampai 125 H.  selain sebagai seorang tokoh Qadariyah Ghailan juga adalah pemuka golongan Murji’ah dari kelompok Al-salihiah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan menurut al-Zahabi, Ma’bad adalah sorang tabi’ien yang baik tetapi ia kemudian bermain diranah politik dan memihak Abd. Rahman Ibn al-Asy’as Gubernur Sajistan, dalam menentang kekuasan dan system pemerintahan Bani Umayyah, dan pada saat pertempuran melawan Al-Hajjaj akhirnya Ma’bad mati terbunuh hal ini terjadi pada tahun 80 H.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal inilah yang memungkinkan Yusran Asmun berpendapat, bahwa munculnya pemahaman Qadariyah jika dipandang dari sudut pandang politik adalah sebagai isyarat menentang politik Bani Umayyah, hal ini dikarenakan kehadiran kelompok Qadariyah diwilayah kekuasaanya selalu mendapatkan tekanan, bahkan pada waktu Abdul Malik Bin Marwan memegang tampuk kekuasaan, kelompok ini bisa dikatakan lenyap sama sekali, tapi hanya untuk sementara, sebab dalam perkembangan selanjutnya pokok-pokok pemikiran ini kembali merebak saat munculnya kelompok Mu’tazilah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Setelah kematian sahabatnya, Ghailan meneruskan misi besarnya dalam menyebar-luaskan faham Qadariyah, hal ini kemudian mengundang reaksi keras dari kalangan pemerintah yang pada waktu itu dipimpin oleh Umar Bin Abd. Aziz. Setelah, Umar Bin Abd. Aziz meninggal Ghailan terus menyebarkan ajarannya, hingga akhirnya maut pun menjemputnya ketika pemerintah menjatuhkan hukuman mati padanya pada masa pemerintahan Hisyam Bin Abd. Malik (724-743 M.).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Rosihon Anwar &amp; Abdul Rozak berdasarkan penemuan dokumen W. Montogomy Watt yang ditulis oleh Hellmut Ritter dalam bahasa Jerman yang di-publikasikan melalui majalah Der Islam pada tahun 1933, faham Qadariyah terdapat pada kitab Risalah yang ditulis oleh Hasan Al-Basri untuk Khalifah Abdul Malik pada tahun 700 M. &lt;br /&gt;Namun demikian, kelompok ini diperkirakan muncul pada tahun 70 H. bertepatan dengan tahun 689 M.  adapun tempat yang menjadi markas dari penyebaran faham kelompok ini masih terjadi perselisihan pendapat diantara kalangan para sejarawan Islam, ada yang mengatakan di Irak dan ada yang mengatakan di Baghdad, kemungkinan kebenarannya sama-sama besar karena pada abad ke II dan ke III H. didua tempat inilah terjadinya pergolakan pemahaman.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Menurut Ibn Natabah Ma’bad al-Juhani dan Ghailan al-Damisyqi mengambil faham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam di Irak, kemudian kembali lagi ke agama asalnya, ia dikenal dengan nama Susan. Namun pandapat ini masih diragukan kebenarannya karena diyakini bahwa pendapat semacam ini hanyalah rekayasa orang-orang yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak setuju sama sekali dengan faham yang dibawa oleh kelompok ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian kedua pembesarnya, faham ini kembali berkembang pesat ketika munculnya golongan Mu’tazilah hal ini terbukti ketika salah seorang Imam Mu’tazilah, Ibrahim Sayar Al-Nazam (w. 211 H.) menyebar luaskan pemahaman ini ia menuai banyak simpati dari masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai saat ini -setelah lama tak terdengar- faham ini kembali merebak walaupun itu hanya sebatas ungkapan-ungkapan belaka seperti ungkapan “bagaimanapun juga tokh pada akhirnya manusia juga yang dapat menentukan nasibnya” dan lain sebagainya, yang menitik beratkan segalanya pada perbuatan manusia belaka. Hal ini mungkin disebabkan karena akal fikiran kebanyakan orang kerap kali dikuasai penuh oleh akal dan fikirannya, dan memang semua doktrin-doktrin yang dicetuskan oleh Qadariyah, semuanya bertumpu pada rasionalitas pemikiran manusia, walau pun sebagaimana diungkapkan diatas, pemikiran ini bukanlah tanpa pijakan, akan tetapi banyak sekali ayat yang mendukung akan rasionalisasi faham ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Doktrin-Doktrin Qadariyah&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Milal wa An-Nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan tentang doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehinggga perbedaan antara kedua aliran ini kurang begitu jelas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun demikian, sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa Qadariyah adalah kelompok yang menafikan takdir Tuhan, dalam artian bahwa manusia menciptakan perbuatannya sendiri dengan kodrat yang telah diberikan oleh Tuhan ketika mereka lahir kealam maya pada ini, Tuhan tidak ada sama sekali hubungannya dengan manusia sekarang, dan bahkan Tuhan pun tidak tahu akan apa yang akan dikerjakan oleh manusia, baru ketika manusia mengerjakannya baru pada saat itu Tuhan mengetahuinya.&lt;br /&gt;Adapun hubungan manusia dengan Tuhannya adalah masalah pahala dan siksa, dimana ketika manusia melakukan perbuatan yang baik maka Tuhan akan memberikannya pahala karena telah menggunakan qodrat yang telah diberikan-Nya pada sesuatu yang baik, sebaliknya Tuhan akan menghukum atau memberikan siksaan kepada manusia ketika ia melakukan perbuatan jelek karena telah menggunakan qodrat yang telah diberikan oleh-Nya pada sesuatu yang jelek .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Nasution menjelaskan pendapat Ghailan, sebagaimana dikutip oleh Rosihon Anwar &amp; Abdul Rozak, “bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya, manusia sendirilah yang melakukan perbuatan baik atas kehendak dan kekuasaannya sendiri, dan manusia sendiri pula yang mengerjakan  atau menjahui perbuatan jelek atas kemauan dan daya yang ia milki   pendapat Ghailan ini dipertahankan dihadapan Al-Awza’i ketika ia akan di eksekusi mati oleh pihak pemerintahan Hisyam Bin Abdul Malik, dimana pemerintah pada saat itu ingin mengetahui yang sebenarnya faham yang dibawa oleh tokoh Qadariyah ini, oleh karena itu diadakanlah perdebatan antara Ghailan dan Al-Awza’i.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah seorang pemuka Qadariyah yang lain, An-Nazam, mengemukakan bahwa manusia hidup mempunyai daya, ia berkuasa atas segala perbuatannya  &lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang ekstrim dan ada yang tidak. Namun yang tidak ekstrim ini menyatakan bahwa terjadinya perbuatan hamba bukan karena kehendak, kekuasaan dan ciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa penjelasan diatas dapat fahami bahwa doktrin Qadriyah pada dasarnya menyatakan bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun jahat. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak mendapat hukuman (siksa) atas kejahatan yang diperbuatnya. Dalam kaitan ini, bila seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga atau pun neraka kelak diakhirat itu suatu hal yang semestinya, karena apa yang telah ia kerjakan adalah murni atas kehendaknya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan, sebaliknya sungguh tidak pantas apabila manusia menerima siksaan apabila apa yang telah diperbuatnya bukan atas keinginannya sendiri, melainkan ada intervensi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faham takdir dalam pandangan Qadariyah bukanlah dalam pengertian takdir yang biasa dipakai oleh bangsa Arab pada waktu itu, yaitu faham yang mengatakan bahwa segala sesuatu berkenaan dengan manusia telah digariskan oleh yang Maha Kuasa, manusia hanya mampu untuk berperan sebagai pelaku dari garis-garis yang telah ditentu-kan oleh Tuhan sejak zaman azali. Dalam faham Qadariyah takdir itu adalah ketentuan Allah yang diciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya, sejak azali, yaitu hukum yang oleh Al-Qur’an biasa di istilahkan dengan sunnatullah  &lt;br /&gt;Faham yang diajukan oleh kelompok ini bukan hanya berdasarkan rasionalitas pemikiran saja akan tetapi ada nash-nash Al-Qur’an yang dijadikan sebagai penopang akan pendapatnya, diantarnya adalah:&lt;br /&gt;فمن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر ....................... (الكهف:٢٩)&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“……… Maka barang siapa yang mau berimanlah dia, dan barang siapa yang ingin kafir, biarkanlah ia kafir (Al-Kahfi: 29)&lt;br /&gt;Terlihat jelas dalam ayat ini menurut mereka bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada sekalian manusia untuk menentukan apakah ia mau beriman atau malah sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa manusialah yang menentukan arah hidupnya sendiri bukan Tuhan  dalam ayat yang lain disebutkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم ............. (الرعد: ۱۱)&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“sesungguhnya Allah tiada akan merubah keadaan satu bangsa, kecuali jika mereka mengubah keadaan mereka sendiri………” (Al-Ra’du: 11)&lt;br /&gt;Lihatlah dan perhatikan ayat ini! dimana menurut mereka. “Tuhan tidak kuasa dan bisa merubah nasib manusia kecuali kalau mereka sendiri yang merubahnya, kekuasaan Tuhan dalam soal ini tidak ada lagi, karena kekuasaan itu sudah diberikan secara penuh kepada manusia   ayat berikut ini pun dijadikan sebagai pijakan berfikir mereka &lt;br /&gt;ومن يعمل سوءا أو يظلم نفسه ثم يستغفرالله يجدالله غفورارحيما ومن يكسب إثما فإنما يكسبه على نفسه............. (ألنساء: ۱۱۱-۱۱۰)&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia meminta ampun kepada tuhan, niscaya akan diperolehnya, bahwasanya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang ¬, dan barang saiapa melakukan suatu dosa, maka sesungguhnya ia melakukannya untuk merugikan dirinya sendiri……… “(An-Nisa’: 110-111)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, kata mereka, bahwa manusia sendirilah yang membuat dosanya, bukan Tuhan, kalau Tuhan yang membuat dosa hamba-Nya tentulah Ia menganiaya hamba-Nya, dan ini mustahil karena sampai kapan pun Tuhan tidak mungkin bersifat aniaya  . Perhatikan juga ayat berikut!&lt;br /&gt;إنا هديناه السبيل إما شاكرا أو كفورا...... (الدهر:۳)&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan kepadanya, ada kalanya ia menjadi orang yang bersyukur dan adakalanya ia menjadi orang yang kufur (Ad-Dahr: 3) &lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa kafir atau syukur semuanya manusia yang berbuat Tuhan tidak ada sangkut pautnya sedikit pun akan semua itu  . Dan ayat terakhir ini pun demikian juga &lt;br /&gt;أو لما أ صابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنى هذا صلى قل هو من عند أنفسكم .... (ألـ عمران: ١٦٥)&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“Adakah patut, ketika kamu ditimpa musibah (pada Perang Uhud), padahal telah mendapat kemengan dua kali (pada Perang Badar) lalu kamu berkata: “dari manakah datangnya musibah itu?” katakanlah, “sebabnya adalah dari kamu sendiri” Ali-Imran: 165) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait ayat ini pun mereka berargumen, bahwa kekalahan kaum muslimin pada waktu peperangan Uhud itu semua diakibatkan oleh kelalaian dan kedurhakaan pasukan panah terhadap perintah Rasulullah saw., dimana mereka diperintahkan agar tidak meninggalkan tempat mereka walau apa pun yang terjadi, tapi karena tergiur akan harta rampasan perang mereka meninggalkan tempat mereka, hingga akhirnya pasukan musuh memporak-porandakan pasukan muslim pada waktu itu. hal ini pun menunjuk-kan bahwa kesalahan pada waktu itu sepenuhnya berada ditangan kaum muslimin (pasukan panah) tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit tentang faham yang dicetuskan oleh kelompok Qadariyah benar atau salahnya Tuhan jualah yang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Analisis Kritis Terhadap Doktrin-Doktrin Qadariyah&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, tentang faham-faham yang telah dihasilkan dari proses berfikir golongan ini, penulis rasa ada penting-nya apabila menelaah faham tersebut guna memastikan apakah memang betul bahwa aliran ini salah atau malah sebalkinya? Namun uraian dibawah ini bukanlah bisa di katakan benar, karena kemampuan orang jelas berbeda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum lebih lanjut dibicarakan tentang hal ini, baiknya kita kilas balik terlebih dahulu pada tahun dimana golongan ini muncul, saat munculnya aliran ini, tak urung menimbulkan tantangan keras dari masyarakat Arab pada waktu itu, ada beberapa alasan mengapa aliran ini begitu ditentang oleh bangsa Arab pada waktu itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bangsa Arab sebelum masuknya Islam adalah satu bangsa yang hidup sangat sederhana dan jauh dari ilmu pengetahuan, mereka selalu terpaksa mengalah pada ganasnya alam, panas yang menyengat, serta tanah dan gunungnya yang gundul, mereka merasa dirinya lemah dan tak mampu menghadapi kesukaran hidup yang ditimbulkan oleh alam sekelilingnya, yang kemudian faham ini dikenal dengan istilah Fatalisme (kepercayaan bahwa nasib menguasai segala-galanya) dan faham ini terus mereka pertahankan kendatipun mereka sudah memeluk agama islam, oleh karena itu ketika faham Qadariyah dikembangkan, mereka tidak dapat menerimanya karena dianggap bertentangan dengan doktrin Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kalangan pemerintah yang notabene penganut faham Jabariyah juga menentang mati-matian akan berkembangnya faham semacam ini, hal ini kemungkinan disebabkan ketakutan pemerintah pada saat itu pada aliran ini, mereka khawatir hadirnya faham ini akan mengerogoti kekuasaan mereka karena faham ini dianggap sesuai dengan dinamisasi dan daya kritis kebanyakan rakyat, yang pada gilirannya nanti rakyat akan menentang kebijakan-kebijakan pemerintah bahkan tidak menutup kemungkinan akan mampu menggulingkan kekuasaan mereka.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berkaiatan dengan pemahaman Qadariyah tentang hubungan manusia dengan tuhannya (dalam hal ini yang dimaksud adalah Takdir) timbul berbagai macam pertanyaan, seperti: jika memang manusia yang menciptakan perbuatannya sendiri lalu daya yang ia gunakan itu milik siapa dan siapa yang membuatnya? Kalau mungkin dijawab bahwa itu juga milik dan diciptakan oleh manusia, maka akan timbul pertanyaan lain, Apakah manusia sendiri yang mewujudkan perbuatannya ataukah daya Tuhan turut mempunyai bagian dalam mewujudkan perbuatan itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawaban untuk itu dapat diperoleh ketika seseorang mau berfikir keras tentang sifat kekuasaan dan kehendak Tuhan, dan bahwa Pencipta alam ini hanya satu yaitu Tuhan, jika tetap beranggapan bahwa segala tindak tanduk manusia diciptakan sendiri, berarti ada ribuan pencipta dipermukaan bumi ini, berarti semuanya adalah Tuhan.&lt;br /&gt;Faham ini pun seakan menunjukkan bahwa tuhan itu hanyalah dzat yang mau terima jadinya, tidak menentukan, tidak memeberikan kerangka, atau setidak-setidaknya mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh makhluk ciptaanya, Tuhan itu berarti pasif dan tidak mau tahu akan urusan makhluknya, jika demikian untuk apa Dia jadi Tuhan apabila tahunya hanya memberikan siksa dan pahala? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua metode untuk memahami pola hubungan kekuasaan Tuhan dengan perbuatan manusia  &lt;br /&gt;1. Pemahaman secara Syar’ie &lt;br /&gt;Kekuasaan Tuhan adalah mutlak atas semua yang dialami makhluk, termasuk perbuatan manusia. Dia berkehendak dan berbuat secara mutlak, maka tidak ada sesuatu apapun yang terjadi pada manusia muncul dari kekuatan manusia sendiri, Malainkan hanya dengan kehendak dan kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian segala pekerjaan manusia tidak diciptakan oleh manusia sendiri, melainkan diciptakan oleh Tuhan, sedangkan bersamaan dengan wujud perbuatan itu manusia memilki andil yang biasa disebut dengan kasab (usaha).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal ini maka keadilan Tuhan adalah apa yang dikehendaki dan diperbuat-Nya Dia menghukum masuk neraka dan memberi pahala masuk surga bukanlah dari daya upaya manusia akan tetapi mutlak sesuai dengan yang Ia kehendaki, akan tetapi tidak mungkin juga Allah dengan sembarangan menyiksa dan memberi pahala kepada makhluknya dengan tanpa alasan, itu namanya Tuhan ngaur, sembrono dan lain sebaginya padahal semua itu tidak mungkin dimilki oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Allah dikatakan adil dalam hal ini? Karena semua makhluk yang berpijak baik dibumi, laut, langit dan diantarnya adalah semuanya milik Tuhan, jadi apakah dapat disalahkan ketika seseorang menginfakkan harta miliknya sendiri? Tuhan pun demikian, Ia tidak akan dikatakan dzalim dengan apa yang telah di-perbuat untuk makhluk-Nya, karena semuanya adalah milik-Nya.&lt;br /&gt;Penjelasan tentang kekuasaan Allah akan segala tindak tanduk manusia di-perkuat dengan satu ayat: &lt;br /&gt;وما تشاءون إلا أن يشاء الله رب العالمين (التكوير:٢٩)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt; “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-Takwir:29)&lt;br /&gt;2. Pemahaman secara Haqiqi &lt;br /&gt;Tuhan adalah Dzat Yang Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa atas semua ciptaan-Nya, pengatur atas segala apa yang Ia ciptakan. Manusia dan perbuatannya adalah termasuk dari sekian ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehendak dan kekuasaan mutlak Tuhan, tidak berlaku sedikit-banyak, kecil-besar, baik-buruk, manfaat-bahaya, iman-kufur, bertambah-berkurang, menang-kalah, taat-maksiat, atau ingkar-setia, maka apa pun yang dikehendaki-Nya semua atas kehendak-Nya, atas kekuasaan mutlak-Nya pasti akan terjadi, dan apapun yang tidak dikendaki-Nya atas kekuasaan mutlak-Nya pasti tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan erat dengan kehendak dan kekuasaan mutlak oleh Allah, maka manusia hanya tercipta atas kehendak dan kekuasaan mutlak-Nya. Manusia hanya berbuat atas kehendak dan kekuasaan mutlak-Nya, tidak bisa lebih atau kurang. Perbuatan manusia itu istilahnya  مقدوربين قدرين(kemampuan diantara dua kemampuan). Tuhan menciptakan daya atau gerak pada diri manusia untuk melaku-kan suatu perbuatan hal ini disebut dengan satu kemampuan (قدر) sedangkan kekuasaan yang ada pada diri manusia disebut usaha (كسب) manusia, oleh karena itu perbuatan manusia terwujud atas dua kemampuan, yakni atas daya ciptaan Tuhan dan usaha ciptaan manusia, walaupun sebenarnya usaha (كسب) manusia itu hakikatnya adalah ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sebelum alasan-alasan rasional tadi muncul kepermukaan Al-Qur’an telah terlebih dulu menentang faham semacam ini, seperti ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;  والله خلقكم وما تعملون (ألصافات: ۹٦)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Dan Allah yang menjadikan kamu dan apa-apa yang kamu kerjakan” (Al-shaffat: 96)&lt;br /&gt;Secara ekspelisit Al-Qur’an telah memberikan informasi bahwa manusia dan semua yang dikerjakannya diciptakan oleh Allah&lt;br /&gt;  أينماتكونوا يدرككم الموت ولوكنتم في بروج مسيدة قلى وإن تصبهم حسنة يقولوا هذا من عندالله وإن تصبهم سيئة يقولوا هذه من عندك قل كل من عندالله فمالهؤلاء القوم لا يكادون يفقهون حديثا (النساء: ٧٨)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)." Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini pun Terlihat jelas bahwa semuanya, baik dan buruk adalah murni ciptaan Allah, tidak ada sangkut pautnya dengan manusia&lt;br /&gt;  ولا ينفعكم نصحي إن أردت أن أنصح لكم إن كان الله يريد أن يغويكم هو ربكم وإليه ترجعون (هود:۳۴)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (Huud: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini dikabarkan dengan jelas bahwa ketika Tuhan menghendaki sesuatu, maka hal itu pasti akan terjadi sekuat apapun usaha yang dilakukan manusia, akan tetapi tetap saja tidak kan mampu merubah ketetapan Allah. Orang yang memberi nasehat kepada orang lain agar supaya ia iman kepada Tuhannya, itu tidak akan berpengaruh pada ketetapan Tuhan bahwa orang itu telah ditentukan untuk menjadi sesat.&lt;br /&gt;  ماأصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها إن ذالك على الله يسير (ألحديد:۲٢)&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadiid: 22)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini secara jelas Allah memberikan informasi bahwa, semua yang terjadi pada diri setiap manusia sudah ditentukan sejak zaman azali. Dan masih banyak lagi ayat serupa yang menjelaskan tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa faham yang diusung oleh kelompok Qadariyah ini jelas bertentangan dengan syari’at walaupun mereka berargumen dengan menggunakan dali-dli syari’at pula, benar atau salahnya hanya Allah yang tahu, namun yang perlu diperhatikan adalah ketika faham ini diyakini dan dilakukan oleh manusia, ada manfaat yang bisa diambil dari itu semua, yaitu:  terbukanya pengetahuan-pengetahuan baru karena manusia diberi kebebasan berfikir dan  berbuat sesuai dengan apa yang ia kehendaki, sedangkan ketika faham jabariyah (faham sebaliknya) yang digunakan, maka tidak adanya semangat untuk lebih maju lagi, karena semua beranggapan, “usaha bagaimanapun tokh Tuhan yang menentukan” jadi manusia akan sulit mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Asumsi penulis mungkin tidak benar ketika pendapat kaum Qadariyah ini disalahkan sepenuhnya, karena ketika manusia dipasung dari sifat kebebasan berkreasi dan berkarya yang memang sudah menjadi fitrahnya, maka mana mungkin tugas besar yang diamantkan kepada manusia dapat terlaksana secara sempurna, intinya, semua yang ada dipermukaan bumi ini memang benar Tuhan yang menciptakan akan tetapi manusia diberi kebebasan untuk mengelola apa yang telah diberikan kepadanya, agar ia mampu menjalankan tugas mulya dari Penciptanya, kebebasan itulah yang biasa disebut dengan usaha (kasb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Pada tahun 70 hijriyah muncul golongan yang banyak menentang kebijakan-kebijakan pemerintah dan doktrin yang berlaku pada waktu itu, kelompok ini menentang pendapat yang menyatakan bahwa segala pekerjaan dan tindak tanduk manusia semuanya bergantung pada takdir, mereka berpendapat bahwa tuhan tidak tahu menahu tentang apa yang dikerjakan oleh makhluknya, semuanya tergantung pada manusia sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Faham ini pertama kali disebar-luaskan oleh Ma’bad al-Juhani dan Ghailan ad Dimasyqi, keduanya diyakini mendapatkan faham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam bernama Susan, namun pendapat ini oleh sebagian ulama’ ditentang karena dianggap hanya sebuah rekayasa dari orang-orang yang keberatan dengan faham ini.&lt;br /&gt;Faham ini jelas sekali mempunyai pijakan berfikir yang jelas, namun demikian tidak sedikit pijakan-pijakan lain yang menentang faham ini, jadi dengan demikian faham ini tidak bisa disalahkan pun tidak bisa dibenarkan, akan tetapi sebenarnya faham ini bisa kolaborasikan dengan pemahaman yang menentang faham ini (Jabariyah) yaitu semuanya memang Tuhan yang menetukan akan tetapi manusia juga memilki andil dalam perbuatannya yaitu usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran-Saran &lt;br /&gt;1. Hendaknya dalam menyikapi pemikiran ini kita harus menelaah nash-nash yang berhubungan dengannya agar bisa menentukan langkah yang benar. &lt;br /&gt;2. Berhati-hatilah dalam menyikapi satu pendapat yang bertolak belakang dengan pemahaman kita, karena tidak mudah menentukan penadapat yang benar dan pendapat yang salah.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt; Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an &amp; Terjemahnya, PT. Tanjung Mas Inti, Semarang, 1992&lt;br /&gt; http \www.wisdoms4all.com » Membincang Takdir Manusia [1].mht&lt;br /&gt; http://id.wikipedia.org/wiki/Qada&lt;br /&gt; Luice Ma’luf Al-Yusui’i, al-Munjid, Al-Khatatahulukiyah, Beirut, 1945.&lt;br /&gt; Rosihon Anwar, Drs, M.Ag., &amp; Abdul Rozak, Drs., M.Ag., Ilmu Kalam, Pusataka Setia, Bandung 2001 &lt;br /&gt; Sirajuddin Abbas, K.H., I’tiqad Ahlussunah wal-jama’ah, Pustaka Tarbiyah Baru, Jakarta, 2008.&lt;br /&gt; Syahrastani, Al-Syaikh, Al-‘Allamah, Al-Milal wa An-Niha, Dzar Al-Fikr, Beirut, Vol. I,  tt. &lt;br /&gt; Yusran Asmun, Drs., Pengantar Studi Sejarah kebudayaan dan Pemikiran Islam,  PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta 1996.&lt;br /&gt; Harun Nasution, Teologi Islam “Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, UI Press Jakrata 2002.&lt;br /&gt; Muhammad Asnawi Ridwan, Membela Sunni, Pustaka Amanah Grafika, Kendal, 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-6487097070242896641?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/6487097070242896641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/analisi-pemahaman-qadariyah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6487097070242896641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6487097070242896641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/analisi-pemahaman-qadariyah.html' title='Analisi Pemahaman Qadariyah'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-8761366805246033526</id><published>2009-05-12T08:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:38:07.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Konsep Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBiG1_AgkI/AAAAAAAAAEk/KNHn5VTbUAY/s1600-h/pimpin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBiG1_AgkI/AAAAAAAAAEk/KNHn5VTbUAY/s320/pimpin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341377027771499074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh : RauL, S.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Konsep kepemimpinan sudah ada sejak manusia itu diciptakan. Peran sebagai khalifah Allah di bumi menjadi sebuah bukti bahwa memang kepemimpinan itu harus ada dan diadakan. Dan inilah mungkin yang menjadi dasar bahwa secara simbolik manusia sering disebut sebagai makhluk yang suka berpolitik (zon politicon atau homo politicus).  Hanya saja, kepemimpinan bukan sebatas pemimpin dan yang dipimpin saja. Sistem, bentuk, dan konsep pemerintahan adalah bagian integral yang tidak bisa disimpulkan secara parsial, harus holistic dan komprehensif. Dan Islam sebagai sebuah agama dalam hal ini juga dituntut untuk bisa memberikan solusi atas tuntutan itu. Mulai dari dulu hal inilah yang selalu menjadi “bahan baku” dari pergulatan pemikir-pemikir Islam, bahkan dalam nuansa kontemporer menjadi lahan favorit para orientalis dan pengamat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berasal dari sumber yang sama, dari praktek kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat penerusnya (terlebih Khulafa’ al-Rasyidin), secara garis besar ada tiga typology tentang bagaimana konsep pemerintahan Islam itu. Yang pertama adalah konsep yang dicetuskan golongan Khawarij, sebuah kelompok sempalan dari pendukung Ali bin Abi Thalib, yang mempunyai interpretasi sangat teksbook terhadap Al-Quran. Bagi mereka, siapapun yang tidak berpijak pada Al-Quran mesti dibunuh. Sebaliknya, lelaki atau perempuan yang sanggup melaksanakan hukum-hukum Al-Quran berhak tampil sebagai pemimpin umat. Kelompok yang terkonotasi radikal ini tidak memandang keabsahan hukum apapun kecuali hukum Allah dalam kitab suci-Nya yang dipahami secara tekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah Syiah, yang menawarkan sistem pemerintahan yang khas, Imamah. Imamah tidak saja merupakan bentuk pemerintahan, tetapi merupakan rancangan Allah. Bagi mereka, sebuah negara wajib dipimpin oleh seorang Imam yang mempunyai kekuasaan mutlak. Syariah bagi mereka takkan berjalan dengan tanpa Imam. Karena Imamlah yang paling berhak menafsirkan tuntunan syariah. Dan setiap penafsirannya dipandang sebagai kebenaran absolut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang ketiga dikembangkan oleh golongan Sunni (Ahli Sunnah wa al-Jamaah), yang secara umum menawarkan konsep khilafah sebagai alternatif. Bagi mereka, umat harus bersatu dalam pemerintahan khalifah yang mempunyai kriteria tertentu. Bahkan pengangkatan seorang khalifah tidak bisa lepas dari pemilihan, hingga paham inilah yang paling dekat dengan nuansa demokrasi. Yang menarik, walau khalifah ini adalah pengganti Nabi, tetapi hanya dalam ranah kepemerintahan saja, bukan pada tugas kenabiannya. Dan dalam catatan sejarah, paham inilah yang menjadi mayoritas pemahaman umat Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, timbullah paradigma-paradigma baru tentang pemerintahan Islam. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kebudayaan Eropa. Ketika demokrasi, konstitusi, parlementer, dan lainnya sudah mulai dikenal, maka ketiga konsep besar tadi akan menjadi semakin dipertanyakan dan di kritisi, sebagai dampak logis dari interaksi antara keduanya, terlebih setelah kejatuhan Dinasti Ustmany di Turki awal abad ke 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelanjutannya, tidak ditemukan satupun negara Islam yang betul-betul menggunakan ketiga konsep tersebut. Bahkan Iran yang merupakan basis Syiah sekalipun sudah menjadi sebuah negara republik, walau dengan embel-embel Islam dibelakangnya. Lebih lanjut, semakin banyak pula yang berusaha merumuskan konsep pemerintahan Islam yang baru dan dinilai relevan dengan zaman yang tengah dihadapi, mulai dari yang beraliran konservatif hingga yang liberal, walau sebenarnya merupakan  hasil pengembangan dari ketiga konsep tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara sekian banyaknya konsep pemerintahan Islam yang ada, konsep yang diusung oleh Taqiyuddin an-Nabhani bisa dikatakan sangat menarik. Walaupun mempunyai kesamaan yang jelas dengan konsep Sunni, yang mengusung khilafah, an-Nabhani lebih spesifik dan “berani” dalam konsepnya. Beliau bukan hanya menawarkan sebuah jawaban atas eksistensi pemerintahan Islam ditengah dikotomi demokrasi dan otokrasi, teokrasi dan monokrasi, melainkan juga melangkah lebih jauh dengan menetapkan juga lini perlini dari pemerintahan Islam hingga bahkan pada tatanan yang paling bawah sekalipun. Akan tetapi, karena begitu detailnya konsep yang ditawarkan oleh Taqiyuddin an-Nabhani tentang sistem pemerintahan Islam, maka dalam makalah ini hanya akan dibahas beberapa point yang dianggap mampu mengakomodir keseluruhan permasalahan, sekaligus yang menjadi “lahan” konflik para pemikir sistem pemerintahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar dan tidaknya, relevansi dan implementasinya, apa yang di gagas oleh pendiri Hizbut Tahrir ini menarik untuk ditelaah dan dikritisi kembali, guna menemukan, atau paling tidak “meraba” seperti apa konsep pemerintahan Islam itu sebenarnya (walaupun nantinya akan tetap dikatakan nisbi), sebagai manifestasi dari perkataan Umar ibnu Khattab ribuan tahun lampau:&lt;br /&gt;Islam takkan ada tanpa sebuah kekuatan, dan kekuatan takkan pernah ada tanpa kepatuhan, dan kepatuhan takkan ada tanpa jemaah (organisasi), jemaah takkan pernah ada tanpa pemerintahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Bertolak dari paparan diatas, rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Bagaimana konsep pemerintahan Islam menurut Taqiyuddin an-Nabhani?&lt;br /&gt;2. Bagaimana hukum penegakan pemerintahan Islam menurut Taqiyuddin an-Nabhani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TUJUAN PENULISAN&lt;br /&gt;Berbanding lurus dengan yang tersebut, penulisan makalah ini bertujuan untuk:&lt;br /&gt;1. Mengetahui konsep pemerintahan Islam menurut Taqituddin an-Nabhani&lt;br /&gt;2. Mengetahui hukum penegakan pemerintahan Islam menurut Taqiyuddin an-Nabhani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. BIOGRAFI&lt;br /&gt;Ada asumsi bahwa setiap pemikir merupakan produk zamannya. Artinya, gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh seorang pemikir pada dasarnya adalah hasil interaksi antara si pemikir dan lingkungan sosio-historis yang mengitarinya.&lt;br /&gt;Secara singkat biografi beliau dapat kita bagi dari berbagai aspek, dari nasab, pertumbuhan, baik biologis dan edukasinya, hingga aktivitas politiknya. Dan sebagaimana yang dipaparkan oleh Ihsan Samarah dalam Mafhum Al Adalah al Ijtima’iyah fi Al Fikri Al Islami Al Mu’ashir, halaman 140-151, dan hal. 266-267 , berikut adalah biografi singkat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Nasab : Beliau adalah Syaikh Muhammad Taqiyyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf An Nabhani, dinisbahkan kepada kabilah Bani Nabhan, yang termasuk orang Arab penghuni padang sahara di Palestina. Mereka bermukim di daerah Ijzim yang termasuk wilayah Haifa di Palestina Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pertumbuhan biologis dan edukasi : Syaikh An Nabhani dilahirkan di daerah Ijzim pada tahun 1909. Beliau mendapat didikan ilmu dan agama di rumah dari ayah beliau sendiri, seorang syaikh yang faqih fid din. Ayah beliau seorang pengajar ilmu-ilmu syari’ah di Kementerian Pendidikan Palestina. Ibu beliau juga menguasai beberapa cabang ilmu syari’ah, yang diperolehnya dari ayahnya, Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani. Beliau ini adalah seorang qadly (hakim), penyair, sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka dalam Daulah Utsmaniyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Syaikh Yusuf An Nabhani ini, beberapa penulis biografi menyebutkan : “(Dia adalah) Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad An Nabhani Asy Syafi’i. Julukannya Abul Mahasin. Dia adalah seorang penyair, sufi, dan termasuk salah seorang qadly yang terkemuka. Dia menangani peradilan (qadla’) di Qushbah Janin, yang termasuk wilayah Nablus. Kemudian beliau berpindah ke Konstantinopel (Istambul) dan diangkat sebagai qadly untuk menangani peradilan di Sinjiq yang termasuk wilayah Moshul. Dia kemudian menjabat sebagai ketua Mahkamah Jaza’ di Al Ladziqiyah, kemudian di Al Quds. Selanjutnya dia menjabat sebagai ketua Mahkamah Huquq di Beirut. Dia menulis banyak kitab yang jumlahnya mencapai 80 buah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pertumbuhan Syaikh Taqiyyuddin dalam suasana keagamaan yang kental seperti itu, ternyata mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidup beliau. Beliau telah hafal Al Qur’an seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu di bawah usia 13 tahun.Beliau banyak mendapat pengaruh dari kakek beliau, Syaikh Yusuf An Nabhani, dan menimba ilmu beliau yang luas. Syaikh Taqiyyuddin juga sudah mulai mengerti masalah-masalah politik yang penting, di mana kakek beliau mengalami langsung peristiwa-peristiwanya karena mempunyai hubungan erat dengan para penguasa Daulah Utsmaniyah saat itu. Beliau banyak menarik pelajaran dari majelis-majelis dan diskusi-diskusi fiqih yang diselenggarakan oleh kakek beliau, Syaikh Yusuf An Nabhani. Kecerdasan dan kecerdikan Syaikh Taqiyyuddin yang nampak saat mengikuti majelis-majelis ilmu tersebut telah menarik perhatian kakeknya. Oleh karenanya, kakek beliau begitu memperhatikan Syaikh Taqiyyuddin dan berusaha meyakinkan ayah beliau –Syaikh Ibrahim bin Musthafa– mengenai perlunya mengirim Syaikh Taqiyyuddin ke Al Azhar untuk melanjutkan pendidikan beliau dalam ilmu syari’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyyuddin menerima pendidikan dasar-dasar ilmu syari’ah dari ayah dan kakek beliau, yang telah mengajarkan hafalan Al Qur’an sehingga beliau hafal Al Qur’an seluruhnya sebelum baligh. Di samping itu, beliau juga mendapatkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri ketika beliau bersekolah di sekolah dasar di daerah Ijzim. Kemudian beliau berpindah ke sebuah sekolah di Akka untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Sebelum beliau menamatkan sekolahnya di Akka, beliau telah bertolak ke Kairo untuk meneruskan pendidikannya di Al Azhar, guna mewujudkan dorongan kakeknya, Syaikh Yusuf An Nabhani. Syaikh Taqiyyuddin kemudian meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama beliau meraih ijazah dengan predikat sangat memuaskan. Lalu beliau melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu beliau banyak menghadiri halaqah-halaqah ilmiyah di Al Azhar yang diikuti oleh syaikh-syaikh Al Azhar, semisal Syaikh Muhammad Al Hidlir Husain –rahimahullah– seperti yang pernah disarankan oleh kakek beliau. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama Al Azhar membolehkannya. Meskipun Syaikh Taqiyyuddin menghimpun sistem Al Azhar lama dengan Darul Ulum, akan tetapi beliau tetap menampakkan keunggulan dan keistimewaan dalam kesungguhan dan ketekunan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyyuddin telah menarik perhatian kawan-kawan dan dosen-dosennya karena kecermatannya dalam berpikir dan kuatnya pendapat seta hujjah yang beliau lontarkan dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah, yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga ilmu yang ada saat itu di Kairo dan di negeri-negeri Islam lainnya. Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani menamatkan kuliahnya di Darul Ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama beliau menamatkan pula kuliahnya di Al Azhar Asy Syarif menurut sistem lama, di mana para mahasiswanya dapat memilih beberapa syaikh Al Azhar dan menghadiri halaqah-halaqah mereka mengenai bahasa Arab, dan ilmu-ilmu syari’ah seperti fiqih, ushul fiqih, hadits, tafsir, tauhid (ilmu kalam), dan yang sejenisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam forum-forum halaqah ilmiyah tersebut, An Nabhani dikenal oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat terdekatnya dari kalangan Al Azhar, sebagai sosok dengan pemikiran yang genial, pendapat yang kokoh, pemahaman dan pemikiran yang mendalam, serta berkemampuan tinggi untuk meyakinkan orang dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah. Demikian juga beliau sangatlah bersungguh-sungguh, tekun, dan bersemangat dalam memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Aktivitas politik : Dalam hal ini an-Nabhani dikenal sebagai orang yang perduli pada masalah-masalah politik. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kakeknya, Syaikh Yusuf An Nabhani yang pernah terlibat diskusi-diskusi dengan orang-orang yang terpengaruh peradaban barat seperti Muhammad Abduh, para pengikut konsep pembaharuan, tokoh-tokoh freemansory, dan pihak-pihak lain yang merongrong dan membangkang terhadap Daulah Utsmaniyah. Hingga pada puncaknya beliau mendirikan Hizbut Tahrir pada tahun 1953 sebagai manifestasi dari pemikiran beliau. Dalam prinsip politiknya, beliau adalah orang teguh pendirian. Dalam khutbah-khutbah yang disampaikan pada acara-acara keagamaan di masjid-masjid, beliau selalu menyerang sistem-sistem pemerintahan di negeri Arab, dengan menyatakan bahwa semua itu merupakan rekayasa penjajah barat, dan merupakan salah satu sarana penjajah barat agar dapat terus mencengkeram negeri-negeri Islam. Semua ini ternyata membuat murka Raja Abdullah bin Al Hussain, lalu dipanggillah Syaikh An Nabhani untuk menghadap kepadanya, terutama karena khutbah yang pernah beliau sampaikan di Masjid Raya Nablus. Beliau disuruh hadir di suatu majelis lalu ditanya oleh Raja Abdullah mengenai apa yang menyebabkan beliau menyerang sistem-sistem pemerintahan di negeri-negeri Arab, termasuk juga negeri Yordania. Namun Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani tidak menjawab pertanyaan itu, dan malah berpura-pura tidak mendengar. Ini mengharuskan Raja Abdullah mengulangi pertanyaannya tiga kali berturut-turut. Akan tetapi Syaikh Taqiyyuddin tetap tidak menjawabnya. Maka Raja Abdullah pun naik pitam dan berkata kepada beliau,”Apakah kamu akan menolong dan melindungi orang yang kami tolong dan lindungi, dan apakah kamu juga akan memusuhi orang yang kami musuhi ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Syaikh Taqiyyuddin berkata kepada dirinya sendiri,”Kalau aku lemah untuk mengucapkan kebenaran hari ini, lalu apa yang harus aku ucapkan kepada orang-orang sesudahku nanti ?” Kemudian Syaikh Taqiyyuddin bangkit dari duduknya seraya berkata,”Aku berjanji kepada Allah, bahwa aku akan menolong dan melindungi (agama) Allah dan akan memusuhi orang yang memusuhi (agama) Allah. Dan aku amat membenci sikap nifaq dan orang-orang munafik !” Maka marahlah Raja Abdullah mendengarkan jawaban itu, sehingga dia lalu mengeluarkan perintah untuk mengusir Syaikh Taqiyyuddin dari majelis tersebut dan menangkap beliau. Dan kemudian Syaikh Taqiyyuddin benar-benar ditangkap! Namun kemudian Raja Abdullah menerima permintaan maaf dari beberapa ulama atas sikap Syaikh Taqiyyuddin tersebut lalu memerintahkan pembebasannya, sehingga Syaikh Taqiyyuddin tidak sempat bermalam di tahanan. Beliau lalu kembali ke Al Quds dan sebagai akibat kejadian tadi, beliau mengajukan pengunduran diri dan menyatakan ,”Sesungguhnya orang-orang seperti saya sebaiknya tidak bekerja untuk melaksanakan tugas pemerintahan apa pun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan diatas dapat kita simpulkan bahwa pola pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani tak bisa dilepaskan dari latar belakang keluarga, sosial dan sistem pemerintahan disekitarnya, dan juga interpretasi keilmuannya. Dan terlepas dari kebenaran interpretasi dan pemikirannya, beliau adalah tokoh yang prisnsipil dan konsisten akan komitmen dan pandangannya. Sebagaimana tokoh-tokoh besar dunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. BENTUK PEMERINTAH ISLAM&lt;br /&gt;Menurut Taqiyuddin an-Nabhani, bentuk pemerintahan Islam adalah versi Islam itu sendiri. Bukan mengacu pada Republik, Monarchi, Imperium, atau Federasi. Islam adalah Islam. Dengan segala kekhasan dan aspeknya, bentuk pemerintahan Islam sama sekali berbeda dari seluruh bentuk pemerintahan yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pemerintahan republik yang berdiri di atas pilar sistem demokrasi, yang kedaulatnnya ada di tangan rakyat, yang berarti rakyatlah yang memiliki hak untuk memerintah serta membuat aturan, termasuk hak untuk menentukan seseorang untuk menjadi penguasa dan juga memecatnya, dan rakyat juga berhak membuat undang-undang dasar serta perundang-undangan, sekaligus juga menghapus, mengganti dan mengubahnya dianggap tidak sesuai dengan bentuk pemerintahan Islam. Hal ini karena pemerintahan Islam berdiri di atas pilar akidah Islam, serta hukum-hukum syara’, bukan di tangan umat. Dalam hal ini, baik umat maupun khalifah tidak berhak membuat aturan sendiri. Karena yang berhak membuat aturan adalah Allah semata. Khalifah hanya berhak untuk mengadopsi (tabanni) hukum-hukum untuk dijadikan sebagai undang-undang dasar serta perundangan dari al-Quran dan al-Hadits. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mencolok lainnnya adalah bahwa dalam bentuk pemerintahan Islam umat memang berhak untuk mengangkat khalifah, tapi umat tidak berhak untuk memberhentikannya, selama khalifah tersebut masih berjalan dalam koridor syara’, walaupun seorang khalifah harus bertanggung jawab terhadap umat dan wakil-wakilnya. Khalifah boleh diberhentikan ketika dia melakukan hal-hal yang menyimpang dari syara’, yang menyebabkan dia harus diberhentikan. Akan tetapi yang berhak untuk menentukan pemberhentian itu hanyalah mahkamah madzalim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pemerintahan Islam juga bukan imperium (kekaisaran). Bahkan imperium amat jauh dari ajaran Islam. Dalam imperium, ada dikotomi antara ras dominan (pemerintah) dan ras lainnya. Sedangkan pemerintahan Islam menyamaratakan masyarakat terlepas dari asal suku dan rasnya. Bahkan Islam memberikan semua hak-hak rakyat dan kewajiban mreka kepada orang non Islam yang memiliki kewaganegaraan. Mereka mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana yang menjadi hak dan kewajiban umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Islam senantiasa memberikan hak-hak tersebut kepada masing-masing rakyat yang tidak diberikan kepada rakyat negara lain, meskipun muslim. Dalam Islam juga tidak ada wilayah-wilayah yang menjadi daerah kolonial, maupun lahan eksploitasi yang dikeruk oleh wilayah pusat. Semua wilayah dalam Islam dianggap sama, dalam hak dan kewajibannya, termasuk dalam hukum dan pemerintahannya.&lt;br /&gt;Menurut Taqyiddin an-Nabhani, pemerintahan Islam juga bukanlah sistem federasi, yang membagi wilayah-wilayahnya dalam otonomi-otonominya sendiri, dan bersatu dalam pemerintahan secara umum. Tetapi dalam pemerintahan Islam, semua daerah adalah satu, sebagaimana yang telah di sebutkan. Bahkan jika ada daerah yang mempunyai pendapatan kurang dari kebutuhannya, maka wilayah tersebut tidak akan dipaksa mengirimkan pendapatannya kepada pemerintah pusat, melainkan akan dibantu untuk mencukupi kebutuhannya, demikian sebaliknya. Itu berarti yang menjadi ukuran adalah besar tidaknya kebutuhan dari masing-masing daerah, bukan besarnya penghasilan yang di hasilkan daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, Taqiyuddin an-Nabhani berkeyakinan bahwa bentuk pemerintahan Islam bukanlah monarchi (kerajaan) . Dengan begitu ia juga tidak setuju terhadap konsep pemerintahan Dinasti-dinasti dalam Islam yang berlangsung selama ratusan tahun. Bahkan dalam buku pegangan Hizbut Tahrir, Sistem Pemerintahan Islam, dari Abdul Qadim Zallum hasil penyempurnaan dari buku berjudul sama dari an-Nabhani sendiri dengan jelas dikatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Mu’awiyah adalah sebuah bid’ah yang munkar. Bahkan dalam kelanjutannya tertulis tentang metode pembaiatan Yasid yang menggunakan kekerasan oleh Mu’awiyah sendiri . Dalam hal ini sepertinya pandangan Hizbut Tahrir sangat keras dan kritis terhadap Mu’awiyah dan sistem dinasti setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM&lt;br /&gt;Bagi an-Nabhani, sistem pemerintahan Islam hanyalah khilafah. Dan penegakan khilafah ini wajib bagi seluruh orang Islam. Khilafah sendiri adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke segenap penjuru dunia. Yang menarik, ia mengatakan bahwa term khilafah dan imamah adalah sama. Bahkan banyak hadits shahih yang menunjukkan bahwa dua kata ini memiliki konotasi yang sama. Tidak satu nash syara’ pun yang menunjukkan adanya konotasi yang berbeda, baik di dalam al-Quran dan al-Hadits.&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Negara Islam, an-Nabhani menerangkan dalil kewajiban penegakan khilafah ini dengan beristinbath pada al-Quran dan Hadits serta ijma’ para sahabat. Dalil itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menegakkan atau mengangkat khalifah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin. Tidak halal bagi muslim yang bermalam selama dua hari tanpa memberikan baiat kepada khalifah. Jika kaum muslimin menganggap sepi terhadap khalifah selama tiga saja, maka mereka semua dihukumi dosa sampai mereka berhasil menegakkan khalifah. Dosa mereka tidak akan gugur sampai mereka mencurahkan segenap upaya dan kekuatan untuk menegakkan khalifah dan mengarahkan aktifitas hingga berhasil mengangkat khalifah.&lt;br /&gt;Keharusan mengangkat khalifah ditetapkan dengan Kitabullah, sunnah Rasul, dan ijma' shahabat. Dasar yang diambil dari Kitabullah adalah perintah Allah pada Rasul agar menjalankan pemerintahan (hukum) Islam  di tengah kaum muslimin dengan apa-apa yang diturunkan-Nya kepadanya. Perintah-Nya tegas dan pasti. Allah berfirman: "Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang keadamu" (QS. Al-Maaidah: 48). Firman-Nya lagi: "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhdap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu" (QS. Al-Maaidah: 49). Khithab Allah pada Rasul ini adalah khithab untuk umatnya selama belum ada dalil yang mentakhshishnya (mengecualikannya). Dan, dalam konteks ini belum ada dalil yang mentakhshishnya. Dengan demikian, khithabnya untuk seluruh kaum muslimin adalah dengan keharusan mendirikan pemerintahan [Islam]. Mendirikan khalifah adalah mendirikan pemerintahan dan kekuasaan [Islam].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil sunnahnya adalah sabda Rasul seperti berikut: "Barangsiapa mati dan belum mengetahui (mengakui) imam (khalifah) zamannya, maka dia mati dalam keadaan mati jahiliah." Imam Ahmad dan Thabrani juga meriwayatkan: "Dan barangsiapa mati, sementara di lehernya tidak ada baiat, maka matinya adalah mati jahili." Dua perawi ini meriwayatkan dari hadits Mu'awiyah. Dalam shahihnya, Imam Muslim juga punya riwayat dari Ibnu Umar yang berkata, "Saya mendengar Rasul bersabda, 'Barangsiapa melepaskan tangan dari taat pada Allah, maka dia pasti akan bertemu Allah di hari kiamat dalam keadaan tidak punya hujjah. Dan, barangsiapa mati sementara di lehernya tidak ada baiat, maka matinya mati jahiliah.'" Hisyam bin 'Urwah meriwayatkan dari Abu Shalih dari Abuhurairah yang menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Setelahku akan menyusul para wulah yang memerintah kalian, lalu orang baik akan memerintah kalian dengan kebaikannya, dan orang yang cabul akan memerintah kalian dengan kecabulannya. Maka dari itu, dengarkanlah mereka dan taatilah dalam hal-hal yang sesuai dengan kebenaran. Jika mereka (para penguasa itu) berbuat baik, maka kebaikan bagi kalian. Jika mereka berbuat jahat, maka kebaikan untuk kalian dan tanggung jawab (dosa atas kejahatan itu) dibebankan pada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dasar ijma'nya adalah sikap politik para sahabat yang membuat keputusan yang paling penting setelah wafatnya Rasul. Keputusan politik itu diwujudkan dengan mengangkat seorang khalifah. Dalilnya adalah peristiwa politik riil yang shahih di rumah Saqifah bani Sa'idah. Demikian juga mengenai pengangkatan seorang khalifah baru setelah kematian setiap khalifah sebelumnya. Keharusan mengangkat seorang khalifah yang didasarkan pada ijma' shahabat dilangsungkan dan dinukil secara mutawatir. Pengangkatan ini sampai menjadikan khalifah sebagai kewajiban terpenting di antara kewajiban-kewajiban yang ada. Demikian itu dikatagorikan sebagai bentuk dalil yang qath'i dan bentuk kesepakatan para sahabat yang mutawatir atas dilarangnya umat kosong dari adanya khalifah di manapun dan kapanpun. Oleh karena itu, umat wajib mengangkat dan memberi kuasa pada seorang imam. Dengan demikian, seluruh umat semenjak wafatnya Rasul hingga hari kiamat kena khithab dalil-dalil di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian keharusan mengangkat khalifah sangat jelas. Kepastian pemahaman para sahabat atas kepastian keharusan ini juga sangat jelas. Kepastian yang jelas ini ditunjukkan dengan keputusan politik para sahabat yang mengakhirkan penguburan jenazah Rasulullah sampai mereka berhasil membaiat seorang khalifah untuk memimpin negara. Demikian juga tentang keputusan politik yang diambil Khalifah Umar bin Khaththab ra. di waktu mendekati kematiannya karena tikaman seorang budak. Melihat kondisi khalifah yang sangat kritis ini, kaum muslimin mendesak Umar ra. agar menentukan penggantinya, namun Umar ra. menolak. Lalu mereka mendesak Umar ra. hingga akhirnya khalifah memilih enam calon penggantinya. Khalifah Umar ra. membatasi pencalonan khalifah yang ditunjuknya hanya pada enam orang. Salah seorang dari mereka akan dipilih menjadi khalifah. Bahkan, Umar ra. tidak cukup dengan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberi batas waktu pemilihan. Umar ra. memberi limit waktu selama tiga hari dengan catatan, jika selama tiga hari belum ada kesepakatan mengangkat seorang khalifah, maka bunuhlah yang menentang. Kemudian dia mewakilkan tugas ini pada enam calon tersebut. Di samping sebagai para calon pengganti khalifah dan termasuk para pembesar sahabat, mereka ini juga bertindak sebagai tim formatur khilafah. Mereka adalah Ali ra., 'Utsman ra., Abdurrahman bin 'Auf ra., Zubair bin 'Awwam ra., Thalhah bin 'Ubaidillah ra., dan Sa'ad bin Abi Waqash ra. Jika saja salah seorang dari mereka ada yang tidak setuju atas pengangkatan seorang khalifah harus dibunuh, maka demikian itu menunjukkan adanya kepastian hukum untuk memilih seorang khalifah.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, an-Nabhani mengatakan bahwa pemerintahan Islam itu harus memenuhi beberapa klasifikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kaidah-kaidah pemerintahan dalam Negara Islam ada empat macam: khalifah yang diangkat hanya seorang, kekuasaan milik umat, wewenang kepemimpinan milik syara', dan pelegalisasian hukum-hukum syara' sebagai undang-undang negara hanya dilakukan oleh khalifah. Jika salah satu dari kaidah-kaidah ini kurang, maka pemerintahan tidak bisa disebut pemerintahan Islam, bahkan harus menyempurnakan seluruh empat kaidah ini. Asas dalam Negara Islam adalah khalifah, sementara unsur-unsur lainnya adalah pengganti atau teman diskusi khalifah. Dengan demikian, Negara Islam adalah khalifah yang menerapkan Islam. Khilafah atau imamah adalah wewenang mutlak dalam mengatur kaum muslimin. Khilafah bukan termasuk akidah, tetapi bagian dari hukum-hukum syara' karena kedudukannya sebagai bagian dari masalah-masalah furu'iyah yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. STRUKTUR NEGARA ISLAM&lt;br /&gt;Negara Islam berdiri di atas delapan struktur, yaitu: 1. Khalifah (kepala negara) 2. Mu’awin Tafwidh (pembantu khalifah bidang pemerintahan) 3.Mu’awin Tanfidz (pembantu khalifah bidang administrasi) 4. Amirul Jihad (panglima perang) 5. Wali (pimpinan daerah tingkat I) 6. Qadhi (hakim) 7. Mashalih Daulah (departemen negara) 8. Majelis Umat (lembaga wakil rakyat).  Jika negara berhasil menyempurnakan tujuh unsur ini, maka perangkat negara juga menjadi sempurna. Jika kurang salah satu darinya, maka perangkat negara juga kurang. Akan tetapi, negara (Negara Islam) masih tetap dikatakan eksis dan kekurangan salah satu unsur itu tidak membahayakan negara selama unsur khalifah masih ada. Karena khalifah adalah asas dalam Negara Islam. &lt;br /&gt;Berangkat dari urgenitas seorang khalifah, dan mengingat detailnya tujuh unsur lainnya, maka penekanan terhadap klasifikasi seorang khalifah dianggap mampu untuk mengcover keseluruhan permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah adalah orang yang mewakili umat dalam urusan pemerintahan dan kekuasaan serta menerapkan hukum-hukum syara’. karena Islam telah menjadikan pemerintahan dan kekuasaan tersebut menjadi milik umat.  Orang yang memimpin urusan kaum muslim tidak serta merta disebut khalifah, kecuali setelah ia di bai’at oleh ahlul halli wal aqdi yang ada pada umat dengan ba’iat in’iqad (bai’at pengangkatan) secara syar’i dengan ridha dan kebebasan memilih serta memenuhi syarat-syarat in’iqadhul khilafah (pengangkatan untuk menduduki kekhilafahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hendak di bai’at menjadi khalifah itu sendiri harus memenuhi tujuh syarat berikut:&lt;br /&gt;1) Muslim. Karena itu, khalifah secara mutlak tidak boleh diberikan kepada orang kafir. Dan hukum mentaati orang kafir itu tidak wajib. Karena Allah SWT berfirman dalam an-Nisa’ ayat 141 yang artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Laki-laki. Wanita tidak boleh menjadi khalifah. Hal ini konklusi dari hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah yang mengatakan: “Sungguh Allah telah memberiku manfaat dari kata-kata yang pernah kudengar dari Rasulullah pada saat perang Jamal (yang dipimpin oleh ‘Aisyah yang mengendarai unta) dan berperang di pihak mereka”. Lalu ia melanjutkan, “Ketika sampai berita kepada Rasulullah bahwa bangsa Persia telah mengangkat putrid Kisra sebagai Ratu, maka beliau bersabda: “Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan kekuasaan (pemerintahan) mereka kepada seorang wanita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Baligh. Tidak boleh anak-anak diangkat menjadi khalifah. Berdasarkan riwayat dari Imam Abu Dawud dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah bersabda: “Telah diangkat pena (tidak dibebankan hukum) atas tiga orang; anak kecil hingga mencapai akil baligh, orang yang tidur hingga bangun, dan orang gila sampai akalnya kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Berakal. Tidak sah orang gila menjadi khalifah. Hal ini komparatif dengan hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Adil. Yaitu, orang yang konsisten dalam menjalankan agamanya (bertaqwa dan menjaga muru’ah). Jadi tidak sah orang fasik diangkat menjadi khalifah. Adil adalah syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang hendak di angkat menjadi khalifah, bahkan adil menentukan keberlangsungan akad pengangkatannya. Sebab Allah telah mensyaratkan pada seorang saksi dengan syarat ‘adalah (adil). Dalam al-Thalaq ayat 2 Allah berfirman yang artinya: “Dan persaksikanlah dengan dua orang yang adil dari kamu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan seorang khalifah lebih tinggi daripada seorang saksi. Karena itu, tentu lebih utama dia memiliki syarat adil. Sebab kalau kepada seorang saksi saja ditetapkan syarat adil, apalagi bagi seorang khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Merdeka. Seorang sahaya tidak sah menjadi khalifah. Hal ini karena dia adalah milik tuannya, lalu bagaimana mungkin dia mengurusi urusan orang lain, padahal dia sendiri tidak berkuasa atas diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Mampu melaksanakan amanat khalifah. Sebab hal ini termasuk syarat yang dituntut oleh bai’at. Jadi tidak sah bai’at kepada seseorang yang tidak sanggup untuk mengemban urusan umat (amanat khalifah) berdasarkan Kitab dan Sunnah. Karena berdasarkan keduanyalah ia di bai’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain syarat in’iqad diatas, sebetulnya masih ada syarat lain, hanya saja syarat tersebut hanya bersifat afdhaliah (keutamaan) saja, seperti yang berasal dari suku Qurays dan sebagainya . Yang walaupun itu tidak terpenuhi, tetap tidak mengurangi legitimasi dari khalifah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komparatif dengan data di atas, pengangkatan seorang khalifah itu tidak terfokus pada sosok atau personal dari calon khalifah. Melainkan juga berkorelasi pada proses pengangkatan khalifah itu. Dan menurut Taqiyuddin an-Nabhani, pembai’atan khalifah itu dikatakan sah jika dilakukan oleh mayoritas wakil umat yang mewakili sebagian besar umat Islam yang berada di bawah kekuasaan khalifah sebelumnya. Sedangkan maksud pemilihan khalifah adalah untuk mengganti kedudukan khalifah sebelumnya sebagaimana yang terjadi pada masa Khulafa al-Rasyidin.hal ini karena mengambil dari ibrah atau metode yang diaplikasikan oleh para sahabat dalam suksesi kepemimpinan pasca meninggalnya Rasulullah hingga pada masa Ali bin Abi Thalib, yang memang dengan persetujuan umum walaupun dengan metode yang berbeda-beda. Pada saat itu, bai’at mereka menjadi bai’at in’iqad. Adapun setelahnya bai’at in’iqad tersebut terlaksana maka bai’at yang telah dilakukan oleh selain wakil tersenut adalah bai’at taat, yaitu bai’at untuk melaksanakan perintah khalifah, jadi bukan bai’at untuk mengangkat khalifah. Cara ini berlaku ketika seorang khalifah meninggal dunia atau diberhentikan, dan hendak diangkat khalifah baru sebagai penggantinya. Adapun dalam keadaan vakum, tidak ada khalifah sama sekali, yaitu keadaan di mana kaum muslimin diwajibkan mengangkat seorang khalifah, sebagaimana keadaan ketika runtuhnya khilafah Islam di Istanbul tahun 1924 sampai hari ini, maka setiap negeri dari seluruh dunia Islam wajib membai’at seorang khalifah dan menegakkan khilafah. Namun apabila salah satu negeri Islam tertentu telah membai’at seorang khalifah secara prosedural dan sah, maka seluruh kaum muslimin wajib membai’at khalifah itu dengan bai’at taat. Dalam hal ini tidak dibedakan, apakah negeri tersebut adalah negeri yang besar seperti Mesir, Turki, Indonesia atau negeri kecil seperti Yordania, Tunisia atau Lebanon, selama negeri itu memenuhi empat syarat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kekuasaan negeri itu harus independen, hanya bersandar pada kaum muslimin, bukan kepada salah satu negeri kafir atau di bawah pengaruh orang-orang (negara-negara) kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Keamanan bagi kaum muslimin di negeri itu adalah keamanan Islam bukan keamanan kufur. Artinya pemeliharaan keamanan mereka dari gangguan luar dan dalam negeri berasal dari kekuatan kaum muslimin sebagai kekuatan Islam semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Negeri tersebut segera menerapkan Islam secara serentak dan menyeluruh, serta segera mengemban dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Khalifah yang dibai’at harus memenuhi syarat-syarat in’iqad, meskipun tidak memenuhi syarat afdhaliah (keutamaan), karena yang menjadi patokan adalah syarat-syarat in’iqad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumitnya klasifikasi menjadi khalifah itu memang berbanding lurus dengan kewenangan yang dimiliki. Karena memang hanya khalifahlah yang menjadi pemimpin tunggal seluruh umat Islam di dunia ini. Walau secara umum khalifah taj ubahnya seorang muslim biasa dengan segala hak dan kewajiban yang sama, tetap saja khalifah mempunyai ruang lebih dalam preogratifnya. Dalam ini an-Nabhani merumuskannya kedalam enam item berikut:&lt;br /&gt;1) Menjadikan hukum-hukum syara’ yang dia adopsi wajib dilaksanakan.&lt;br /&gt;2) Penanggung jawab politik dalam dan luar negeri sekaligus&lt;br /&gt;3) Yang berhak menerima dan menolak duta-duta asing, serta mengangkat dan memberhentikan duta-duta kaum muslimin.&lt;br /&gt;4) Yang berhak mengangkat para mu’awin dan wali. Mereka semua bertanggung jawab kepada khalifah, sebagaimana mereka semua harus bertanggung jawab kepada majelis umat&lt;br /&gt;5) Yang mengangkat dan memberhentikan kepala pengadilan, dirjen-dirjen departemen, panglima perang, kepala staf serta para komandan yang membawa panji-panjinya. Mereka semuanya bertanggungjawab kepada khalifah, dan tidak perlu bertanggung jawab kepada majelis umat.&lt;br /&gt;6) Yang berhak mengadopsi hukum-hukum syara’. dengan berpegang kepada hukum-hukum itu, disusunlah anggaran pendapatan dan belanja negara.&lt;br /&gt;Dari seluruh paparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sistem Pemerintahan Islam menurutTaqiyuddin an-Nabhani adalah khilafah dengan khalifah sebagai kartu trufnya. Dan wajib hukumnya bagi seluruh umat Islam menegakkan kekhilafahan ini. Dan jika pada salah satu negara Islam hal itu telah di lakukan, dan sesuai dengan prosedur yang di gariskan, maka wajib bagi seluruh umat Islam untuk membai’at terhadap khalifah tersebut, walaupun berasal dari negeri yang kecil dan minoritas. Adapun hal-hal lainnya lebih kepada permasalahan tekhnis dan dianggap mampu untuk di integrasikan kedalam paparan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Dikalangan pemikir Islam terdapat dua garis aliran: yang satu mengatakan bahwa negara merupakan instrumen kekuasaan untuk menegakkan syariat Allah, sementara yang lain, menafsirkan bahwa negara hanyalah instrumen politik untuk menegakkan etika Islam yang bersifat universal.  Dalam hal ini, Taqiyuddin an-Nabhani jelas berada pada kelompok yang pertama. Menurutnya, pemerintahan Islam adalah Islam itu sendiri, bukan demokrasi, republik, imperium, atau federasi. Dalam hal ini beliau berbeda pendapat dengan banyak pemikir Islam yang mengasumsikan pemerintahan Islam sebagai pemerintahan yang bercorak demokrasi, berlandaskan apa yang dilakukan para sahabat pasca wafatnya baginda Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal itu, demokrasi dipandang dari sisi historis ternyata mempunyai arti yang berbeda-beda. Di “Barat” demokrasi diberikan arti seperti yang diberikan revolusi Prancis, yaitu suatu istilah yang menunjukkan prinsip persamaan hak warga negara dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi, serta adanya hak pengawasan bagi mereka melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat yang anggotanya dipilih oleh setiap warga negara yang telah dewasa dengan suatu aturan “one man one vote”. Pengertian ini kemudian berkembang lagi mencakup hak dari warga negara untuk memutuskan suatu perkara dengan suara terbanyak (voting).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, pengertian seperti ini sebenarnya berbeda dengan konsep awal yang digunakan oleh penemu istilah ini, orang-orang Yunani Kuno.  Bagi bangsa Yunani kuno, demokrasi adalah “pemerintahan dari rakyat untuk rakyat” yang diaplikasikan dalam suatu bentuk pemerintahan oligarki. Oligarki adalah suatu pemerintahan yang dipegang oleh elite tertentu dan tidak mencakup (wakil) seluruh rakyat. Hal ini karena dalam negara-negara yang pernah ada pada zaman mereka, istilah “rakyat” berarti warga negara yang merdeka, yang tidak sampai sepersepuluh dari populasi. Sedangkan yang lainnya golongan budak dan sahaya yang tidak memiliki hak dalam kewarganegaraan.  Di Amerika Serikat sendiri, sebagai sebuah negara yang selalu mengklaim sebagai negara paling demokratis ternyata memiliki sistem pemerintahan paling rumit. Konstitusi mereka pun sampai pada tahun 1971 telah mengalami 26 kali amandemen.  Dalam dua kali pemilu terakhir, Al-Gore dan John F Kerry yang jelas-jelas mendapatkan dukungan rakyat lebih banyak dari George W Bush Jr ternyata tidak berhasil menjadi presiden karena sistem pemilihan distrik. Lalu Megawati Soekarno Putri yang walaupun partainya menjadi pemenang dominan dalam pemilu 1999 harus menjadi wakil presiden karena sistem pemilihannya masih diwakilkan kepada anggota MPR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari analogi diatas, apakah suksesi yang dilakukan oleh para sahabat dari periode Abu Bakar pasca wafatnya Rasulullah hingga Ali bin Abi Thalib bukan merupakan sebuah pemilihan yang demokratis, walaupun dengan format dan prosedur yang berbeda? Bukankah antara demokrasi Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia juga di anggap berbeda? Atau mungkinkah demokrasi itu ada dalam Islam tapi Islam bukan yang demokratis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husain Haikal memandang bentuk pemerintahan Islam sejalan dengan sistem demokrasi. Akan tetapi, yang dimaksudkan Haikal dengan demokrasi di sini berbeda dengan demokrasi barat. Ia menegaskan bahwa meskipun ada kesamaan antara demokrasi Islan dan barat, tetap ada perbedaan yang mendasar. Perbedaan ini antara lain disebabkan berbagai faktor, mulai latar belakang historis, sosio-kultural, sampai ekonomi. Sistem demokrasi barat menurut Haikal mengacu kepada prinsip pengakuan hak-hak manusia yang berasal dari tiga tuntutan revolusi Prancis, yaitu kebebasan, persamaan, dan persaudaraan. Demokrasi Islam mengacu pada prinsip-prinsip dasar Islam bagi pengelolaan hidup bernegara, yaitu prinsip persaudaraan, persamaan dan kebebasan yang ketiganya mengacu pada ajaran tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Ahmad Syauqi al-Fanjari memperkuat penyataan adanya afinitas di antara demokrasi dan Islam sebagai berikut:&lt;br /&gt;…apa yang disebut kemerdekaan di Eropa adalah persis apa yang didefinisikan oleh agama kita sebagai keadilan (‘adl), hak (haq), musyawarah (syuro) dan persamaan (musawat)… Ini disebabkan karena aturan-aturan kemerdekaan dan demokrasi terdiri dari pemberian keadilan dan hak kepada rakyat, dan peran serta bangsa dalam menentukan nasibnya sendii. Padanan kemerdekaan dalam Islam adalah kebaikan budi dan kasih saying (rahmah) dan padanan demokrasi adalah saling mengasihi (tarahum). Dalam al-Quran Muhammad diperintahkan untuk menunjukkan kelembutan dan sikap pemaaf dan di dalam ayat yang sama dia diperintahkan agar bermusyawarah dengan kaum muslimin dalam urusan-urusan kemasyarakatan. Diriwayatkan bahwa Muhammad telah mengatakan bahwa Allah “telah menganugerahkan musyawarah sebagai rahmat bagi umatnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian pendapat diatas, yang menjadi pokok permasalahan adalah term demokrasi. Dalam hal ini antara an-Nabhani dan Haikal misalnya, mempunyai interpretasi berbeda tentang esensi dari demokrasi. Ketidaksenangan an-Nabhani pada term demokrasi bisa dimaklumi jika kita melakukan flash back terhadap biografi seorang an-Nabhani. An-Nabhani yang hidup pada masa awal hingga pertengahan abad ke 20 yang memang merupakan masa intens dari benturan pemikiran Barat dan Timur (Islam), yang diwarnai kejatuhan Dinasty Ustmani, yang mana kakek an-Nabhani menjadi seorang Qhadi dan berpengaruh di dalamnya, turut mewarnai corak pemikirannya. Pada masa itu juga dikotomi antara Barat dan Islam masih sangat kental, sehingga hadits “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di antaranya” di anggap sangat relevan dalam banyak aspek. Di Indonesia saja, pada masa-masa itu, banyak kiai yang tidak mau menggunakan celana, baju motif kotak dan perangkat lainnya yang merupakan “trade mark” orang-orang kafir. Berbanding lurus dengan itu, Husain Haikal sendiri merupakan pengikut Muhammad Abduh, yang lebih toleran dan modern dalam interaksinya dengan pemikiran Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari berbagai analisa di atas, sistem pemerintahan Islam dari satu sisi adalah demokratis, atau paling tidak kental dengan corak demokrasi. Walaupun sifatnya relatif, karena interpretasi dari esensi demokrasi sendiri, dalam al-Quran Surah al-‘Imron ayat 159 telah disebutkan tentang musyawarah, yang merupakan satu hal paling mudah untuk menjelaskan inti dari demokrasi. Arti dari ayat tersebut:&lt;br /&gt;“Maka di sebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebagian wasiatnya, Umar ibnu Khattab berkata: “Sesungguhnya tiada nasab antara Allah dan seseorang kecuali mematuhi-Nya. Maka manusia itu, mulya dan kedudukannya dalam Dzat Allah adalah sama” Lalu terhadap khalifah sesudahnya beliau berwasiat: “Jadikanlah manusia itu sama….” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemerintahan selanjutnya (Dinasti Umayah) corak pemerintahan itu berubah menjadi sistem kerajaan turun temurun (monarchiheridites) . Hal inilah yang menjadi sebuah kontroversi berkepanjangan dari internal umat Islam sendiri. Karena yang meletakkan hal itu pertama kali adalah seorang sahabat Nabi terkemuka, yang sekaligus menjadi salah satu sekretaris Nabi, Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Dan dari inilah pemikir barat cenderung menganggap bahwa Islam itu identik dengan kerajaan atau imperium, yang jauh sekali dari nuansa demokrasi. De factonya, sistem monarki ini berlangsung begitu lama, sehingga menjadi kewajaran jika stigma seperti itu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nabhani dalam hal ini dengan tegas mengatakan bahwa sistem pemerintahan Islam yang sebenarnya adalah bukan monarki, bahkan apa yang telah dilakukan oleh Mu’awiyah adalah bid’ah munkar. Dalam hal ini biasanya kalangan Islam konservatif cenderung “tidak berani” untuk menjustifikasi Mu’awiyah dikarenakan beliau adalah seorang sahabat. Sebagaimana yang diterangkan dalam al-Quran Surah at-Taubah ayat 100 yang berarti:&lt;br /&gt;“Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha pada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, golongan Sunni dalam konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah mempunyai semboyan “Kami tidak berkomentar tentang apa yang terjadi antara para sahabat”. Hal inilah yang membedakan antara an-Nabhani dengan kebanyakan pemikir Islam klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menggunakan pendekatan teologis, sebenarnya perlu di tanyakan apakah ayat di atas betul-betul menutup pintu untuk “mempertanyakan” tentang perbuatan sahabat. Dalam hal ini, ketika umat Islam bersiap-siap berangkat menuju Makkah dalam fathu Makkah, Hatib bin Abi Balta’ah mengirim sepucuk surat di tangan seorang wanita bernama Sarah dan diberi upah supaya surat itu disampaikan kepada Quraisy. Isi surat itu mengabarkan bahwa Nabi Muhammad sedang mengadakan persiapan untuk menghadapi mereka. Nabi pun menyuruh Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam mengejar Sarah. Lalu kemudian surat yang disembunyikan di dalam rambut itu diambil dan di berikan kepada Nabi. Ketika di panggil oleh Rasulullah, Hatib berkata: “Rasulullah, demi Allah saya tetap beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah. Sedikit pun tak ada perubahan pada diri saya. Saya tidak punya hubungan keluarga atau kerabat dengan mereka, tetapi saya punya seorang anak dan keluarga di tengah-tengah mereka. Saya berbuat itu hanya hendak menenggang mereka”. Setelah itu Umar ibnu Khattab meminta idzin untuk memenggal leher Hatib, akan tetapi Rasulullah melarangnya dan bersabda: “Dari mana anda tahu itu, Umar. Mudah-mudahan Allah sudah menempatkan dia sebagai orang-orang Badr ketika terjadi perang Badr”. Dan de factonya Hatib bin Abi Balta’ah memang ikut perang Badr.  Yang menjadi point adalah, Hatib bin Abi Balta’ah adalah seorang sahabat yang mengikuti perang Badr, yang mendapat janji keistimewaan, akan tetapi apakah perbuatannya itu bukan merupakan kesalahan? Dan apakah para sahabat itu memiliki sifat ma’shum (tidak melakukan maksiat) sebagaimana para Nabi? Dan apakah ke-ridha-an Allah itu tidak bisa terjadi setelah perbuatan yang salah dari mereka, sebagaimana Rasulullah memaafkan Hatib bin Abi Balta’ah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monarki dengan kekuasaan absolutnya sepertinya memang tidak cocok dengan Islam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda pada orang A’raby yang gemetar kepadanya “Ringankanlah padamu, aku bukanlah raja, aku hanyalah anak laki-laki dari perempuan quraisy yang memakan dendeng”. Lalu hadits yang diriwayatkan oleh Abi Dawud dari Abdullah bin Yasr “Sesungguhnya Allah menjadikanku hamba yang mulya, dan Allah tidak menjadikanku diktator yang keras kepala”. Dan perkataan Umar ibnu Khattab pada manusia “Demi Allah aku bukanlah raja yang Menjadikan kalian dengan kekuasaan dan keotoriteran, aku bukanlah siapa-siapa melainkan sebagian dari kalian. Tempatku (manzilah) dari kalian adalah seperti tempat wali anak yatim dari yatim itu sendiri dan harta bendanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Umar bin Abdul aziz, khalifah “penyelamat” Bani Umayyah yang terkenal adil ketika selesai dilantik (bai’at) dihaturkan kepadanya kendaraan resmi khalifah, menolak dan meminta kendaraannya sendiri, kemudian berkata “Aku hanyalah seorang lelaki dari golongan manusia”. Kemudian setelah itu beliau berjalan berbaur dengan manusia hingga masuk masjid. Kemudian beliau naik mimbar dan berkhutbah yang di antaranya: “Aku bukanlah seorang qadhi, akan tetapi pelaksana. Aku bukanlah seorang pembuat-buat (bid’ah), melainkan pengikut. Dan aku bukanlah yang terbaik di antara kalian, hanya orang yang paling berat tanggungannya”. Kiranya hal itu sudah bisa menjawab dengan komprehensif dan holistic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitanya, Sistem monarki yang diterapkan Dinasti-dinasti setelah itu mempunyai kelemahan laten yang sangat nyata, sistem seperti itu membutuhkan kompetensi dan kapabilitas dari sang pemimpin. Jika pemimpin tidak mempunyai keduanya, maka akan goyahlah kepemerintahan itu. Hal ini dapat dibuktikan dari realitas sejarah tentang keruntuhan Dinasti-dinasti Islam dikarenakan lemahnya pemimpin mereka, sebagaimana kehancuran Louis XIV, yang berprinsip, “Negara adalah saya”.  Hal ini sepertinya selaras dengan aksioma Lord Action, “power tends to corrupt but absolute power corrupt absolutely”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sistem republik dan federasi, tak bisa lepas dari sistem monarki dan demokrasi. Montesquieu membagi pemerintahan ke dalam tiga bentuk, pertama; republik, dan dibagi menjadi dua pula. Yakni demokrasi dan aristokrasi, kedua; monarki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; despoitisme.&lt;br /&gt;Dalam konsep an-Nabhani, khalifah menjadi sebuah harga mati. Keberadaannya merupakan elemen penting dari sistem pemerintahan Islam. Dan kedudukannya adalah sebagai pengganti daripada Rasulullah dalam bidang pemerintahan, bukan kenabian. Walaupun mempunyai beberapa keistimewaan, khalifah secara global tetap saja sama dengan masyarakat umum dalam hak dan kewajibannya. Konsep ini mempunyai banyak penentang. Yang menjadi titik perbedaan adalah interpretasi terhadap pola pemerintahan Nabi dan sahabat sesudahnya, sebagaimana yang telah di sebutkan dalam awal bab. Dan makalah ini memang tidak ditargetkan untuk membahas masalah itu secara komprehensif, karena membutuhkan waktu dan konsentrasi yang lebih. Terlepas dari kebenaran interpretasi an-Nabhani terhadap teks-teks agama, seorang pemimpin mestinya memang harus seperti itu. Stogdill setelah melakukan analisis menyimpulkan sejumlah ciri yang lebih konsisten menandai pemimpin yang lebih efektif. Tanda-tanda itu mencakupi:&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rasa tanggung jawab&lt;br /&gt; Mementingkan penyelesaian tugas&lt;br /&gt; Energi&lt;br /&gt; Ketegaran&lt;br /&gt; Pengambilan resiko&lt;br /&gt; Keaslian&lt;br /&gt; Percaya diri&lt;br /&gt; Kemampuan mengendalikan stress&lt;br /&gt; Kemampuan mempengaruhi&lt;br /&gt; Kemampuan mengkordinasi upaya orang lain dalam pencapaian tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita mengamati dengan sungguh-sungguh, pola kepemimpinan Nabi dan Khulafa’ al-Rasyidin beserta Umar bin Abdul Aziz sepertinya sama dengan kriteria diatas. Dan memang pemegang puncak kepemimpinan itu harusnya cuma ada satu, terlepas dari sistem dan pola kepemimpinannya. Karena memang sebagai makhluk sosial manusia itu membutuhkan keberaturan dan ketertiban, dan itu tidak akan terwujud tanpa adanya “ke-esaan” pemimpin. Mungkin inilah yang di inginkan oleh Ibnu Taimiyah dalam pernyataannya yang terkenal: “Enam puluh tahun berada di bawah penguasa yang zalim jauh lebih baik ketimbang terjerat dalam situasi yang anarkhis” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang klasifikasi seorang khalifah dan tekhnis lainnya, hal itu sudah terback-up oleh paparan di atas. Hanya saja yang menarik untuk lebih di analisa kembali adalah masalah gender di klasifikasi khalifah itu, yang berarti menutup pintu bagi wanita untuk menjadi khalifah. Dalam hal ini, an-Nabhani dan para mayoritas pemikir Islam selalu mengacu pada hadits Abi Bakrah yang mengatakan: “Sungguh Allah telah memberiku manfaat dari kata-kata yang pernah kudengar dari Rasulullah pada saat perang Jamal (yang dipimpin oleh ‘Aisyah yang mengendarai unta) dan berperang di pihak mereka”. Lalu ia melanjutkan, “Ketika sampai berita kepada Rasulullah bahwa bangsa Persia telah mengangkat putrid Kisra sebagai Ratu, maka beliau bersabda: “Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan kekuasaan (pemerintahan) mereka kepada seorang wanita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada wacana yang mengihtimalkan makna wanita (imra’ah) tadi bukan pada seksualitas, melainkan pada gender atau sifat kewanitaan. Hingga memang jika ada pemimpin yang mempunyai sifat seperti seorang perempuan, yang berkonotasi cengeng dan tidak tegas, akan mengakibatkan kecelakaan terhadap kaum yang di pimpinnya. Ini rasional, hanya saja yang perlu dipertanyakan lafadz “putri Kisra” yang ada dalam redaksi hadits itu menjadi semacam justifikasi akan kehakikian dari makna imraah (wanita) dan bukan gender atau sifat kewanitaan. Tetapi pula perlu juga dipertanyakan apakah hadits ini termasuk kalam ikhbar ( informatif) atau thalab (perintah)? Lagi pula, de factonya memang supremasi laki-laki terhadap perempuan memang sampai kini tetap terjadi. Dalam Amerika Serikat saja yang ultra cosmopolitan, statistik komparatif ternyata masih memenangkan pria sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;5% Mereka (wanita) adalah pemimpin seribu perusahaan terbesar di Amerika&lt;br /&gt;22% Mereka adalah pemimpin bank-bank sentral&lt;br /&gt;21% Mereka adalah pemimpin jurnal-jurnal besar&lt;br /&gt;19% Mereka adalah pemimpin perusahaan makanan&lt;br /&gt;71% Mereka adalah yang menggaji kaum pria dengan ijazah yang sama&lt;br /&gt;40% Mereka adalah pemimpin pada level menengah di Amerika&lt;br /&gt;5% Mereka adalah pemimpin perusahaan-perusahaan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari pembahasan di atas, Sistem Pemerintahan Islam masih dalam perdebatan yang berkepanjangan. Hal itu karena adanya interpretasi yang berbeda tentang teks-teks agama, dan cara pandang yang berbeda tentang urgenitas dari sebuah negara Islam itu sendiri. Dan hal itu berbanding lurus dengan hukum dari penegakan pemerintahan Islam itu sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Taqiyuddin an-Nabhani lahir pada tahun 1909 di daerah Ijzim. Dalam perkembangannya ia tumbuh di tengah keluarga yang perduli pada pendidikan. Kakeknya merupakan qadhi (hakim) pada zaman Dinasti Ustmany, dan ia ikut pula merasakan keruntuhan dari Dinasti itu. Hal itu pula yang ikut mempengaruhi corak pemikiran an-Nabhani hingga akhirnya menawarkan konsep khilafah sebagai satu-satunya sistem pemerintahan Islam, yang pada akhirnya di manifestasikan dalam pendirian Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut an-Nabhani, sistem pemerintahan Islam bukanlah system yang demokratis, republik atau federasi dan apalagi monarki. Sistem pemerintahan Islam adalah Islam itu sendiri. Yang berdasarkan syari’at dan ibrah pola pemerintahan Nabi dan Khulafa’ al-Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam berdiri di atas delapan struktur, dengan Khalifah sebagai elemen paling penting. Khilafah menurut an-Nabhani adalah pemegang pucuk pemerintahan Islam. Hanya saja, walaupun merupakan pimpinan tertinggi, tetap saja khalifah mempunyai kewajiban dan hak yang sama sebagaimana umat pada umumnya, seperti sholat, puasa dan larangan berzinah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangkatan seorang khalifah tidak hanya terfokus pada personalia dari calon khalifah tadi, melainkan juga pada proses pengangkatan itu sendiri. pembai’atan khalifah itu dikatakan sah jika dilakukan oleh mayoritas wakil umat yang mewakili sebagian besar umta Islam yang berada di bawah kekuasaan khalifah sebelumnya.&lt;br /&gt;Dan jika sudah ada sebuah khalifah yang di angkat dengan sah dan prosedural, maka wajib bagi seluruh orang Islam untuk membai’at dan patuh kepada khalifah tersebut, terlepas dari besar atau kecilnya negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;Bertolak dari paparan di atas dan realita sejarah, dan terlepas dari benar atau tidaknya konsep pemerintahan khilafah, hal itu masih lebih baik dari pada ketidak adaan sebuah pemerintahan yang utuh dan nyata. Karena idealisme yang tinggi tanpa adanya implementasi hanya bagaikan orang yang bermimpi. Dan seperti Kristen dengan Vatikannya, terbukti mampu dan bisa memberikan perlindungan dan kepastian bagi pemeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibahim Jindan, Khalid, Teori Pemerintahan Islam Menurut Ibnu Taimiyah, terj oleh Mufid, Rineka Karya, Jakarta, hal v 1994.&lt;br /&gt;Mulia, Musdah, Negara Islam; Pemikiran Politik Husain Haikal, Paramadina, Jakarta, hal 32, 2001&lt;br /&gt;Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani, Pendiri Hizbut Tahrir, www.hizbut-tahrir.or.id, page 1-11di akses 07-12-2007&lt;br /&gt;Zallum, Abdul Qadim, Sistem Pemerintahan Islam, terj oleh Maghfur, Darul Ummah, Bangil, hal 25, 2002.&lt;br /&gt;lihat juga Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam; Dirasah Islamiyah II, Raja Grafindo Perkasa, hal 42, 2005&lt;br /&gt;Zallum, Abdul Qadim, Sistem Pemerintahan Islam, terj oleh Maghfur, Darul Ummah, Bangil, , hal 31, 2002.&lt;br /&gt;An-Nabhani, Taqiyuddin, Negara Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, hal 107-110, tanpa tahun. Lihat juga Zallum, Abdul Qadim, Sistem Pemerintahan Islam, terj oleh Maghfur, Darul Ummah, Bangil, hal 31-35, 2002.&lt;br /&gt;Mulia, Musdah, Negara Islam; Pemikiran Politik Husain Haikal, Paramadina, Jakarta, hal xii, 2001&lt;br /&gt;Masykur Hasyim dan Tanu Widjaya, Model Masyarakat Madani, Intimedia Cipta Nusantara, Jakarta hal 55, 2003.&lt;br /&gt;Pamudji, Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta, hal 167, 1995&lt;br /&gt;Mulia, Musdah, Negara Islam; Pemikiran Politik Husain Haikal, Paramadina, Jakarta, hal 206-207, 2001&lt;br /&gt;Masykur Hasyim dan Tanu Widjaya, Model Masyarakat Madani, Intimedia Cipta Nusantara, Jakarta hal 57, 2003.&lt;br /&gt;al-Khayyath, Muhyiddin, Durus al-Tarikh al-Islami, Juz 3 al-Hidayah Surabaya hal 64 tanpa tahun&lt;br /&gt;Said, Fuad, Ketatanegaraan menurut Syariat Islam, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Selangor Malaysia, hal 1 2002&lt;br /&gt;Syamsuddin, Din, Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, Kalimah Jakarta, hal ix, 2001.&lt;br /&gt;Mulia, Musdah, Negara Islam; Pemikiran Politik Husain Haikal, Paramadina, Jakarta, hal 203, 2001&lt;br /&gt;Poster, Cryil, Gerakan Menciptakan Sekolah Unggul, Lembaga Indonesia Adidaya, Jakarta hal 159, 2000&lt;br /&gt;Ibahim Jindan, Khalid, Teori Pemerintahan Islam Menurut Ibnu Taimiyah, terj oleh Mufid, Rineka Karya, Jakarta, hal ix1994.&lt;br /&gt;As-Suwaidan, Thariq Muhammad, Sukses Menjadi Pemimpin Islami, terj oleh Samson Rahma, Maghfirah Pustaka Jakarta hal 247, 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-8761366805246033526?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/8761366805246033526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/konsep-kepemimpinan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8761366805246033526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8761366805246033526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/konsep-kepemimpinan.html' title='Konsep Kepemimpinan'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBiG1_AgkI/AAAAAAAAAEk/KNHn5VTbUAY/s72-c/pimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-6242634101753085520</id><published>2009-05-12T08:41:00.001-07:00</published><updated>2009-05-29T15:42:09.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Santri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>PERSIMPANGAN ; Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBkfok6kBI/AAAAAAAAAEs/dANpscF8Xm8/s1600-h/persimpangan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBkfok6kBI/AAAAAAAAAEs/dANpscF8Xm8/s320/persimpangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341379652692381714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By; CoeL W. Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu aku temukan secarik kertas buram yang sama sekali tidak begitu dianggap sebagai apa-apa. Aku coba untuk membacanya, ternyata isi dari lembaran itu merupakan sesuatu yang sangat dan begitu berharga tentang hidup yang sedang aku jalani. Maklumlah aku merupakan seseorang yang paling gemar keluyuran dan penyebanya belum aku temukan sampai saat ini. Tulisan itu berbunyi ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jalan menuju bahagia &amp; sukses tidak selalu lurus; ada tikungan bernama kegagalan, ada bundaran bernama kebingungan, ada tanjakan bernama teman, lampu merah bernama musuh, lampu kuning bernama keluarga, engkau akan mengalami ban kempes &amp; pecah. Itulah hidup. Tapi jika engkau membawa ban serep bernama tekat, mesin bernama ketekunan dan asuransi bernama iman serta pengemudi bernama “Tuhan”. Maka sampailah engkau dikawasan yang disebut Sukses &amp; Bahagia. Dan itulah jalan lurus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku renungkan hasil temuan itu, akupun sedikit tergugah sehingga memiliki suatu kesimpulan, “bahwa hidup butuh yang namanya pengorbanan, pengorbanan butuh suatu perjuangan, perjuanganpun membutuhkan sebutir ketabahan, tidak cukup sekedar tabah melainkan ketabahan itu juga harus didukung sebuah keyakinan, sehingga sebuah keyakinanlah yang akan menentukan kesuksesan dan kesuksesan itu akan menuntuk pada kebahagiaan dalam hidup yang dijalani”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidaklah cukup dengan sekedar ratapan, suatu kenangan fiktif dan perlu dipertanyakan lagi keasliannya, jika masih meyakini bahwa hidup laksana panggung ketoprak, teaterikal atau yang lainnya. Semestinya dalam melihat kehidupan ini sekedar menggambarkan tentang sesuatu yang dianggap sebagai sebuah keyakinan, sebab keyakinanlah yang akan menuntun pada jalan dimana kita berproses, laksana kemarin sebagai sebuah kenangan yang patut dijadikan sebagai tauladan dan tolak ukur dalam melangkah, dan hari ini sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi dan berkhayal tentang hari esok laksana sebuah harapan dengan segala kemungkinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, bahwa saat ini kita sedang menjalani proses yang bernama hidup, yang mana membutuhkan segala sesuatu dari bagian yang aku miliki, tidak tepat bila selalu termenung dan merenung, akan tetapi menjalaninya merupakan solusi cerdas dalam melangkah sehingga tidak tertinggal tentang sesuatu yang seharusnya dihadapi. Tangisan dan ratapan biarkan berlalu, sebab kita melangkah bukan untuk hari kemarin melainkan untuk hari ini dan hari esok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-6242634101753085520?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/6242634101753085520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/persimpangan-sebuah-renungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6242634101753085520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/6242634101753085520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/persimpangan-sebuah-renungan.html' title='PERSIMPANGAN ; Sebuah Renungan'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBkfok6kBI/AAAAAAAAAEs/dANpscF8Xm8/s72-c/persimpangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-578797870051863453</id><published>2009-05-12T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:08:37.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AD-ART IMABA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About IMABA'/><title type='text'>ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)  IKATAN MAHASISWA BATA-BATA (IMABA)</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) adalah semua mahasiswa, sarjana, dan yang masih kompeten di dunia kampus yang masih atau pernah mondok atau sekolah di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa adalah:&lt;br /&gt;a. Santri atau alumni PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi, baik dalam jenjang Strata 1 maupun Strata 2.&lt;br /&gt;b. Santri atau alumni  PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang telah lulus dari Perguruan Tinggi dan memperoleh gelar sarjana maksimal 2 (dua) tahun dari wisudanya.&lt;br /&gt;2. Anggota Istimewa adalah:&lt;br /&gt;a. Santri atau alumni PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi dalam jenjang Strata 3.&lt;br /&gt;b. Santri atau alumni PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang telah memperoleh gelar sarjana lebih dari 2 (dua) tahun dari wisudanya.&lt;br /&gt;3. Anggota Kehormatan adalah:&lt;br /&gt;a. Santri atau alumni PP. Mambaul Ulum Bata-Bata yang aktif di dunia kampus.&lt;br /&gt;b. Tokoh yang diminta secara sukarela oleh organisasi karena dibutuhkan dalam upaya memajukan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAK-HAK ANGGOTA&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa berhak:&lt;br /&gt;a. Memilih dan dipilih menjadi pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;b. Mengajukan usul, saran dan (atau) pernyataan kepada pengurus, baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;2. Anggota Istimewa berhak:&lt;br /&gt;a. Memberikan usul, saran dan (atau) pernyataan kepada ketua dan (atau) pengurus kelengkapan lainnya, baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;b. Menjadi anggota badan kelengkapan organisasi di struktur organisasi Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;3. Anggota Kehormatan berhak Memberikan usul, saran dan (atau) pernyataan kepada ketua dan (atau) pengurus kelengkapan lainnya, baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN ANGGOTA&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa wajib:&lt;br /&gt;a. Menjaga nama baik almamater Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;b. Mentaati segala aturan yang termaktub dalam AD/ART beserta ketetapan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;c. Merawat dan menjaga fasilitas organisasi serta membantu pengurus dalam melaksanakan ketentuan dan kebijakan organisasi.&lt;br /&gt;2. Anggota Istimewa dan Anggota Kehormatan wajib:&lt;br /&gt;a. Menjaga nama baik almamater Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;b. Mentaati segala aturan yang termaktub dalam AD/ART beserta ketetapan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HILANGNYA KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa hilang keanggotaannya disebabkan:&lt;br /&gt;a. Meninggal dunia&lt;br /&gt;b. Berhenti dan atau diberhentikan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;c. Mengundurkan diri dari keanggotaan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Anggota Istimewa dan Anggota Kehormatan hilang keanggotannya disebabkan:&lt;br /&gt;a. Meninggal dunia&lt;br /&gt;b. Mengundurkan diri dari keanggotaan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANKSI&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Anggota yang melanggar ketentuan organisasi dapat dikenakan sanksi organisasi berupa:&lt;br /&gt;a. Peringatan secara lisan atau tertulis&lt;br /&gt;b. Skorsing dari keanggotaan minimal 3 (tiga) bulan&lt;br /&gt;c. Diberhentikan dari keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;DEWAN PRESIDIUM&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Dewan Presidium adalah lembaga legislatif Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) sesuai dengan Bab VI Pasal 15 AD Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;1. Dewan Presidium sesuai dengan Bab VI Pasal 15 AD memiliki hak dan wewenang secara internal yang berkaitan dengan kepentingan organisasi.&lt;br /&gt;2. Pola hubungan Dewan Presidium dengan pengurus oganisasi Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) adalah pola hubungan konsultatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;1. Anggota Dewan Presidium terdiri dari anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) yang dipilih pada waktu kongres.&lt;br /&gt;2. Anggota Dewan Presidium dapat dipilih dari Anggota Istimewa, Anggota Kehormatan atau Anggota Biasa yang dianggap mampu.&lt;br /&gt;3. Masa jabatan anggota Dewan Presidium adalah 2 (dua) tahun dan dapat dipilih kembali pada kongres berikutnya.&lt;br /&gt;4. Keluar atau berhentinya anggota Dewan Presidium hanya diperbolehkan apabila disebabkan hal-hal yang tercantum dalam BAB I Pasal 5 ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS DEWAN PRESIDIUM&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;1. Susunan Pengurus Harian Dewan Presidium dipilih dan ditentukan langsung oleh internal lembaga.&lt;br /&gt;2. Pengurus Harian Dewan Presidium terdiri dari ketua, Sekretaris dan Anggota-anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WEWENANG DAN KEWAJIBAN DEWAN PRESIDIUM&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;1. Memberikan masukan terhadap kinerja ketua dan pengurusnya dalam setiap rencana dan kebijakan organisasi&lt;br /&gt;2. Mengarahkan kegiatan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) kepada upaya pengembangan dan kemajuan PP. Bata-Bata ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENGURUS IKATAN MAHASISWA BATA-BATA (IMABA)&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;1. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) adalah lembaga eksekutif serta penanggung jawab program kerja Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) sesuai dengan BAB VI Pasal 15 AD Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) memiliki hak dan wewenang menjalankan program-program kerja Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;3. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dipimpin oleh seorang Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;1. Ketua Umum adalah pimpinan organisasi Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) yang dipilih oleh peserta kongres.&lt;br /&gt;2. Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil) pada waktu kongres&lt;br /&gt;3. Ketua Umum berhak melengkapi personalia pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) bersama Tim Formatur &lt;br /&gt;4. Ketua berhak meminta laporan pertanggung jawaban dari semua Koordinator Wilayah (Koorwil) dan Devisi-devisi di bawahnya.&lt;br /&gt;5. Apabila terjadi kekosongan pimpinan seperti meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat menjalankan kewajiban organisasi dalam masa jabatan, maka diganti berdasarkan Sidang Istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;1. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mempunyai wewenang untuk melakukan kerja sama apapun dengan lembaga atau organisasi lain selama tidak bertentangan dengan AD/ART,  konstitusi, dan Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;2. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mempunyai wewenang untuk melaksanakan kegiatan apapun selama tidak bertentangan dengan AD/ART,  konstitusi, dan Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;3. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mempunyai wewenang untuk membuat lembaga otonom serta badan kelengkapan organisasi selama tidak bertentangan dengan AD/ART,  konstitusi, dan Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;4. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mempunyai wewenang untuk menghimpun dana sebagai upaya melaksanakan program kerja selama tidak bertentangan dengan AD/ART,  konstitusi, dan Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;5. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mempunyai wewenang untuk mengangkat Anggota Kehormatan apabila dipandang dapat menambah kelancaran dan kemajuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;1. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk menentukan dan merumuskan program kerja selama 1 (satu) periode&lt;br /&gt;2. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk melaksanakan program kerja yang telah ditentukan daan dirumuskan pada waktu Raker.&lt;br /&gt;3. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk melaksanakan koordinasi dan konsolidasi minimal tiap 1 (satu) bulan sekali.&lt;br /&gt;4. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk meminta saran dan masukan dari Dewan Presidium.&lt;br /&gt;5. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk melaporkan realisasi program, kondisi kepengurusan dan kinerjanya kepada Dewan Presidium dalam Sidang Tahunan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;6. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk memberikan laporan pertanggungjawaban kepada kongres di akhir periodenya. &lt;br /&gt;7. Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkewajiban untuk melakukan UP Grading (peningkatan kemampuan) pengurus minimal 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;1. Rapat koordinasi pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dihadiri setengah lebih satu dari jumlah anggota pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Fungsi dan peran rapat koordinasi dan konsolidasi adalah menjalankan wewenang ART Pasal 14 ayat 1-5 dan Pasal 15 ayat 1-7&lt;br /&gt;3. Hasil rapat koordinasi dan konsolidasi harus tertulis dan menjadi landasan operasional pelaksanaan program kerja Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;SIDANG-SIDANG&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Sidang-sidang Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Sidang tahunan&lt;br /&gt;2. Kongres&lt;br /&gt;3. Sidang istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang Tahunan&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;1. Sidang tahunan adalah sidang yang dilaksanakan satu tahun sekali dalam rangka mengevaluasi kerja dan kinerja ketua dan pengurusnya&lt;br /&gt;2. Sidang tahunan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dihadiri oleh :&lt;br /&gt;a. Anggota Dewan Presidium&lt;br /&gt;b. Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;3. Sidang tahunan  Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah plus satu dari jumlah peserta sidang&lt;br /&gt;4. Sidang tahunan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dipimpin oleh presidium sidang&lt;br /&gt;5. Sidang tahunan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) melaksanakan wewenang pasal 15 ayat 5 ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;1. Kongres adalah lembaga tertinggi organisasi yang dilaksanakan pada setiap akhir periode kepengurusan&lt;br /&gt;2. Kongres Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dilaksanakan setiap 2 tahun sekali&lt;br /&gt;3. Kongres dihadiri oleh :&lt;br /&gt;a. Anggota Dewan Presidium Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;b. Ketua dan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;c. Anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;d. Undangan&lt;br /&gt;4. Kongres dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu dari peserta kongres&lt;br /&gt;5. Kongres Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) melaksanakan wewenang dalam Pasal 15 ayat 6 ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;6. Agenda kongres meliputi :&lt;br /&gt;a. Pertanggung jawaban Ketua dan pengurusnya kepada peserta kongres&lt;br /&gt;b. Merubah AD, ART, GBHO, GBHK, Rekomendasi, ketetapan-ketetapan serta aturan tambahan&lt;br /&gt;c. Memilih ketua Umum, Sekretaris Umum dan Anggota Dewan Presidium&lt;br /&gt;d. Penyerahan jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru.&lt;br /&gt;e. Pendemisioneran pengurus lama&lt;br /&gt;7. Kongres dilaksanakan oleh panitia yang dibentuk oleh Dewan Presidium dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;8. Keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh 50% plus 1 dari jumlah peserta kongres yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang Istimewa&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;1. Sidang Istimewa adalah sidang yang dilakukan dikarenakan suatu keadaan darurat&lt;br /&gt;2. Sidang Istimewa Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dihadiri oleh :&lt;br /&gt;a. Anggota Dewan Presidium&lt;br /&gt;b. Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;3. Sidang Istimewa Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dianggap sah apabila dihadiri minimal setengah plus satu anggota sidang&lt;br /&gt;4. Sidang Istimewa berwenang mengganti ketua Umum daqn Sekretaris Umum yang dianggap berhalangan atau tidak mampu menjalankan amanat organisasi sesuai dengan wewenang Pasal 13 ayat 5 ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;5. Sidang Istimewa berwenang mencari solusi dari problem organisasi&lt;br /&gt;6. Hasil keputusan Sidang Istimewa merupakan keputusan yang tidak dapat diganggu gugat dan dirubah &lt;br /&gt;7. Sidang Istimewa dipimpin oleh Dewan Presidium&lt;br /&gt;8. Keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh 2/3 anggota yang hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;LAMBANG, MARS DAN HYMNE&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Lambang, Mars dan Hymne Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) ditentukan dalam aturan ketetapan dan tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;IKRAR DAN PELANTIKAN&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Naskah Ikrar dan Pelantikan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) diatur dalam aturan tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;ANGGARAN DANA&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;1. Anggaran dana Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dibagi menjadi anggaran dana sidang dan anggaran dana program&lt;br /&gt;2. Besarnya anggaran dana yang tersebut pada Pasal 23 ayat 1 ART ditentukan di dalam Raker dan ketetapan Dewan Presidium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;1. Perubahan ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dapat dilaksanakan pada kongres Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Perubahan ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dapat diusulkan oleh sekurang-kurangnya 1/3 peserta kongres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;ATURAN TAMBAHAN&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;1. Hal-hal yang belum diatur dalam ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) ini akan diatur dalam ketetapan Dewan Presidium&lt;br /&gt;2. ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) ini berlaku sejak tanggal ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di  : Bata-Bata&lt;br /&gt;Tanggal  : 25 Januari 2005&lt;br /&gt;Pukul   : 22.15 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONGRES MAHASISWA BATA-BATA SE-INDONESIA&lt;br /&gt;PIMPINAN SIDANG PLENO II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Hisyam&lt;br /&gt;Ketua Zainul Fahmi&lt;br /&gt;Sekteraris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-578797870051863453?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/578797870051863453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/anggaran-rumah-tangga-art-ikatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/578797870051863453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/578797870051863453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/anggaran-rumah-tangga-art-ikatan.html' title='ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)  IKATAN MAHASISWA BATA-BATA (IMABA)'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-846327256198030768</id><published>2009-05-12T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:43:45.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AD-ART IMABA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About IMABA'/><title type='text'>ANGGARAN DASAR (AD)  IKATAN MAHASISWA BATA-BATA (IMABA)</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi ini bernama Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Kedudukan&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkantor pusat di Pamekasan Kota (tempat menyusul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) didirikan pada tanggal 14 Dzul Hijjah 1425 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 25 Januari 2005 Masehi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KEDAULATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;AZAS, SIFAT, TUJUAN DAN USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Azas&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berazaskan Islam dan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Sifat&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) bersifat kekeluargaan dan otonom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Organisasi ini bertujuan:&lt;br /&gt;1. Mempererat jalinan ukhuwah Islamiyah di kalangan akademisi santri Bata-bata, baik yang masih aktif di pesantren maupun yang tidak.&lt;br /&gt;2. Sebagai wahana informasi dan transformasi bagi akademisi santri dalam rangka menciptakan suasana ilmiah yang dinamis dan kondusif.&lt;br /&gt;3. Sebagai penyalur aspirasi para akademisi santri yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;4. memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita ideal para akademisi santri yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) serta berperan aktif dalam menyikapi fenomena sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Usaha&lt;br /&gt;1. Mempererat hubungan emosional di antara anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Menggali potensi dan mengembangkan pemikiran sebagai upaya penguatan wacana.&lt;br /&gt;3. Mengadakan pembinaan dan pemberdayaan anggota dalam segala hal yang dapat menunjang pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt;4. Menampung, mengarahkan dan menyalurkan kepedulian anggota terhadap fenomena dan masalah sosial.&lt;br /&gt;5. Usaha-usaha lain yang relevan dengan identitas dan azas organisasi serta efektif dalam upaya pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;STATUS, FUNGSI DAN PERAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Status&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) adalah organisasi mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Fungsi&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berfungsi mengkoordinir dan membina anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Peran&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berperan sebagai wadah perekat emosional di antara akademisi santri Bata-Bata, baik yang masih aktif di pesantren maupun yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) adalah semua mahasiswa, sarjana, dan yang masih aktif di dunia kampus yang masih atau pernah mondok atau sekolah di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Keanggotaan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa&lt;br /&gt;2. Anggota Istimewa.&lt;br /&gt;3. Anggota Kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;STRUKTUR DAN LEMBAGA ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Struktur&lt;br /&gt;Struktur kepengurusan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Ketua Umum&lt;br /&gt;2. Ketua I&lt;br /&gt;3. Ketua II&lt;br /&gt;4. Sekretaris Umum&lt;br /&gt;5. Sekretaris I&lt;br /&gt;6. Sekretaris II&lt;br /&gt;7. Bendahara Umum&lt;br /&gt;8. Bendahara I&lt;br /&gt;9. Bendahara II&lt;br /&gt;10. Koordinator Wilayah (Koorwil), dan&lt;br /&gt;11. Devisi-Devisi &lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Lembaga&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga di lingkungan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Dewan Presedium&lt;br /&gt;2. Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;KEKUASAAN DAN PIMPINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Kekuasaan&lt;br /&gt;Kekuasaan tertinggi pada organisasi ini berada pada Kongres Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Pimpinan &lt;br /&gt;Organisasi ini dipimpin oleh seorang Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18 &lt;br /&gt;Sumber Dana&lt;br /&gt;Organisasi ini memperoleh dana dari:&lt;br /&gt;1. Iuran per-semester anggota Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Sumbangan dan usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Penggunaan Dana&lt;br /&gt;1. Dana Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dipergunakan sepenuhnya untuk mewujudkan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;2. Anggaran dan alokasi dana diatur dalam rapat kerja pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;PEMBENTUKAN DAN PEMBUBARAN LEMBAGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Pembentukan lembaga baru dan pembubaran lembaga di lingkungan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) harus melalui kesepakatan kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;1. Perubahan Anggaran Dasar Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dilaksanakan dalam Kongres Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2. Perubahan Anggaran Dasar Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) dapat dilakukan apabila diusulkan oleh minimal 50% plus 1 dari anggota sidang.&lt;br /&gt;3. Keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh minimal 50% plus 1 dari anggota yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;ATURAN TAMBAHAN DAN ATURAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Aturan Tambahan&lt;br /&gt;1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Aturan Peralihan&lt;br /&gt;Sehubungan dengan belum adanya Anggaran Dasar sebelumnya maka belum ada aturan peralihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di : Bata-Bata&lt;br /&gt;Pada Tanggal : 25 Januari 2005&lt;br /&gt;Pukul  : 16.23 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONGRES MAHASISWA BATA-BATA SE-INDONESIA&lt;br /&gt;PIMPINAN SIDANG PLENO II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moh. Kholil Wakib&lt;br /&gt;Ketua Ach. Readiyono&lt;br /&gt;Sekteraris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-846327256198030768?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/846327256198030768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/anggaran-dasar-ad-ikatam-mahasiswa-bata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/846327256198030768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/846327256198030768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/anggaran-dasar-ad-ikatam-mahasiswa-bata.html' title='ANGGARAN DASAR (AD)  IKATAN MAHASISWA BATA-BATA (IMABA)'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-5118666209933588632</id><published>2009-05-12T08:28:00.001-07:00</published><updated>2009-05-29T15:20:39.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Santri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>ANTARA HITAM &amp; PUTIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBfpFg0e7I/AAAAAAAAAEU/D0xnNSRa22s/s1600-h/n%2520a%2520putih-hitam3_0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBfpFg0e7I/AAAAAAAAAEU/D0xnNSRa22s/s320/n%2520a%2520putih-hitam3_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341374317520518066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh ; CoeL @rifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah basah penuh dengan debu jalanan, pikiran nglantur penuh dengan ketidak pastian, fisik lung_lay dengan segala bentuk aktivitas ketidak jelasan, melangkah laksana terbang tanpa sayap, menyapa penuh harap dengan tersenyum berakhir dengan sangat memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu 1 tahun 6 bulan untuk kembali bersua, diiringi suasana yang hampir sama dengan sebelumnya. Basah kuyup sebab air pemberian sang khalik, kedinginan sebab derasnya siraman mengalir dan bahkan keringatpun tidak kuasa untuk keluar. Pikiran jenuh tanpak hilang ketika bersua dengan perempuan berkerudung putih dengan pakaian serba hitam yang tersenyum manis ketika disapa depan lokasi warga muslim melaksanakan ibadah untuk menyembah kepada sang pemilik jagat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit basa basi langsung meluncur dengan keadaan hingar bingar dan penuh dengan seribu tanda tanya, tempat bersejarah dan karomah merupakan tujuan yang tepat untuk sedikit menenangkan suasana yang semakin hening dengan niat untuk memuluskan langkah yang diharapkan. Siang itupun awan kembali berubah menjadi hitam pekat dan tidak mengurangi niat untuk sampai ketujuan semula. Samapai akhirnya selesai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan belum juga reda, pikiran sudah terasa kebingungan antara persoalan dan jawabannya. Sambil ngobrol dengan sedikit canda suasana mulai mencair dan sudah mulai tanpak bahwa harapan akan segera terwujud. Tujuan selanjunya adalah mengisi kekosongan yang diderita karena ditinggal ayah bunda yang tidak berada dirumah.&lt;br /&gt;Ketika suasana mulai bersahabat, giliran berguman dari tempat berteduh, tanpa diduga ditengah perjalanan kembali air dari awan tidak bisa tertahan untuk mengguyur. Tempat berteduh selanjutnya adalah tempat keramaian yang biasanya disinggahi orang berbeda tujuan, antara bersenang-senang dan berziarah, waktu itu balutan kerudung putih basah kuyup dengan noda hitam dari helm yang dipakai dalam keadaan basah. Tubuhnya menggigil sebab kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpaksa perjalanan berlanjut kesalah satu swalawan untuk berganti kerudung dengan keadaan pakaian yang serba basah dan berjalan dengan begitu PeDe. Setelah selesai berganti dari kerudung putih ke kerudung warna gelap antara hitam dan coklat. Diapun terasa lebih ceria yang tidak aku ketahui sebabnya, apakah karena sudah tidak kedinginan atau memang wajah dan pembawaanya yang begitu manis dengan warna merah dipipi sebelah kirinya yang membuaatnya tanpak lebih manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dari sana langsung beranjak pulang ke Gubuk, tapi aku mulai kebingungan diantara dua pilihan, mengantarnya pulang sebab dia trauma terhadap salah satu mushibah yang pernah ditimpanya atau meninggalkan komitmen terhadap orang banyak yang sudah menjadi kesepakatan? Ternyata pilihan lebih berpihak pada kepentingan golongan ketimbang kepentingan pribadi walau akibatnya akan menjadikan kebingungan yang sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata benar, Harapan haruslah selalu besar walau hasil yang diinginkan tidaklah sesuai dengan harapan yang diinginkan. Biarkan hati ini berharap sampai bertemu dengan segala bentuk pengharapannya ; entah itu menyenangkan atau malah pilu yang didapatkan. Berkatalah seorang perempuan 24 tahun; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“aku sebenarnya menyayangimu, akan tetapi jika sampeyan berkorban dengan keterpaksaan”&lt;/span&gt;. Dan hanya kata maaf yang muncul dari bibir manis penuh sensasi karena tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Tapi walau bagaimanapun “perempuan itu merupakan bagian dari harapan yang dibutuhkannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semuanya sama ; tidak bakalan ada yang seru. Sebab itulah “Tuhan” menciptakan kehidupan dengan berpasang-pasangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-5118666209933588632?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/5118666209933588632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/antara-hitam-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5118666209933588632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5118666209933588632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/antara-hitam-putih.html' title='ANTARA HITAM &amp; PUTIH'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBfpFg0e7I/AAAAAAAAAEU/D0xnNSRa22s/s72-c/n%2520a%2520putih-hitam3_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-3085220097968958587</id><published>2009-05-12T08:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:03:37.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About IMABA'/><title type='text'>Latar Belakang &amp; Ikhtisar  Pelaksanaan Kongres Mahasiswa Bata-Bata  Se-Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBpufRO2oI/AAAAAAAAAE8/H9d4Dl3NKCA/s1600-h/ANYAR.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBpufRO2oI/AAAAAAAAAE8/H9d4Dl3NKCA/s200/ANYAR.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341385405450082946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kualitas PP. Mambaul Ulum Bata-Bata adalah pesantren dengan jumlah santri terbesar di pulau Madura. Sebagian dari santri yang sudah tidak aktif di pesantren, diantaranya masih melanjutkan studinya diluar pesantren, khususnya setingkat perguruan tinggi yang tersebar di pulau Madura, Jawa, Kalimantan bahkan sampai ke luar negeri. Namun demikian, potensi santri yang menggeluti berbagai disiplin dan konsentrasi keilmuan diberbagai fakultas dan perguruan tinggi. Mulai jenjang S1 sampai S2, terutama perguruan-perguruan tinggi diluar pesantren, selama ini tampaknya masih kurang terkoordinasi dengan baik oleh pihak pesantren, sehingga potensi mahasiswa tersebut seakan lepas begitu saja dengan pesantren, dimana ia dibesarkan. Padahal, bagaimanapun juga disatu sisi mereka membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari pesantren dan disisi lain ini juga merupakan potensi tersendiri yang harus dimanfaatkan pesantren dalam upaya pengembangan pendidikan dan mensukseskan cita-cita luhur pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi tersebut seharusnya dapat dioptimalkan dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi yang efektif antara pihak pesantren dengan mahasiswa, termasuk juga antara mahasiswa yang kuliah diluar dengan mahasiswa yang masih aktif di pesantren, mengingat kesamaan latar belakang mereka secara akademis. Disamping itu, optimalisasi potensi mahasiswa bata-bata dengan latar belakang akademisnya akan lebih berarti apabila dibentuk sebuah ruang legal formal yang khusus menjadi wadah mereka, sehingga bagi mahasiswa diluar pesantren menjadi ruang sumbangsih tersendiri disamping bergabung dengan Ikatan Alumni Bata-Bata (IKABA) yang memang telah lama didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas keinginan ini seakan hanya mengungkung kreativitas dan kebebasan mahasiswa dalam sebuah organ kepesantrenan semata sehingga cuek dan apatis dengan realitas social diluar pesantrennya, dan alfa akan cita-cita abadi mahasiswa sebagai agent of change. Untuk menepis anggapan yang demikian, maka dengan memegang teguh TriDharma Perguruan Tinggi yang menjunjung tinggi makana pendidikan, penelitian dan pengabdian, kongres ini sengaja mengambil tema "Merajut Solidaritas Akademisi Santri Melalui Ukhuwah Ma'hadiyah" yang mengingatkan kita bahwa antara pesantren dengan mahasiswa terdapat kesamaan cita-cita untuk membangun bangsa dan mengangkat derajat umat manusia, serta menyadarkan kita bahwa kebutuan riil kita saat ini adalah membangun wadah yang solid untuk berkarya, berkreasi dan mengabdi demi mensukseskan cita-cita kita bersama sebagai umat manusia, sebagai mahluk social, sebagai mahluk beragama dan sebagai warga Negara. Hal penting lain yang juga harus kita ingat bahwa semenjak pra-kemerdekaan hingga saat ini sejarah telah membuktikan betapa peran pesantren dan mahasiswa sangatlah besar, bahkan menjadi tonggak bagi bangsa ini dalam meraih cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pertimbangan diatas, maka berdasarkan konsolidasi yang selama ini terjalin secara alamiah diantara mahasiswa bata-bata, mereka mengupayakan ada dan terbentuknya sebuah organisasi mahasiswa bata-bata, baik mahasiswa yang masih aktif di pesantren maupun yang kulian di luar. Kongres mahasiswa bata-bata se-indonesia dengan tema "Merajut Solidaritas Akademisi Santri Melalu Ukhuwah Ma'hadiyah" yang dilaksanakan di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata pada tanggal 25-27 Januari 2005 tidak lain adalah upaya untuk mencapai I'tikat baik tersebut yang diharapkan akan mampu mewujudkan tujuan dan cita-cita luhur bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi pelaksanaan kongres beberapa waktu yang lalu tersebut adalah "Menjadikan basis akademik sebagai kekuatan baru dalam upaya mewujudkan cita-cita luhur bersama" dengan Misi "Membangun ikatan emosioanal dan mempererat jalinan ukhuwah islamiah dan ukhuwah ma'hadiyah diantara mahasiswa bata-bata, membangun pola konsolidasi yang lebih baik, baik diantara sesame mahasiswa bata-bata, ataupun antara mahasiswa dengan pihak pesantren, serta mentransformasikan gagasan yang menyangkut kepentingan dan program pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata kedepan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan kongres juga merupakan usaha untuk membentulk ruang legal formal bagi mahasiswa bata-bata sebagai wadah komunikasi, konsolidasi serta aktualisasi dan aplikasi gagasan mengenai bata-bata pada khususnya, serta pada agama dan bangsa pada umumnya yang kemudian tertuang dalam Deklarasi IMABA. Dengan organisasi ini diharapkan dapat tercipta pola hubungan yang harmonis diantara mahasiswa bata-bata, baik yang kuliah diluar maupun yang masih aktif dipesantren serta tergugahnya kesadaran kolektif diantara mahasiswa bata-bata untuk berpartisipasi dalam mensukseskan cita-cita luhur pesanttren sesuai dengan latar belakang akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesepakatan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dalam kongres tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1.Deklarasi Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;2.AD/ART Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;3.GBHO Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;4.GBHK Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA)&lt;br /&gt;5.Pokok-Pokok pikiran dan rekomendasi kongres&lt;br /&gt;6.Pemilihan dan pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Masa Khidmad 2005-2007, serta dilanjutkan dengan rapat kerja organisasi oleh pengurus IMABA Masa Khidmat 2005-2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-3085220097968958587?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/3085220097968958587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/latar-belakang-ikhtisar-pelaksanaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3085220097968958587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3085220097968958587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/05/latar-belakang-ikhtisar-pelaksanaan.html' title='Latar Belakang &amp; Ikhtisar  Pelaksanaan Kongres Mahasiswa Bata-Bata  Se-Indonesia'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBpufRO2oI/AAAAAAAAAE8/H9d4Dl3NKCA/s72-c/ANYAR.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-2099408607325460798</id><published>2009-04-27T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:00:22.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak Santri'/><title type='text'>Aku Cuma Mau Jujur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBo-2V8UvI/AAAAAAAAAE0/J7yTYhea7WQ/s1600-h/drop_ki-mizu2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBo-2V8UvI/AAAAAAAAAE0/J7yTYhea7WQ/s200/drop_ki-mizu2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341384587010134770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biarlah rasa ini menitihkan perih&lt;br /&gt;Gelora hati tertusuk jarum pengakuanmue&lt;br /&gt;Asal kau tak bungkam&lt;br /&gt;Membiarkan kehampaan melahirkan Tanya &lt;br /&gt;Menggugat ketakpastian yang mendera &lt;br /&gt;Tak usah kau coba merakit tabir&lt;br /&gt;Tuk menutup agenda resah mue&lt;br /&gt;Karena setitik resahmu mencuat&lt;br /&gt;Memori hati kan tertangntang tuk mengaksesnya &lt;br /&gt;Aku Cuma mau jujur&lt;br /&gt;Jangan palingakan sabdahmue&lt;br /&gt;Di balik pucat-pasi ceraian keterkejutan&lt;br /&gt;Karena rangsangan firasat kan cetuskan teori gelagat&lt;br /&gt;Cobalah mata ini kau tatap&lt;br /&gt;Adakah taring yangmengkilat…?&lt;br /&gt;Biarkan nuranimu berucap&lt;br /&gt;Agar kebenaran terungkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Re~ady zain @B&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-2099408607325460798?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/2099408607325460798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/aku-cuma-mau-jujur.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/2099408607325460798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/2099408607325460798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/aku-cuma-mau-jujur.html' title='Aku Cuma Mau Jujur'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBo-2V8UvI/AAAAAAAAAE0/J7yTYhea7WQ/s72-c/drop_ki-mizu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-3881462934405004295</id><published>2009-04-27T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:17:16.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Hitam Putih Peran Ulama &amp; Santri Dalam Peradaban Bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBe0SFba7I/AAAAAAAAAEM/FYueWW-Nnek/s1600-h/imgp2379.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBe0SFba7I/AAAAAAAAAEM/FYueWW-Nnek/s320/imgp2379.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341373410362223538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href='http://manunggalingkaulogusti.blogspot.com/' target='_blank'&gt;Abdullah&lt;/a&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 64 tahun Negara Kesatuan Rebulik Indonesia memproklamirkan dirinya sebagai sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat, sejarah besar ini tidak akan pernah terlepas dari peran para pejuang pendahulu negeri ini dalam mempertahankan ibu pertiwi dari penjajahan bangsa Belanda selama kurun waktu 350 tahun lamanya, bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengangkat martabat bangsa ini didepan bangsa-bangsa lain akan tetapi membutuhkan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa, raga dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat bahwa dalam perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu negeri ini dalam pencapaian kemerdekaan ulama’ dan santri mempunyai andil yang cukup besar dalam kancah peperangan melawan para perusak bumi kaum belanda dan sekutunya, kita ambil contoh Sunan Ampel, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponogoro, Bung Tomo dan sederetan nama-nama lainnya, mereka semua adalah santri-santri yang rela mati demi kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal diatas menunjukkan bahwa sebenarnya Ulama’ dan Santri bukan hanya komonitas yang hanya mampu melahap kitab kuning dan hukum-hukum syari’at saja akan tetapi selain itu mereka mempunyai semangat juang tinggi dan nasionalisme yang tak dapat diabndingkan dengan orang-orang yang selama ini memproklamirkan dirinya sebagai seorang atau kelompok yang cinta tanah air, cinta persatuan, cinta kedamaian dan cinta terhadap kehormatan negerinya, jadi salah besar ketika saat ini orang hanya percaya bahwa santri dan ulama’ hanya mampu memberikan sebuah konsep keagamaan tanpa mampu membrikan sumbangsih pada bumi katulistiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin lebih ironis adalah ketika media menggembar-gemborkan bahwa pesantren (santri dan ulama’ sebagai pelaku tentu masuk didalamnya) hanyalah tempat berkumpulnya para teroris yang selalu di awasi gerak-geriknya, bahkan kalau perlu aspirasi dan pemikiran mereka tentang Negara seakan-akan dikebri, sehingga ruang gerak mereka hanya berlaku ketika undang-undang sudah tidak mampu memberikan solusi -bahkan kadang membuat masalah- dalam menuntaskan permasalahan rakyat yang kian hari kian kronis, kita lihat saja ketika undang-undang tidak mampu membendung maraknya aksi Golput oleh masyarakat yang merasa tidak puas akan kepemimpinan wakil-wakil mereka, disaat itu ulama, ambil bagian menyuarakan hukum haram bagi pelaku golput untuk pemilu kali ini. Bukankah hal ini menunjukkan bahwa ulama’ dan santri hanya dibutuhkan ketika pemerintah sudah tidak mampu lagi menghadapi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang benar seharusnya adalah sinergifitas antara pelaku negeri ini dan tokoh-tokoh ulama’ dalam segala hal harus selalu terjalin, karena dengan demikian hubungan simbiosis mutualis antara agama (ulama’) dan Negara (pelakunya) seperti telah dicetuskan oleh tokoh-tokoh sosiologi akan dapat terwujud secara nyata.&lt;br /&gt;Pasca kemerdekaan pun peran ulama’ dan santri patut diperhitungkan, dalam dunia politik untuk membangun negeri tercinta ini, pada tahun 1971 partai islam yang dipelopori oleh kiai mampu menampung aspirasi masyarakat, sehingga partai ini mampu menempati urutan kedua dalam pemilihan umum tahun itu, pada pemilu sebelumnya pun peran kiai dalam pemilihan umum sanagt begitu besar, tepatnya tahun 1955, mereka para ulama’ mampu menunjukkan bahwa umat Islam di Indonesia ini masih berada diatas agama-agama lain, pun demikian ketika semua ulama’ bersepakat membuat kebijakan bahwa ualama’ dan umat Islam harus bersatu dalam satu partai, kembali mereka menunjukkan eksistensi mereka bukan hanya sebagai orang ahli fikir akan tetapi dalam penentuan nasib Negara pun mereka bisa ambil bagian hal ini terjadi ketika Pemilu tahun 1979, terus berlanjut, hingga akhirnya pasca digulingkannya Rezim Orde Baru  dan Rezim reformasi pun menggema diseantero bumi pertiwi ini para ulama kembali membuat gebrakan baru dengan terbentuknya partai baru (selain partai yang sebelumnya) sebagai wadah tempat berlabuhnya para insan pesantren yang mempunyai keinginan kuat untuk membangun negeri, dan ternyata diluar dugaan para pengamat politik partai yang baru terbentuk ini mampu menempati urutan ke tiga pemiulu tahun itu hingga mampu menobatkan salah satu kadernya kekursi nomor satu negeri ini.&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan ketika para ulama’ dan santri tidak ambil bagian dalam penentuan nasib bangsa yang hampir 90 persen penduduknya adalah umat Islam, kemungkinan yang dapat kita rasakan adalah cerai berai bahkan pertentangan antar kelompok pun pasti tidak terelakkan lagi, bukankah ketika hal itu terjadi sama saja kita lupa tugas utama kita terlahir kedunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya adalah apakah ualama’ (yang mengaku dirinya sebagai ulama’) semuanya sama dengan ulama’ yang sebenarnya? Apakah orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai manifestasi gerakan umat Islam dengan gampang menyatakan bahwa ketika kita ikuti apa yang ia katakan surga terjamin untuk kita, keselamatan, ketenagan pun dengan gampang ia janjikan pada setiap orang yang mendukungnya padahal sebenarnya itu hanyalah untuk kepentingan peribadi atau kelompoknya semata? (silahkan lihat Jawa Pos Edisi Senin 30 Maret hal. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tentu menguntungkan bagi negeri ini adalah bahwa rakyatnya masih tunduk dan patuh pada pemimpin agamanya yang pada kebanyakan literature dikatakan sebagai kelompok Polimorphik Paternalistik, coba kita bayangkan ketika penganut agam Islam Indonesia ini adalah umat yang anarkis sudah barang tentu ulama’ adalah orang terdepan yang akan memimpin masyarakat untuk melawan negeri yang sudah tidak nampak lagi wujudnya ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu berfikirlah kawan!!!!!!!!!! Wallahu A’lam Bis-Showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hidup ini laksana perlombaan, pemenang selalu identik dengan pujian, penghargaan, bahkan kadang dikultuskan, yang kalah akan selalu mendapatkan cemoohan dan hinaan” &lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kata bijak hati makhluk hina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah seorang pemuda yang selalu bercita-cita menjadi orang kaya yang selalu ada buat masyarakat sekitarnya, salah satu tikus kecil penghuni yang bersarang di Base camp IMABA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-3881462934405004295?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/3881462934405004295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/hitam-putih-peran-ulama-dan-santri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3881462934405004295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3881462934405004295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/hitam-putih-peran-ulama-dan-santri.html' title='Hitam Putih Peran Ulama &amp; Santri Dalam Peradaban Bangsa'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBe0SFba7I/AAAAAAAAAEM/FYueWW-Nnek/s72-c/imgp2379.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-5697035974674862423</id><published>2009-04-12T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:08:05.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About IMABA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>IMABA ; APA &amp; BAGAIMANA…???</title><content type='html'>IMABA (Ikatan Mahasiswa Bata-Bata) merupakan organisasi santri mahasiswa yang di bentuk sebagai wadah bagi santri mahasiswa Bata-Bata. IMABA bukanlah organisasi yang berangkat dari ruang kosong. Akan tetapi merupakan organisasi yang berangkat dari sebuah kesadaran murni santri mahasiswa Bata-Bata akan perannya bagi Agama, Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah mutlak adanya bahwa Setiap organisasi pasti mempunyai nilai plus minus. Begitupun dengan IMABA. Ada beberapa nilai plus yang terdapat dalamnya. Antara lain:&lt;br /&gt;1. Keanggotaan IMABA yang menyeluruh disetiap kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keanggotaan IMABA yang menyeluruh di setiap organisasi kampus, baik di tingkatan Intra kampus (BEM dan UKM) maupun Ekstra Kampus ( PMII, HMI, GMNI, dll )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Struktur kepengurusan yang terdiri dari Pengurus Pusat (Nasional), Pengurus Wilayah (yang dibagi berdasarkan; letak geografis Strategis kampus tempat anggota IMABA ), Pengurus Distrik (Kampus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Program Kerja IMABA yang mencakup semua aspek (Keislaman &amp; Kebangsaan / Pendidikan, Ekonomi, Politik, Budaya ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anggota IMABA yang berstatus Santri sekaligus Mahasiswa sehingga dipastikan semua anggotanya adalah kader yang Ready For Use yang cocok untuk semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nilai plus diatas, ada beberapa nilai minus IMABA sebagai organisasi baru, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minimnya akses / Networking&lt;br /&gt;2. Belum adanya BaseChamp yang bisa dijadikan sebagai pusat operasional IMABA.&lt;br /&gt;3. Minimnya alat-alat operasional yang dapat menunjang kinerja program kerja IMABA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus minus seperti itu pada dasarnya sudah lumrah terdapat dalam semua organisasi, apa lagi organisasi baru seperti IMABA. Akan tetapi hal itu bukan lantas membuat kinerja menjadi menurun, semangat menjadi loyo, program tidak jalan, dll. Justru hal itu seharusnya menjadi motivasi untuk terus membesarkan organisasi ini. Dengan terus memanfaatkan potensi yang ada dalam IMABA sambil membenahi segala kekurangan yang terdapat dalamnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu diperlukan sebuah kerja sama dan sama kerja dengan semua pihak elemen IMABA untuk membangun IMABA ke depan. Sehingga apa yang telah mejadi agenda dan tujuan dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-5697035974674862423?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/5697035974674862423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/imaba-apa-bagaimana.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5697035974674862423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/5697035974674862423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/imaba-apa-bagaimana.html' title='IMABA ; APA &amp;amp; BAGAIMANA…???'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-3230954421281643605</id><published>2009-04-12T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:22:41.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Santri'/><title type='text'>Dasar-Dasar Prinsip Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRKczYFGtI/AAAAAAAAADU/NvknuT4BmrI/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRKczYFGtI/AAAAAAAAADU/NvknuT4BmrI/s320/images.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337973317028879058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;By ; CoeL W. Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah engkau bergantung pada manusia,&lt;br /&gt;tapi yakinlah pada kekuatan TUHAN, pikirkanlah ini semua dengan akal sehat”&lt;br /&gt;Prinsip-Prinsip Dasar Kehidupan&lt;br /&gt;o Menimbang&lt;br /&gt;o Mengingat&lt;br /&gt;o Memperhatikan, dan&lt;br /&gt;o Memutuskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia &amp;amp; Prinsip Hidupnya&lt;br /&gt;o Memanfaatkan kesepakatan yang ada&lt;br /&gt;o Tidak ada kata putus asa &amp;amp; tiada harapan lagi&lt;br /&gt;o Sopan santun&lt;br /&gt;“Orang-orang yang lemah menunggu datangnya kesempatan, orang yang kuat membuat kesempatan itu. Orang-orang yang terbaik bukanlah orang yang menantikan datangnya kesempatan, akan tetapi mereka yang mengambilnya, yang mengepung, merebut &amp;amp; menguasai kesempatan tersebut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani Mengambil Resiko&lt;br /&gt;o Keberanian mengambil resiko&lt;br /&gt;o Sikap berhati-hati mengurangi resiko&lt;br /&gt;o Belajar melepaskan diri dari kesulitan&lt;br /&gt;“Hidup ini penuh resiko, dan ia tidak mungkin ditiadakan. Karena itu pertimbangkanlah segala resiko yang ada. Kemudian ambillah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah...&lt;br /&gt;Semua Kesulitan Pasti Ada Jalan Keluarnya&lt;br /&gt;o Setiap orang tidak menghadapi masalah lagi&lt;br /&gt;o Kesulitan adalah kenyataan hidup&lt;br /&gt;o Masalah yang utama adalah justru bagaimana caranya kita mengatasi masalah itu&lt;br /&gt;o Berbahagialah anda yang telah mendapat masalah&lt;br /&gt;o Pikirkan jalan keluar melalui sesuatu apa saja&lt;br /&gt;o Bersikaplah tenang apabila anda ditimpa kesulitan&lt;br /&gt;o Jangan berprasangka buruk pada orang lain&lt;br /&gt;o Dengarkan orang lain&lt;br /&gt;o Berprinsip&lt;br /&gt;“Berbahagialah manusia yang diberi berbagai masalah, karena dengan itu manusia sadar akan kelemahannya &amp;amp; bisa menjadi pandai kerena pengertian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Prinsip-Prinsip&lt;br /&gt;© Jadilah orang yang menyenagkan&lt;br /&gt;© Berinisiatiflah untuk membina persahabatan&lt;br /&gt;© Terima perbedaan &amp;amp; keterbatasan manusia&lt;br /&gt;© Setel saluran P, Stasiun Pikiran Yang Baik&lt;br /&gt;© Praktekkan kemurahan hati dalam bercakap-cakap&lt;br /&gt;© Jangan menyalahkan orang lain jika anda mengalami kemunduran &amp;amp; kegagalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Ketabahan&lt;br /&gt;o Jangan pernah menyerah&lt;br /&gt;o Jangan bicara soal kekalahan&lt;br /&gt;o Keluarkan semua keberanian &amp;amp; daya tahan anda&lt;br /&gt;o Tetaplah bertahan sampai mencapai hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Penghayatan&lt;br /&gt;o Kenalilah diriMu sendiri&lt;br /&gt;o Galilah potensi batinMu sendiri&lt;br /&gt;o Perkuatlah daya tahan&lt;br /&gt;“Tabahkanlah engkau dalam hati, sebab tidak ada seorangpun diantara kalian yang tidak sampai pada tujuan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Kekuatan Ada Dalam Pikiran Anda&lt;br /&gt; Bagaimana sikap kita terhadap nasib&lt;br /&gt; Lupakan masa lalu&lt;br /&gt; Delapan kata yang dapat mengubah hidup anda?&lt;br /&gt;“Berpikir itu adalah pekerjaan yang paling berat dari antara segala macam pekerjaan. Itulah sebabnya sedikit sekali orang yang melakukannya” (Henry Ford)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhkan Dasar-Dasar Kekayaan Pribadi&lt;br /&gt; Singkirkan kemiskinan&lt;br /&gt; Kuatkan mental&lt;br /&gt; Berpikirlah positif untuk mencapai keberhasilan&lt;br /&gt; Syarat-syarat kesuksesan&lt;br /&gt; Kedisiplinan pribadi&lt;br /&gt; Tegas dalam memberikan keputusan&lt;br /&gt; Kuatnya pendirian&lt;br /&gt; Cermat dalam analisa&lt;br /&gt; Jauhkan sifat-sifat buruk (ego, mau menang sendiri, dll)&lt;br /&gt; Kendalikan diri dengan keinginan-keinginan&lt;br /&gt; Kejujuran&lt;br /&gt; Kepandaian untuk memanfaatkan sesuatu yang menguntungkan&lt;br /&gt; Memiliki kekayaan atas usaha sendiri&lt;br /&gt;“Kuatkan &amp;amp; teguhkan hatiMU, janganlah takut dan gentar karena hidup ini, sebab TUHAN akan menyertai engkau, DIA tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Pernah Takut&lt;br /&gt; Pahami dasar rasa takut&lt;br /&gt; Lakukan hal yang anda takuti itu&lt;br /&gt; Bebaskan rasa takut dengan menggali diri sendiri&lt;br /&gt; Yakinlah pada diri sendiri&lt;br /&gt;“Didalam keyakinan tidak ada ketakutan, keyakinan yang sempurna akan melenyapkan semua ketakutan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Bukan Masalah&lt;br /&gt; Tenaga untuk menguasai mental&lt;br /&gt; Berpikir positif &amp;amp; dinamis&lt;br /&gt; Bersikaplah penuh semangat&lt;br /&gt; Stamina &amp;amp; kerja keras&lt;br /&gt; Efisiensi&lt;br /&gt; Atasi kelemahan dengan ketegaran hati&lt;br /&gt; Kemampuan untuk mengatasi kegagalan&lt;br /&gt; Belajar dari kegagalan&lt;br /&gt;“Bahkan induk singa menyadari usahanya mendidik anaknya gagal karena si anak mati, ia tidak lantas berdiam diri. Ia mengambil anak singa yang lain dan membersarkannya menjadi singa muda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitkan Semangat Diri Anda&lt;br /&gt; Curahkan segala-galanya pada pengharapan&lt;br /&gt; Perkataan ajaib yang mendorong semangat&lt;br /&gt; Ubah jalan hidup anda dengan pikiran&lt;br /&gt; Jadikanlah kegagalan sebagai motivasi&lt;br /&gt;“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Yang Mungkin Menjadikan Anda ...??&lt;br /&gt; Anda bahagia &amp;amp; sukses&lt;br /&gt; Tumbuhkan rasa optimisme&lt;br /&gt; Manfaatkan bakat &amp;amp; kemampuan anda&lt;br /&gt; Jangan takut untuk memulai lagi&lt;br /&gt; Berpikirlah bahwa anda penting&lt;br /&gt; Jangan meraih sesuatu yang tidak mungkin&lt;br /&gt; Jadilah pribadi yang disukai oleh orang lain &amp;amp; diri anda sendiri&lt;br /&gt; Setiap orang menyukai orang yang ramah tamah&lt;br /&gt;“Siapa yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, siapa mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan penghasilan, kekayaan pribadi itu adalah kebijaksanaan dan pengertian”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-3230954421281643605?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/3230954421281643605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/dasar-dasar-prinsip-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3230954421281643605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/3230954421281643605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/dasar-dasar-prinsip-hidup.html' title='Dasar-Dasar Prinsip Hidup'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRKczYFGtI/AAAAAAAAADU/NvknuT4BmrI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-7362488438672524178</id><published>2009-04-10T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T15:25:36.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keorganisasian'/><title type='text'>Kepemimpinan Keorganisasian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBgt9jnsCI/AAAAAAAAAEc/ZEfCYmwFSdo/s1600-h/organisasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBgt9jnsCI/AAAAAAAAAEc/ZEfCYmwFSdo/s320/organisasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341375500795752482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By ; Coel Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan ketua terjadi mulai dari tingkat rayon yang terkadang menimbulkan persoalan kebelakang. Dibeberapa tempat, cabang-cabang terjadi banyak permasalahan sebagai akibat dari perebutan ketua umum. Dalam praktek kita memcoba menggali berbagai problem yang terjadi sekaligus dengan solusinya. Antara lain:&lt;br /&gt;1. Peserta diminta untuk menuliskan sifat paling jelek yang dimilikinya.&lt;br /&gt;2. Peserta diminta menuliskan kelemahan dan kelebihannya.&lt;br /&gt;3. Peserta diminta untuk saling menukarkan kertas yang berisi sifat jelek, kelemahan dan kelebihannya&lt;br /&gt;4. Masing-masing peserta membaca kertas temannya kemudian diminta memberikan penambahan sifat, kelemahan dan kelebihan temannya.&lt;br /&gt;5. Salah satu peserta diminta secara berani mengungkapkan perasaannya ketika mengungkapkan perasaan temannya dan perasaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat baik :&lt;br /&gt;1. Menghargai orang lain&lt;br /&gt;2. Bisa bergaul dengan siapapun&lt;br /&gt;3. Bekerja keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat jelek :&lt;br /&gt;1. Sulit menerima jika disakiti&lt;br /&gt;2. Angkuh pendendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ketika mengungkapkan :&lt;br /&gt;1. Berat tidaknya mengungkapkan kepribadian, sifatnya personal, tak seorangpun yang menginginkan diketahui kelemahannya.&lt;br /&gt;2. Malu mengungkapkankebaikan karena dikira sombong&lt;br /&gt;3. Belum mengetahui bagaimana sifat yang sebenarnya karena sebelumnya belum saling mengenal.&lt;br /&gt;4. Penulisan sifat baik, kekurangan dan kelebihan dapat dikatakan sudah jujur, tetapi mungkin kurang maksimal dalam mengungkapkannya. Secara pribadi, senang jika sifat jeleknya diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;5. Peserta diminta menulis kelemahan dan kelebihan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.&lt;br /&gt;6. Peserta diminta saling menukar kemudian mengkoreksi dan menambahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan :&lt;br /&gt;- Jaringan luas&lt;br /&gt;- Nama besar&lt;br /&gt;- Tahan banting&lt;br /&gt;- Bisa membentuk kader militant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepemimpinan :&lt;br /&gt;1.  Personal&lt;br /&gt;Kenali Diri&lt;br /&gt;kita tidak akan mudah hidup jika kita tidak mengetahui diri kita. Proses kepemimpinan yang baik adalah jiika kita mengetahui diri kita sendiri. Kita harus mengetahui apa kekurangan dan kelehihan kita, karena tanpa itu kirta sulit memahami diri kita. Konsep kepemimpinan yang pertama dalaha kita bisa memehami siapa diri kita. Usaha mendialogkan diri kita dengan realitas (resiensi). Dengan mengetahui kelemaham kita dapat berusaha untuk meningkatkannya. Dengan berorganisasi kita bisa saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang saling kita miliki. Dengan mengetahui kekurangan diri kita bisa menangkap peluang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan Visi&lt;br /&gt;Banyak teman-teman pasti akan bingung ketika ditanya mengapa kuliah di PTS X? karena mereka tidak mengetahui untuk apa dan mengapa ia kuliah di situ. Apa yang menjadi sejarah masa depan kita? apa target pribadi kita? adalah syarat mutlak yang harus kita miliki. Visi merupakan sejarah masa depan yang perlu untuk dirumuskan. Problem organisasi terkadang berangkat dari persoalan-persoalan pribadi yang pada akhirnya dapat menghambat jalannya organisasi. Kalau dalam organisasi tidak ada yang memenej, maka akan mnjadi momok dalam oragnisasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi penekan kekuatan politik sehingga harus dimanage. Bagaimana kita harus bisa mendistribusikan kader-kader yang memiliki potensi di bidang politik. Jika tidak seperti itu, bisa menimbulkan konflik organisaqsi (tidak terlepas dari orang-orang yang sudah seharusnya tidak di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Kita jadi kan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia semacam koperasi untuk menaih karier dan belajar, kita bisa menyimpan dan meminjam kelebihan dan kelemahan. Tugas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tidak hanya mencetak kader, tetapi kader tersebut harus dikemanakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil Langkah/Bila Perlu Beresiko&lt;br /&gt;Jika anda memiliki target, anda juga harus siap dengan sgala kemungkinan. Kadangkala seseorang kalau terlalu berharap, ia cenderung melupakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Kita harus siap dengan alternative-alternatif yang lain. Seorang pemimpin tidak boleh memiliki sikap murung atau bersedih walaupun sedang menghadapi kesulitan.Kita harus siap dan berani dalam menhadapi segala masalah-masalah yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi&lt;br /&gt;Tidak banyak dari kita bisa mengungkapkan pikirannya walaupun dia orang yang tergolong cerdas. Komunikasi merupakan salaha satu kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin sehingga diharapkan mampu melakukan negoisasi. Performance dan gaya bicara juga perlu ditekankan, karena harga diri kita dapat terlihat dari cara berpakaian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Hasil&lt;br /&gt;Apa yang menjadi target kita harus dievaluasi untuk melihat sejauh mana langkah-langkah yang telah kita lakukan. Kemajuan-kemajua yang tercapai dapat dijadikan ukuran untuk kepemimpinan selanjutnya. Kelebihan harus dikembangkan dan sebaliknya segala kekurangan-kekurangan harus dilengkapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Conporat/Organisasional&lt;br /&gt;Kenali Organisasi Anda&lt;br /&gt;Kelemahan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia adalah tidak adanya persediaan pendanaan yang teratur. Kemudian yang kedua adalah kaderisasi. Memahami karakter setiap kader yang kemudian didstribusikan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali Visi&lt;br /&gt;Apa yang menjadi rumusan terkadang hanya menjadi huruf-huruf yang tidak dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil Resiko (Langkah)&lt;br /&gt;Untuk menjalankan apa yang menjadi visi atau realitas organisasi. Disitu aka terjadi benturan-benturan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Organisasi Yang Efektif&lt;br /&gt;Dalam organisasi harus mampu menjalin kompunikasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecek Hasil&lt;br /&gt;Forum-forum yang ada sering kali hanya menjadi semacam temu kangen. Tidak ada konsistensi untuk menajalankannya. Workshop kaderasasi yang dilaksanakan pada saati ini dengan tujuan menyusun materi kaderisasi sedikit menyimpanga, sebab hal tersebut sudah pernah dirumuskan pada muspim. Workshop kali ini lebih pada melakukan desain dan implikasi yang perlu dilakukan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KONSEP DASAR PERILAKU KEORGANISASIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya.&lt;br /&gt;Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masayarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986).&lt;br /&gt;Manajemen organisasi adalah strategi pengelolaan lembaga untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efesien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku berorganisasi meliputi 3 ranah utama komponen yaitu:&lt;br /&gt;1. Kognitif&lt;br /&gt;2. Afektif&lt;br /&gt;3. Psikomotor&lt;br /&gt;4. Komponen Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen penting organisasi meliputi :&lt;br /&gt; Tujuan&lt;br /&gt;Merupakan sesuatu yang akan di capai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa karakteristik antara lain :&lt;br /&gt;o Tujuan Jangka panjang&lt;br /&gt;o Tujuan Jangka menengah dan&lt;br /&gt;o Tujuan Jangka pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Struktur&lt;br /&gt;Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam rangka menciptakan system kerja yang efektif dan efesien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sistem&lt;br /&gt;Terbagi dalam komponen penyusun yang saling terikat dan keterikatan, yaitu :&lt;br /&gt;o Input&lt;br /&gt;o Proses&lt;br /&gt;o Output&lt;br /&gt;o Feedback&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Profesi&lt;br /&gt;Asosiasi profesi, mengingat kembali kalimat William Smith, “sebenarnya tak lain dari bentuk formal pertemanan antara orang-orang seprofesi. Karena bentuknya yang formal, maka asosiasi profesi biasanya mempunyai aturan-aturan, kode etik, syarat keanggotaan, bahkan yang lebih serius lagi mempunyai dewan kehormatan atau dewan pertimbangan yang bertugas untuk menegakkan disiplin organisasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keuntungan kita untuk bergabung dalam satu asosiasi profesi? Jelas bahwa keuntungannya besar, terutama kalau anda adalah seorang pemula. Manfaat yang paling minimal adalah bahwa anda secara formal diakui sebagai salah satu professional pada bidang tertentu. Walaupun baru masuk kuliah, tetapi anda telah bergabung dalam satu asosiasi profesi atau apapun yang lain, minimal secara formal anda akan diakui sebagai seorang jurnalis, seorang karateka, seorang pecinta alam, seorang pemain basket dll. Apalagi kalau untuk menjadi anggota asosiasi itu anda harus memenuhi sekian syarat, termasuk di antaranya ujian kecakapan profesi. Dengan demikian baik di antara teman-teman seprofesi maupun di hadapan masyarakat luas, anda akan diakui sebagai professional bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang tak kalah penting sebenarnya justru di luar sisi formal keanggotaan itu sendiri. Yang lebih penting adalah bahwa anda masuk dalam kelompok professional bidang tertentu, yang mempunyai kebiasaan-kebiasaannya sendiri, cara berpikirnya sendiri, cara berpakaiannya sendiri, cara hidupnya sendiri dan lain-lain. Dengan bergaul intens dengan mereka, akan sangat mudah bagi anda untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan tuntutan profesi anda. Ingat, profesi adalah hidup anda sendiri, dengan seluruh seginya, baik menyangkut syarat-syarat keahlian maupun syarat-syarat non keahlian yang oleh masyarakat (pasar) dianggap penting. Dengan segala maaf, profesi juga menyangkut bagaimana anda berbicara, bagaimana anda berjalan, bagaimana anda berpakaian, bagaimana anda berdandan, bahkan juga aroma parfum anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-7362488438672524178?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/7362488438672524178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/kepemimpinan-keorganisasian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/7362488438672524178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/7362488438672524178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/kepemimpinan-keorganisasian.html' title='Kepemimpinan Keorganisasian'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/SiBgt9jnsCI/AAAAAAAAAEc/ZEfCYmwFSdo/s72-c/organisasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-8435848768731623990</id><published>2009-04-09T05:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T16:06:24.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>IMABA; Organisasi atau Paguyuban??</title><content type='html'>(Telaah Kritis Terhadap Eksistensi IMABA Pasca Kongres Nasional II Di Surabaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Zainollah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, publik sudah mulai penasaran dengan eksistensi IMABA yang selama ini sudah booming baik tingkat regional maupun nasional. Prestasi awal yang didapatkan IMABA pasca Kongres &amp; Pelantikan setelah IMABA adalah mampu mendatangkan orang nomor 1 di Jawa Timur (Dr. Soekarwo &amp; Drs. Syaifullah Yusuf) dan orang nomor 1 di partai yang berlambangkan matahari yang booming dengan jargonnya “Hidup adalah Perbuatan” (Soetrisno Bachir) sehingga, publik sangat antusias dan melirik IMABA sebagai organisasi besar dan profesional. Namun, bagaimanapun juga itu sudah berlalu dan sudah tertutup rapat-rapat oleh orang banyak dikarenakan, IMABA sudah lama stagnan dan tidak lagi mucul ke publik pasca kegiatan itu. Orang bertanya-tanya Kemana IMABA? Apakah IMABA betul-betul organisasi atau organisasi kebetulan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti itu sudah lama terdengar di telinga orang-orang di internal IMABA, namun sampai detik ini IMABA masih diam dan bisu sehingga tidak jelas arahnya. Realitas membuktikan bahwa IMABA telah  banyak kehilangan moment-moment penting yang seharusnya IMABA ada di barisan depan dengan pernyataannya sebagai organisasi mahasiswa yang akan selalu memberikan kontribusi besar terhadap kaum muslimin di Indonesia dan Dunia. Apalagi kondisi sosial sekarang ini sudah mulai semakin memanas mengingat akan digelarnya pesta demokrasi; pemilihan calon legislatif dan presiden 2009-2014 yang sangat memungkinkan masyarakat untuk bertanya-tanya lagi eksistensi IMABA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak layak lagi bagi organisasi besar seperti IMABA tidak mempunyai program yang jelas. Narasi awal yang dibentuk pada kongres II di Surabaya seakan-akan hanya menjadi keputusan yang tidak bermakna dan sia-sia. Kebangkitan IMABA sangat dinanti oleh banyak orang termasuk mahasiswa di seluruh perguruan tinggi. Jika IMABA tidak mampu bergerak dan tidak punya konsep gerakan yang jelas maka, IMABA tidak ada bedanya dengan paguyuban yang hanya jadi tempat orang nongkrong dan ngobrol basi-basi happy go lucky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin dikarenakan IMABA terlalu luas untuk mengidentitaskan diri sebagai organisasi nasional sehingga, hal itu menjadi penghambat berjalannya program kerja yang dibentuk pada kongres di Surabaya kemarin? Kalau memang demikian lebih baik IMABA tidak usah menjadi organisasi nasional, regional saja!. Kalau waktu seperti sekarang ini IMABA tetap diam maka, sama halnya membiarkan negara dan masyarakat ditindas sementara, gerakan IMABA masih ditunggu oleh masyarakat luas kecuali kalau memang benar bahwa IMABA adalah bukan organisasi tetapi paguyuban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun kembali kebersamaan dan kegiatan yang objective maka, perlu adanya evaluasi di internal IMABA dan mengkaji kembali AD/ART IMABA karena, seluruh kebijakan dan arah kemana IMABA akan bergerak sudah tercantum dalam GBHO. Penulis hanya berharap IMABA adalah betul-betul menjadi oraganisasi yang betul-betul organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ttd : &lt;br /&gt;Pemerduli IMABA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-8435848768731623990?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/8435848768731623990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/imaba-organisasi-atau-paguyuban_09.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8435848768731623990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8435848768731623990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/04/imaba-organisasi-atau-paguyuban_09.html' title='IMABA; Organisasi atau Paguyuban??'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-175704477225711145</id><published>2009-03-06T02:49:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T03:04:11.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review Film'/><title type='text'>Perempuan Berkalung Sorban ; Sebuah Fragmen Sosial yang Timpang</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh :&lt;a href="http://bahauddin-amyasi.blogspot.com"&gt;Bahauddin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Islam tidak adil sama perempuan…”&lt;br /&gt;“Perempuan sudah mendapatkan sorganya tanpa harus berpendapat…”&lt;br /&gt;“Kodrat bahwa perempuan harus berlindung dibawah ketiak suami….”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan dialog di atas sengaja saya kutip untuk menggambarkan substansi dari film “Perempuan Berkalung Sorban” karya Hanung Bramantyo. Pertama kali membaca promosi film ini di harian Jawa Pos, saya pernah berspekulasi bahwa garapan temanya sengaja diformat untuk mereview fragmentasi sosial yang bias gender. Ini terlihat dari pemilihan judulnya yang bernada feminis-metaforik. Diksi “sorban” yang selama ini dikenal sebagai atribut kaum laki-laki, dalam film ini malah dijadikan “kata kunci” untuk memahami keseluruhan ide yang diangkat, yakni dijadikan kalung seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Berkalung Sorban adalah film yang menurut hemat saya berpretensi mendobrak ketimpangan kultur yang selama ini mengungkung wilayah matriarki. Dulu,  saya pernah menulis tentang konstruksi social &lt;a href="http://bahauddin-amyasi.blogspot.com/2008/11/kala-nafas-cinta-terenggut-tanpa-daya.html"&gt;“hegemoni patriarki”&lt;/a&gt; yang merupakan “jawaban” atas permintaan teman saya, Mustafa Afif, untuk mengulas masalahnya dari sudut pandang agama dan sosial. Dan ternyata beberapa hari yang lalu, saat nonton film karya Hanung ini, fakta sejarah yang menimpa teman saya itu tergambar lebar di layar bioskop City of Tomorrow Surabaya, dengan grand design yang menawan, penggarapan alur cerita yang piawai, penggambaran karakter yang kuat, setting - latar yang menghipnotis dan konflik yang tajam, membuat film ini terlalu indah untuk diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Perempuan Hidup dalam Kondisi yang tidak Seimbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak ada yang bisa dilakukan seorang perempuan dalam himpitan tradisi yang menganggap dirinya sebagai sub-ordinat, harus selalu berlutut dalam ketiak suami, wajib tunduk pada produk hukum yang mengekang, memasung kreatifitas yang sebenarnya sangat potensial. Ya, fakta inilah yang acap terjadi di tengah hegemoni kultur patriarki, yang meski sering kita sadari sebagai sesuatu yang tak bernurani, tetapi tetap saja kita anggap sebagai warisan tardisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak bagi Annisa (Revalina S. Temat), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas, yang menjadi tokoh utama dalam film ini. Ia adalah anak kyai sekaligus seorang ibu dan isteri. Dalam lingkungan keluarga pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif, ia sempat beramsumsi bahwa islam selalu membela kaum laki-laki, merendahkan harkat perempuan yang diangap lemah dan tidak seimbang. Sejak kecil Annisa selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari sang Kyai. Dua orang kakaknya boleh belajar berkuda, sementara Annisa tidak boleh hanya karena dirinya perempuan. Hanya untuk belajar naik kuda, sudah dianggap hal yang tabu dan tidak pantas baginya. Ia selalu berontak, protes terhadap realitas yang selalu memarginalkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan Hindun Binti Athaba?” Tanya Annisa kepada ayahnya. “Beliau perempuan, seorang panglima. Lalu Fatima Azahra, putri Rosul, malah memimpin perang.” Tapi protes Annisa selalu dianggap rengekan anak kecil. Annisa juga sering memprotes, ketika Ustadz Ali mengajarkan kitab Ahlkaqul Nisaa, Bulughul Maram dan Bidayatul Mujtahid, yang membahas hak dan kewajiban perempuan dihadapan suami yang dirasa tidak adil bagi Annisa. “Apa hukuman buat suami yang minta cerai,. Padahal sang isteri kekeuh mempertahankan rumah tangga?” Tanya Annisa kepada Ustadz Ali. “Lalu bagaimana jika suami yang mengulur-ulur waktu atau menolak ketika sang isteri mengajak berjimak? Apa hukuman buat suami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu mengerti, menemani Anissa bermain di antara jilatan ombak yang mencium pantai. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Bersama guruh gelombang berkejaran, lambat laun Khudori telah menumbuhkan sebait hati di jantung Anissa yang terasing dan sunyi. Namun, cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan (Joshua Pandelaky), Abah Annisa, sekalipun bukan sedarah. Hal itu membuat Khudori selalu mencoba membunuh cintanya. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk menetralisir perasaannya, secara diam-diam, selain karena dukungan Khudori agar Annisa selalu terus belajar, kalau perlu sampai ke luar negeri, Anissa mendaftarkan kuliah ke Jogja dan diterima, tapi Kyai Hanan tidak mengijinkan, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh dari orang tua. Anissa merengek dan protes dengan alasan ayahnya. Akhirnya Anissa malah dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian), seorang anak Kyai dari pesantren Salaf terbesar di Jawa Timur. Sekalipun hati Anissa berontak, tapi pernikahan itu dilangsungkan juga, demi kelangsungan keluarga dan pesantren al-Huda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan baru Annisa bagaikan dalam nereka saja. Karena selain memang tidak didasari cinta, ternyata Samsudin berperangai buruk, suka menyiksa, memaksa “melayani” nafsunya dengan buas. Samsudin adalah tipe seorang laki-laki pengidap kelainan psikologis. Seorang lelaki possesif, kasar. Tapi ketika Annisa berniat meninggalkannya, Samsudin akan berubah menjadi lelaki rapuh yang merengek-rengek sambil bersujud meminta ampun kepada Annisa. Biduk keluarga Annisa berlangsung bagai kelam malam jahannam. Puncaknya, Samsuddin menikah lagi dengan Kalsum (Francine Roosenda), Seorang perempuan lebih tua, cantik dan bisa mempunyai anak. Takdir memang selalu menyisakan tanda tanya besar, dan cenderung tak terjawab. Kehancuran barangkali sudah menjadi keniscayaan. Maka, harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Anissa runtuh seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jalan itu terputus setelah kamu pergi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gelombang keputusasaaan itu, Khudori pulang dari Kairo. Annisa seperti mendapatkan secercah harapan yang seolah telah lama hilang. Tapi Khudori bukan seorang anak Kyai seperti Samsudin. Apalah arti seorang Khudori bagi keselamatan Annisa. Tapi Annisa tidak peduli. Dia ingin cepat keluar dari pusarana labirin yang menghunjam jiwanya. Dia ingin bebas! Dia tumpahkan segala keluh kesah ke dada Khudori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Annisa meminta Khudori pergi ke pantai, tempat masa kecil mereka bermain, belajar menunggang kuda. Ombak tetap setia seperti dahulu, melampaui semburat resah yang menikam dada. Romantisme jingga masa lalu kini terhampar kembali di batas senja. Membias berarak di tepi cakrawala. Keduanya saling menumpahkan kedalaman hati yang sebelumnya terpendam. Ada geletar kerinduan yang parau. &lt;br /&gt;……..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kenapa dulu kamu nggak bilang gitu aja, Le’..”&lt;br /&gt;“Hubungan kita jauh berbeda Nisa’…Bapak kamu mana mungkin mau sama aku yang bukan anak kiai, Nis….”&lt;br /&gt;……&lt;br /&gt;“Kamu telah memilih jalan yang tepat, Nis.…”&lt;br /&gt;“Dan jalan itu terputus setelah kamu pergi…..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin terasa hampa. Dan takdir Annisa terlanjur berbalut luka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annisa meminta Khudori membawanya pergi. Annisa rela dianggap anak durhaka asal dirinya bisa keluar dari kemelut keluarganya. Tapi Khudori bukan lelaki gegabah. Khudori mencoba meredam ‘bara’ Annisa. Dalam kegusarannya itu, Khudori memeluk Annisa. Sebuah pelukan hangat seorang paman kepada keponakannya yang sedang bergelimang resah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba, Samsudin datang dan memergoki kedunya. Samsudin berteriak “Lonte!‘Zinah! Rajam! Rajam!” yang kemudian membawa Annisa dan Khudori kedalam kemelut fitnah. Annisa tidak bisa berbuat apa-apa karena orang-orang sudah terlanjur terbakar api fitnah. Kejadian itu membuat Kyai Hanan malu dan sakit hingga kemudian meninggal. Khudori diusir dari kelangan keluarga pesantren Al Huda, sementara Annisa pergi ke Jogja untuk melanjutkan niatannya kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampuk Pesantren Al Huda diserahkan kepada Reza, kakak Annisa untuk dikelola. Akibat peristiwa itu, hubungan keluarga Samsudin dan Annisa menjadi buruk. Tapi Reza mencoba memperbaiki hubungan silaturahmi dengan keluarga Samsudin demi kepentingan pesantren. Hal itu membuat hubungan Reza dan Annisa renggang. Dimata Reza, Annisa adalah seorang perusak stabilitas keluarga. Perilaku Annisa buka cerminan anak kyai yang baik. Sementara itu Annisa berkembang sebagai muslimah dengan wawasan dan pergaulan yang luas. Lewat studinya sebagai penulis, Annisa banyak menyerap ilmu tentang filsafat modern dan pandangan orang Barat terhadap Islam. Banyak buku sudah dihasilkan dari Annisa yang memotret hak perempuan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–ooOoo–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, sebagian masyarakat kita cenderung apatis terhadap hal-hal yang berbau gender dan kebebasan. Ada anggapan umum di benak masyarakat bahwa differensiasi antara lelaki dan perempuan adalah mutlak, taken for granted, tanpa memilah mana yang memang nature (alamiah) dan mana yang merupakan hasil konstruk hegemoni sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan gender sebenranya bukan persoalan yang baru. A. Khudori Soleh dalam artikelnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Gender in Philosophy and Sufism Perspective”&lt;/span&gt; menyebutkan bahwa dalam kajian filsafat Barat, manusia perempuan secara umum dianggap sebagai makhluk yang lemah dan cacat, sehingga ia harus ditempatkan sebagai manusia kelas kedua setelah laki-laki. Mulai dari Plato (427-347 SM) yang idealis dan Aristoteles (384-322 SM) yang empirik sampai Jean-Paul Sartre (1905-1980 M) yang eksistensialis, hampir semuanya menganggap demikian (salah satu alasannya biasanya adalah mentruasi selain anggapan bahwa perempuan kurang nalarnya). Paling-paling hanya John Stuart Mill (1806-1873 M) yang ahli psikologi yang menganggap perempuan mempunyai kemampuan setara dengan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kajian filsafat Islam, meski ia dibangun di atas dasar pemikiran Plato dan Aristoteles, tetapi sangat berbeda dengan pendahulunya dan juga saudaranya di Barat. Maka, Islam sesungguhnya sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum perempuan, bahkan tidak ada perbedaan di antara keduanya di mata Allah, kecuali niliai takwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sedikit paparan di atas, maka saya dapat menyimpulkan bahwa film yang dia ngkatan dari karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abidah el-Kholidy&lt;/span&gt; ini sangat perlu untuk diapresiasi, karena beberapa hal, yakni:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Film ini diangkat untuk menyuguhkan nilai reflektif-kontemplatif bahwa seorang perempuan memiliki hak dan harkat yang sama dalam Islam, yakni yang hal-hal berhubungan dengan produk sosial seperti profesi atau karir, hak menyuarakan pendapat dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Melalui film ini, sudah saatnya kaum laki-laki terutama seorang suami untuk berisakap arif bijksana terhadap istrinya, sehingga tidak perlu lagi ada UU KRDT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) yang selama ini marak diberitakan media.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Selain film ini disetting dengan latar yang kuat dan garapan tema yang mendobrak dan cenderung tak terpkirkan (unthinkable)- meminjam istilah Arkoun – referensi film ini lumayan “berbobot”. Banyak kutipan-kutipan yang sarat hikmah, seperti ‘puisi Jalaludin Rumi’, ‘Bumi Manusia’ karya Pramoedya Ananta Toer dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jika selama ini anda merasa “hanya” menjadi seorang perempuan yang “termarginalkan” atau anda seorang laki-laki yang terlalu possesif dan “sedikit buas”, ada baiknya anda belajar banyak dari film ini. Salam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trailer Film Perempuan Berkalung Sorban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tJmj_OjCpe0&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tJmj_OjCpe0&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-175704477225711145?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/175704477225711145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/03/perempuan-berkalung-sorban-sebuah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/175704477225711145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/175704477225711145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/03/perempuan-berkalung-sorban-sebuah.html' title='Perempuan Berkalung Sorban ; Sebuah Fragmen Sosial yang Timpang'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2468008792655441582.post-8665226740837781904</id><published>2009-03-06T02:23:00.001-08:00</published><updated>2009-03-17T15:08:11.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About IMABA'/><title type='text'>Welcome To IMABA Pamekasan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat datang kami ucapkan ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini sengaja kami buat untuk mrenjadi ruang komunikasi antar anggota dan para pembaca lainnya. Tidak dipungkiri bahwa akselerasi teknologi informasi dan komunikasi yang melanda dunia millenium ini terlampau cepat. Mau tak mau, kita akan tetap tergerus dan pada akhirnya juga akan bergantung pada teknologi itu sendiri. Maka, tak ada yang lebih krusial untuk kita lakukan kecuali selalu berbenah diri, bersiap-siap untuk "bertempur" melawan laju sejarah yang terus progresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekapur Sirih tentang IMABA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan suatu kebetulan jika manusia tercipta sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk lainnya (QS. 95: 4). Dengan anugerah akal budi, manusia senantiasa memiliki naluri untuk berkomunitas dengan manusia lainnya (QS. 49: 13). Dalam tesis Ernes Renan, tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“what is a nation?”&lt;/span&gt; dalam buku Nation and Narration sebagaimana diedit oleh Homi Bhabha (1990), menyatakan bahwa  bangsa (nation) adalah kesatuan solidaritas yang digantungkan atas kehendak warganya untuk hidup secara bersama dalam identitas kolektif baru yang melampaui garis-garis primordial-sektarian. Rasa emosional yang dimiliki individu ini pada akhirnya akan menghantarkan manusia untuk berkomitmen dengan membentuk kesadaran kolektif bahwa apapun yang diharapkan dan dicita-ciatakan akan mudah terwujud dengan adanya kerjasama yang soilid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kemudian yang menjadi titik pijak bagi para Mahasiswa alumni PP. Mambaul Ulum Bata-bata wilayah Surabaya, yang berasal dari berbagai daerah, bahwa nasionalisme "etnisitas"__ meminjam istikahnya Cornelius Lay, dan signifikansi konsep "ashabiyyah" __dalam teori Ibnu khaldun –-- sangat dibutuhkan dalam kerangka kehidupan, kebersamaan yang menjadi sebuah komunitas (baca: organisasi) tanpa terjebak pada fanatisme buta.  Di samping itu hakikat manusia sebagai zoon politicion memang cenderung untuk memiliki rasa sepaguyuban (sens of community), yakni sebuah idealitas untuk memenuhi segala kebutuhannya, sehingga terbentuk suatu komunitas yang mempunyai visi dan misi yang sama. Maka, hadirnya organisasi di kampus-kampus, yang sudah demikian menjamur adalah suatu kebutuhan, kalau tidak dikatakan keniscayaan. Dan tentunya harus ada yang mengkoordinir agar lebih sistematis dan orientatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran IMABA Pamekasan dengan komitmen dan semangat menggebu-gebu merupakan bukti kepedulian terhadap realitas yang sedang bergumul dan bergolak di tengah masyarakat, dengan harapan akan menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;agent of change&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;agent of social control&lt;/span&gt; bagi masa depan bangsa. Disamping itu, IMABA layaknya sebuah organisasi mempunyai komitmen untuk ikut berperan aktif, aspiratif dan apresiatif berupaya untuk selalu menyuguhkan kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMABA sebagai salah satu organisasi yang tetap mencoba untuk eksis dalam kurun waktu yang tidak ditentukan ini didirikan oleh sekelompok mahasiswa yang merupakan santri dan alumni PP. Mambaul Ulum Bata-bata, Palengaan, Pamekasan yang saat itu mempunyai hobi diskusi, camping, dan tentunya komitmen bersama untuk dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki di kancah percaturan kehidupan. Akan tetapi, idealisasi sebuah komitmen saja tidaklah cukup menjadi stimulasi tanpa adanya koordinasi yang solid pada tataran internal. Sederhananya, paradigma yang dibangun di tubuh IMABA harus berpijak dari realiata logistik yang ada, baik menyangkut aspek finansial maupun lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2468008792655441582-8665226740837781904?l=imabapamekasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/feeds/8665226740837781904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/03/wewlcome.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8665226740837781904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2468008792655441582/posts/default/8665226740837781904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imabapamekasan.blogspot.com/2009/03/wewlcome.html' title='Welcome To IMABA Pamekasan'/><author><name>IMABA PAMEKASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07875742027643141630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_MrZTn8wo_CU/ShRZo5zy9oI/AAAAAAAAADk/oNWH462wkuI/S220/Imaba.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
